Featured
Posted in Non Review

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2018

Selamat berjumpa kembali di Proyek Baca Buku Perpustakaan 2018 \^_^/

Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, proyek ini saya buat karena perpustakaan-lah pusat buku terbesar di kota kecil saya. Sampai tahun ini, si kota tercinta masih belum punya toko buku besar. Kalau ingin membaca buku novel yang update-an dikit, masih harus pergi jauh ke Banjarmasin atau beli di toko buku online yang ongkirnya bikin gigit jari.

Continue reading “Proyek Baca Buku Perpustakaan 2018”

Advertisements
Posted in Books, Eoin Colfer, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, Review 2015, Science Fiction

Artemis Fowl and The Arctic Incident Review

***

 

Blurb

Artemis Fowl, otak kriminal paling pintar dan berbahaya di dunia, meski baru berusia 13 tahun kembali berpetualang. Ia mendapate-mail video yang berisi permintaan tebusan. Korban penculikannya: ayahnya yang hilang dan dinyatakan meninggal di Arktik, Kutub Utara.

Ketika bergegas menyelamatkan sang Ayah, Artemis lagi-lagi harus berurusan dengan Kapten Short dan Kaum Peri. Ia dituduh menjadi dalang di balik perdagangan senjata ilegal kelas A di Dunia Bawah. Artemis menyangkal dan dengan cerdik membuat kesepakatan: ia membantu Kaum Peri menangkap biang kerok sesungguhnya bila mereka mau membantunya membebaskan ayahnya.

My Review

Asiik….Artemis Fowl dicetak ulang, cover barunya cakep sekali \^_^/

Jadi, di sini Artemis sudah berusia 13 tahun. Kalau di buku pertama Artemis yang cari gara-gara dengan para peri, sekarang kaum peri yang cari gara-gara dengan Artemis. Haduh, padahal Artemis sedang sibuk menyusun rencana untuk menyelamatkan ayahnya. Tapi otaknya dengan cepat mengubah gangguan para peri itu menjadi sebuah keberuntungan.

Well…simbiosis mutualisme ini membuat Artemis dan para peri menjadi akur dan untuk sementara melupakan perseteruan mereka. Berkali-kali mereka saling menyelamatkan satu sama lain. Musuh yang mereka hadapi baik dari kaum peri maupun dari pihak manusia sama-sama mempunyai otak kriminal yang sangat berbahaya. 

Lalu bagaimana kelanjutan kisahnya? Berhasilkah mereka mengalahkan musuh masing-masing? Yaaah, seperti biasa silakan baca sendiri bukunya 😀

Yang pasti saya masih suka sekali dengan buku ini. Langsung habis sekali baca, walaupun lama baru bisa menulis review-nya, hahhah. Bukunya tidak tebal-tebal amat dan ceritanya seru. Sayang sekali saya masih merasa kalau bahasanya agak kaku. Mungkin ini karena otak saya tidak bisa mencerna istilah science fiction yang ada di buku ini, sama seperti Komandan Root dan Butler, wkwkwk.

At last, 4 dari 5 bintang untuk buku kedua dari Artemis Fowl. I really liked it ❤ ❤ ❤ ❤

***

Judul: Artemis Fowl and The Arctic Insident | Pengarang: Eoin Colfer | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, April 2018 |  Jumlah halaman: 312 halaman | Status: Owned book | Tanggal beli: 16 Juli 2018 | Tempat beli: Online @ HBS | Price: IDR 60,000 | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Posted in Aoyama Gosho, Books, Comic, Elex Media Komputindo

Detektif Conan Vol. 93 Review

***

Blurb:

Conan dan Heiji terlibat dalam kasus di Kafe Poirot! Bekerja sama dengan Amuro, keduanya berusaha secepat mungkin memecahkan kasus itu! Sementara itu, orang yang diduga sebagai kepercayaan boss besar yang bernama “Rum”, muncul di depan Kelompok Detektif Cilik!

My Review

Lanjutan kasus penusukan di Cafe Poirot. Ternyata kasus ini terjadi cuma karena salah paham. Yah, sebaiknya kalau bercanda jangan sampai keterlaluan.

Kasus kedua adalah kasus penculikan Eri. Menegangkan dan agak romantis gimana gitu. Dan lagi, saya dibuat terkesan dengan kemampuan karate Ran. Pengeeen bisa jago bela diri seperti itu.

Continue reading “Detektif Conan Vol. 93 Review”

Posted in Aoyama Gosho, Books, Comic, Elex Media Komputindo

Detektif Conan Vol. 92 Review

***

Blurb:

Suara riak gelombang memunculkan kembali ingatan Conan tentang masa kecilnya. Ingatan bagaimana dirinya dan Ran yang masih kanak-kanak, bertemu dengan Sera di pantai. Ingatan bahwa dia juga melihat Shuichi Akai di sana…

My Review

Lanjutan kasus pembunuhan di kamar pas. Jadi, di kamar pas itu ada yang namanya face cover ya. Wah saya baru tahu, ga pernah lihat soalnya, haha, *katro mode on*. Lagi-lagi pesan moral yang bisa diambil dari kasus ini adalah agar berhati-hati dalam berbicara dan bersikap. Tanpa bermaksud menyinggung pun kadang ada orang yang tersinggung dengan ulah kita, apalagi kalau bermaksud menyinggung beneran. Bisa jadi nyawa taruhannya.

 

Continue reading “Detektif Conan Vol. 92 Review”

Posted in Abarat, Books, Clive Barker, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama

Absolute Midnight Review

***

Blurb

Besok pagi takkan ada matahari.
Tak ada bulan menghiasi malam
.
Bintang-bintang pergi tanpa mohon diri.
Sajak ini memaklumkan cahaya yang akan padam.

Maka dimulailah episode baru dalam kisah petualangan epik Candy Quackenbush di dunia Abarat yang setiap Jam-nya berupa pulau, dan segala sesuatu tak seperti yang tampak. Candi dan Malingo bertualang bersam John Bersaudara dan sejumlah tokoh lain yang mereka jumpai sepanjang jalan. Tetapi Candy selalu terlibat masalah ke mana pun pergi. Terlebih kali ini, sebab Mater Motley yang gila kekuasaan makin agresif ingin menjadi Raatu seluruh Pulau itu. Caranya sederhana saja. Dia akan menggelapkan langit, memadamkan matahari-matahari, bulan-bulan, dan bintang-bintang. Dia akan menciptakan TENGAH MALAM TOTAL.

My Review

Speechless…

Sudah telat membacanya, baru tahu pula kalau ternyata buku ketiga ini bukan buku terakhir dari seri Abarat. Endingnya gantung lagi. Banyak misteri yang belum terpecahkan. Kapan ya buku keempatnya terbit? Hiks.

Jadi petualangan Candy di Abarat semakin berbahaya. Si Nenek Jahat makin menggila dengan ambisinya untuk menciptakan tengah malam total di seluruh kepulauan Abarat. Dia bahkan rela bersekutu dengan para iblis. Meskipun bayarannya sangat mahal, apapun itu.

Akankah ada yang bisa melawan si Nenek dan sekutu-sekutunya? Apakah tengah malam total memang benar-benar akan terjadi? Kalau ya, maka penduduk Abarat akan berhadapan dengan makhluk-makhluk mengerikan yang sama sekali tidak mengenal cahaya kebaikan dan lebih menyukai kehancuran.

Well, ilustrasi dan ceritanya semakin menyeramkan kalau menurut standar saya. Benar-benar seperti mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Saya meringis setiap kali Mater Motley melakukan aksinya. Luar biasa jahat si Nenek ini.

Buku ketiga ini lumayan tebal dan tulisannya kecil-kecil. Untunglah ceritanya seru dan banyak ilustrasinya, sehingga membacanya jadi tidak terasa, tahu-tahu sudah selesai saja.

Banyak adegan yang membuat saya speechless. Sayang sekali buku keempatnya sepertinya belum nongol. Saya penasaran sekali dengan apa yang akan terjadi pada Malingo, Candy dan Gazza, *ehm*.

Btw, ada adegan “kata terbang” yang menarik perhatian saya. Dulu saya juga pernah membayangkan setiap kata-kata yang saya ucapkan keluar dari mulut saya dan terbentuk di udara. Namun alih-alih terbang, kata-kata tersebut menjadi padat dan jatuh ke bumi. Saya membayangkan bumi jadi penuh dengan kata-kata yang keluar dari mulut orang-orang XD

At last, setelah membaca buku ketiga ini, susah bagi saya untuk keluar dari dunia Abarat. So, 4 dari 5 bintang untuk Absolute Midnight. I really liked it (‘▽’ʃƪ) ♥

***

Judul: Absolute Midnight – Tengah Malam Total | Seri: Abarat #3 | Pengarang: Clive Barker|Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa IndonesiaCetakan pertama, Jakarta, 2015, 632 halaman, 23 cm | Alih bahasa: Tanty Lesmana | Status: Owned Book***** | Rating saya: 4 dari 5 bintang

Posted in Adventure, Atria, Books, Fantasy

A Tale Dark & Grimm Review

***

Bisa dibeli di  Belbuk.com dan BukaBuku.com

***

Blurb

Sebelum kau membaca buku ini, kuperingatkan: cerita ini bukan untuk anak-anak. Penyihir dengan mantra keji, pemburu berdarah dingin, serta tukang roti yang memanggang anak-anak, mengintip di halaman-halamannya.

Namun, jika kau berani, ikuti petualangan Hansel dan Gretel memasuki dunia penuh sihir, teror, dan sepercik kelakar yang berkilauan seperti kerikil putih di sepanjang jalannya.

Masuklah. Mungkin menakutkan, dan jelas-jelas penuh darah. Tetapi, tak seperti dongeng-dongeng yang kauketahui, yang ini sungguhan.

Dan kau tahu, dahulu kala, dongeng itu keren.

My Review

Penuh darah memang, hahhah. Tapi benar, ceritanya keren. Saat membaca setiap adegannya, saya rasa-rasanya ingat dongeng yang ini dan dongeng yang itu. Tapi lupa dongeng-dongeng apa tepatnya. Saya belum cek sih, tapi sepertinya dongeng-dongengnya adalah dongeng-dongeng Grimm. Kan dijudulnya ada memuat kata Grimm XD

Jadi ini adalah cerita beberapa dongeng yang digabung dalam satu petualangan, dan dongengnya dirubah jadi dongeng yang gelap (dongeng-dongeng Grimm memang gelap kan ya?, hahhhah). Ada komentar dari narator di setiap adegan. Komentarnya…errrrr….lumayan kocak, so, dongengnya jadi tidak seram-seram amat.

So, bingung mau nulis apa lagi. Yang pasti lumayan lah. Saya kasih 3 bintang saja deh.

***

Judul: A Tale Dark & Grimm | Pengarang: Adam Gitwitz | Penerbit: Atria | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Juni 2011, 244 halaman | Status: Owned book* | Beli di: Amuntai Book Super Sale 2018 | Harga: Rp20.000 | Rating saya: 3 dari 5 bintang