Proyek Cinta Perpustakaan

proyek-cinta-perpustakaan Hai guys \^_^/

Hari ini saya mau cerita nih. Tadi kan saya ke perpustakaan. Lebih tepatnya ke Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Terus…terus…perpustakaan Banjarbaru ternyata dapat tambahan rak baru lengkap dengan beberapa buku baru juga. Duh….senangnyaaaaaa.

Ini nih penampakan rak barunya. Maaf ya fotonya seadanya, soalnya tadi saya sambil malu-malu ngambilnya gara-gara ada beberapa anak SMA yang mungkin ilfil lihat tante-tante alay jeprat-jepret rak perpustakaan :D

rak_baru_perpus_bjb

Lalu, perasaan senang saya tadi, sayangnya cuma sesaat. Tiba-tiba saya ingat kalau saya bakalan tidak bisa rutin lagi berkunjung ke perpustakaan ini. Ya saya bakalan balik ke kampung halaman saya di kota Amuntai (kurang lebih 4 jam perjalanan dari kota Banjarbaru) karena dapat pekerjaan tetap di sana. Paling maksimal saya masih di kota Banjarbaru sampai bulan Juni.

Dan saya jadi galau mendadak. Ini berarti adalah bulan-bulan terakhir saya mengunjungi Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Saya lalu bertekad untuk rutin mengunjungi perpustakaan ini setidaknya satu minggu sekali sejak hari ini plus meminjam dan membaca buku-bukunya sebanyak yang saya bisa. *ah masa*.

Maka ide untuk mengadakan Proyek Cinta Perpustakaan ini pun tercetus. *halah*. Proyeknya sederhana saja kok, yaitu membaca buku-buku dari perpustakaan dan menyingkirkan untuk sementara timbunan saya sendiri yang sudah menggunung. :D Meskipun ini proyek pribadi sebagai ungkapan cinta saya kepada perpustakaan *lebay*, tapi teman-teman yang pengen ikut boleh saja kok. Syaratnya mudah saja:

  1. Cukup pinjam dan atau baca buku dari perpustakaan di kota kalian.
  2. Share foto bukunya. Pastikan label buatan perpustakaannya terlihat sebagai bukti kalau buku tersebut memang dipinjam dari perpustakaan  :D
  3. Jangan lupa mention saya dengan hashtag #ProyekCintaPerpustakaan di akun FB: Ira Mustika, atau Twitter: @irabooklover. atau Instagram: @irabooklover
  4. Yang mau sekalian me-review bukunya juga boleh. Silakan tinggalkan link review kalian di kolom komentar di post review buku perpustakaan saya yang mana saja selama tahun 2015. Reviewnya boleh di akun media sosial mana saja selama memungkinkan. Ga harus di blog kok.
  5. Proyek ini berlangsung dari tanggal 19 Januari – 31 Desember 2015. Diakhir periode saya akan membuat Wrap Up Post sekalian menghitung seberapa banyak buku yang sudah saya pinjam dari perpustakaan. Silakan laporkan hasil kalian juga di kolom komentar Wrap Up post saya nanti.
  6. Oh ya jangan lupa pasang button Proyek Cinta Perpustakaan di bawah di sidebar blog dan di setiap post review kalian bagi yang membuat review-nya di blog.

proyek-cinta-perpustakaanNah teman-teman ayo ikut ramaikan proyek ini dan tunjukkan cintamu kepada perpustakaan dengan membaca buku-bukunya \^_^/

Opini Bareng Tema Alur Cerita: Each Chapter Ended With A Cliffhanger

Banner_OpiniBareng2015-300x187

Opini Bareng BBI Maret 2015 Tema Alur Cerita

Hai hai, berjumpa kembali di post Opini Bareng untuk bulan Maret. Tema opini kali ini adalah tentang alur cerita. Seperti biasa, silakan disimak dulu hal-hal yang bisa kita pikirkan dari tema tersebut.

Apakah kamu tipe yang ingin alur cerita maju teratur atau melompat-lompat? Buku dengan alur yang paling menyenangkan dan paling menyebalkan yang pernah kamu baca?

Saya tidak pernah jago dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu materi yang paling sering membuat saya frustasi adalah saat disuruh menentukan unsur-unsur di dalam sebuah cerita. Ya termasuk menentukan alur.

Tapi setelah belajar menuliskan kesan saya terhadap buku yang saya baca di blog, meskipun masih tidak paham-paham amat, tapi sedikit demi sedikit, saya mulai berdamai dengan pelajaran tersebut. Saya mulai menyadari kalau alur cerita itu ternyata banyak jenisnya. Memang dulunya kamu tidak sadar Ra? Iyah, dulu saya tahunya cuma baca doang, hahhahh :3

Nah, saya sadarnya saat membaca trilogi Silo by Hugh Howey. Tepatnya di omnibus kedua, Shift.

Shift

Mungkin alur seperti yang ada di trilogi Silo inilah yang disebut dengan alur melompat-lompat. Ada konflik disetiap chapter, dan saat sedang seru-serunya, jleb, kisahnya putus dan disambung dengan chapter lain dengan kisah berbeda. Bikin gregetan sekali karena setiap chapter diakhiri dengan cliffhanger. Dan ya, saya suka sekali tipe alur seperti ini. Shift merupakan buku berbahasa Inggris pertama yang bisa saya selesaikan sekali duduk.

Lalu apakah ada alur yang menyebalkan? Hmmm … sepertinya ada, tapi batas menyebalkannya mungkin tidak terlalu parah sampai saya lupa-lupa ingat :D

Mungkin buku-buku dari seri The 13 Treasures, seri Inheritance, trilogi Shannara, dan trilogi The Lord of The Ring bisa dijadikan contoh. Benar tidak ya kalau saya katakan alur cerita ketiga seri ini sangat lambat? Soalnya awalnya bikin bosan dan rasanya sudah berlembar-lembar halaman yang saya baca tapi tidak ada kemajuan peristiwa yang berarti.

Tapi toh meskipun bosan di awal, ujung-ujungnya saya juga tidak bisa berhenti membacanya. Apalagi trilogi The Lord of The Ring dan Eragon.

Yah, mungkin bagaimana alur sebuah cerita tidak terlalu berpengaruh bagi saya. Saya hanya perlu terus membaca sampai akhirnya bisa masuk ke dalam cerita dan semuanya akan baik saja-saja. *apacoba*  :D

Okeh, ini opini saya tentang alur cerita. Silakan klik banner di atas untuk melihat opini anak-anak BBI yang lain ya. Sampai jumpa di opini bareng bulan depan \^_^/

Link Of The Week #17 – Audiobook Sites

 photo link_of_the_week_zps4c5d961b.png

Link of The Week pertama di tahun 2015 :D

Oke weekend ini saya punya link tentang buku untuk dibagi.

Ceritanya saya lagi ketagihan mendengarkan audiobook. Selama ini saya cuma mendengarkan audiobook dari situs Project Gutenberg sama Loyal Books. Tapi kedua situs ini kebanyakan hanya menyediakan buku-buku klasik.

Nah, saya pun bertanya kepada Om Google. Ternyata selain Youtube, ada beberapa situs khusus audiobook yang keren. Dari sekian banyak situs yang direkomendasikan oleh Google, saya baru sempat meng-explore dua situs berikut. Audiobooks.com dan Audible.

Pertama kali mendengar salah satu sample audiobook-nya, saya langsung suka. Kualitas audionya bagus dan keren. Selain itu koleksi bukunya juga lumayan banyak.

Tapi sayangnya, kita hanya bisa mendengar sample-nya saja. Kalau mau mendengar keseluruhan bukunya kita harus beli :D

Oke, itu dia link tentang buku yang saya share weekend ini. Kalian punya link yang menarik? Silakan di share di kolom komentar ya.

Happy weekend all  °\(^▿^)/°

Buku Jalan-jalan #9 – The Little Prince Song

 photo bukujalanjalan_zpsf2569632.jpg

Bertemu kembali di feature Buku Jalan-Jalan with Zelie @ Book-admirer. Feature yang menantang kami untuk mencari lagu yang pas untuk buku pilihan yang kami baca setiap bulannya :D

Nah, untuk bulan ini, saya akan memilih lagu untuk buku The Little Prince by Antoine de Saint-Exupery. Lagu yang saya pilih adalah lagu anak-anak jaman dulu yang judulnya I See The Moon.

Benar sih The Little Prince bukan tinggal di bulan, tapi tinggal di Planet Kecil. Tapi saya maksa, huehehehe. Soalnya saya rasa alunan melodi dan liriknya cocok. Kecuali di bagian bulannya tentu saja :D

Okeh, silakan disimak lagunya dan jangan lupa untuk mengintip lagu apa yang dipilih Zelie @ Book-admirer untuk proyek Buku Jalan-Jalan bulan ini. See yaa  \^_^/

***

The Little Prince Review

***

Saya galau berat setelah selesai membaca buku ini. Saya diperkenalkan dengan buku ini oleh Bzee. Bzee bilang ini buku favoritnya. Tapi karena bukunya susah dicari, saya jadi tidak bisa langsung membacanya.

Sampai kemarin dosen saya membuat post di Facebook tentang sebuah gambar. Jujur saya sama sekali tidak memikirkan gambar apa itu sampai adik tingkat saya memberikan komentar kalau gambar itu berasal dari buku Antoine de Saint-Exupéry dan itu merupakan buku favoritnya.

Nah, saya jadi penasaran. Akhirnya saya mengintip di versi bahasa Inggris buku ini dan menemukan jawaban dari pertanyaan gambar apakah itu. Yah, niat saya sih awalnya cuma mau mencari si gambar, tapi jadinya keterusan membaca sampai tamat. Kebetulan bukunya juga tidak tebal.

Ceritanya sendiri penuh dengan fantasi khas anak-anak namun mengandung pesan yang telak sekali menghantam orang dewasa. Nah, itu yang saya suka, tapi sayanya sendiri jadi speechless.

Ngomong-ngomong, meskipun buku ini tipis dan saya suka ceritanya, saya tidak bisa menyelesaikan buku ini sekali duduk. Bukan karena isinya, tapi karena saking asiknya membaca, saya jadi tidak sadar kalau bos saya ternyata memperhatikan saya sedang tidak ada kerjaan. Jadilah akhirnya beliau memberikan saya tugas baru dan kebetulan kerjaan ini berhubungan dengan angka. Beliau menyuruh saya memastikan agar angka-nya jangan sampai keliru.

Nah, bagi yang sudah pernah membaca The Little Prince, bisa melihat kan ironinya dimana? :D

Angka. Yah, salah satu “keanehan” orang dewasa yang disinggung di buku The Little Prince adalah bagaimana orang dewasa begitu terpaku pada angka. Orang dewasa hanya memikirkan angka sebagai indikator keberhasilan tanpa mempedulikan “hal-hal indah” yang mereka anggap sepele dalam prosesnya. Dan yang terpenting, orang dewasa kadang lupa, kalau sesuatu yang indah tidak hanya yang terlihat oleh oleh mata, tapi oleh hati.

Ada banyak lagi hal-hal tentang betapa “aneh”-nya orang dewasa di mata anak-anak yang diceritakan lewat perjalanan si pangeran kecil. Salah satunya lagi adalah tentang bagaimana sesuatu yang sederhana ataupun umum ataupun sepele bisa menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi kita ;-)

Oh ya, waktu pertama kali mendengar judulnya, saya kira ceritanya tentang seorang pangeran kecil di sebuah kerajaan. Tipikal sebuah cerita dongeng yang dimulai dengan kata-kata “pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang Pangeran Kecil …. dan bla bla bla”. Dan kebetulan lagi perkiraan saya ini juga disinggung oleh si penulis di dalam ceritanya. Wah, kalau saya bertemu Pangeran Kecil, saya pastilah dianggapnya masuk dalam kategori manusia dewasa yang aneh.

Ternyata si Pangeran Kecil berasal dari planet lain. Pangeran Kecil melakukan perjalanan dari satu planet ke planet lain sampai akhirnya sampai ke bumi dan bertemu dengan “aku” yang merupakan seorang pilot yang terdampar di gurun. “Aku” sendiri dulunya adalah seorang anak kecil yang menjadi “korban” keanehan orang dewasa. Sampai akhirnya dia juga menjadi dewasa dan mulai bertingkah sama anehnya.

Pangeran Kecil ini menanyakan banyak hal kepada “aku”. Dari percakapan itu, “aku” akhirnya menyadari kalau dia sudah mulai “aneh” karena dia sudah dewasa. “Aku” akhirnya bisa melihat hal-hal yang sebelumnya hanya bisa dilihat oleh anak kecil.

Nah, seakan belum cukup “ditampar” oleh si Pangeran Kecil di sepanjang cerita, bagian ending-nya juga sukses membuat galau. Walaupun sudah selesai dibaca, kisah si Pangeran Kecil masih terngiang-ngiang di kepala saya. Saya sampai pengen lihat bintang-bintang saat itu juga, siapa tahu ada terdengar gemerincing lonceng dari atas sana :D

At last, 5 dari 5 bintang untuk buku ini. It was amazing for me ^_^

***

Judul: The Little Prince |  Pengarang: Antoine de Saint-Exupéry | Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

Submitted for CLRP and Lucky No. 15 RC Category Who Are You Again?

 

childlit_01

lucky-no15

The Coffee Memory Review

Banner_BacaBareng2015-300x187

Baca Bareng BBI 2015 Bulan Februari Tema Profesi

wpid-img_20150202_173758.jpg

***

Cover luarnya lucu, kayak bungkus kopi. Eh pas dibuka cover dalamnya beneran gambar biji kopi. Hwahhh…saya sukaaaa (‘▽’ʃƪ) ♥

The Coffee Memory adalah buku ketiga dari seri Love Flavour yang saya baca. Pertama saya baca The Mint Heart yang sukses membuat saya jatuh cinta dengan seri ini. Kedua saya baca The Vanilla Heart.

Nah, baik mint maupun vanilla berhasil menimbulkan rasa saat membacanya. Tapi sayangnya tidak dengan coffee ini. Memorinya saya dapat, tapi sayang “rasa kopi”-nya tidak. Mungkin karena memorinya terlalu dominan. Jujur saja saya menghabiskan banyak tisu setiap ada adegan Dania teringat Andro. Bisa juga karena saya juga sudah kebanyakan minum kopi, jadi rasa kopinya jadi mental kecuali yang benar-benar pekat :D

Kisahnya sendiri menceritakan tentang Dania yang ditinggal pergi suaminya, Andro, untuk selamanya. Andro ini pecinta kopi akut. Kecintaannya terhadap kopi membawanya untuk membuka kafe coffee yang diberi nama Katjoe Manis.

Sepeninggal Andro, Dania berjuang menjadi single parent sekaligus mengurus kafe Katjoe Manis peninggalan Andro. Sayangnya, segala hal yang ada di kafe itu selalu mengingatkan Dania kepada Andro. Dania juga teringat Andro kalau melihat atau mencium aroma kopi.

Tapi demi Sutan, anak semata wayangnya, Dania harus kuat. Dia pun mulai berbenah dan berusaha optimis untuk tetap menjalankan usaha kafe coffee tersebut. Salah satu langkah pertama yang dilakukan adalah mencari barista pengganti Andro.

Tidak perlu waktu lama, seorang barista tampan bernama Barry diterima bekerja di sana. Barista yang sepertinya memiliki passion terhadap kopi yang tidak kalah besar dengan yang dimilik Andro. Barista baru ini sepertinya juga sangat care dengan keadaan kafe. Sesuatu yang pantas disyukuri memang, tapi hal ini mau tak mau juga membuat Dania sedikit heran.

Tapi masalah mulai muncul, sebuah kafe kopi baru mulai dibuka dan tampaknya akan menjadi saingan berat. Kejutannya lagi, pemiliknya ternyata adalah Pram, teman SMA Dania yang dulu pernah menembaknya. Dan Pram mengaku sampai sekarang pun dia belum bisa menemukan pengganti Dania.

Nah, bagaimana kelanjutan kisah cinta Dania? Silakan dibaca sendiri bukunya :D

Yang pasti saya suka dengan pengetahuan-pengetahuan tentang kopi yang bertebaran di buku ini. Juga pengetahuan tentang profesi-profesi yang berhubungan dengan kafe coffe yang  membuat saya memilih buku ini untuk  Baca Bareng Tema Profesi.

Dan ngomong-ngomong tentang Katjoe Manis, ini tulisan di bukunya memang beneran Katjoe kok, typo dari sananya kali ya :D

At last, 3 dari 5 bintang deh. I liked it.

***

Judul: The Coffee Memory | Pengarang: Riawani Elyta| Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Maret 2013 |  Jumlah halaman: 226 halaman | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Submitted for Indonesian Romance RC 2015New Authors RC 2015Lucky No. 15 RC Category Who Are You Again?

irrc2015

narc2015

lucky-no15

The Wonderful Wizard of Oz Review

***

Saya sudah sering mendengar tentang Penyihir Oz. Sudah familiar sama nama Dorothy dan Toto. Sudah lama pengen baca buku ini. Ebook-nya sudah ada diantrian baca sejak …. errr …. lama sekali. Dan saking familiar dan lamanya, saya sering mengira kalau saya sudah membaca kisah petualangan Dorothy, padahal belum :D

Dan akhirnya saya baca juga. Ternyata begini ya kisahnya. Saya sampai terkaget-kaget dengan jalan ceritanya yang akhirnya membuat saya 100% yakin kalau saya memang belum pernah membaca bukunya.

Cerita Dorothy dan Toto, memang benar-benar cerita anak-anak. Penuh fantasi, sangat menghibur, dan mengandung pesan moral yang disampaikan dengan indah. Seperti yang mungkin kalian sudah tahu, awal petualangan Dorothy adalah saat dia beserta rumahnya dan juga anjingnya, Toto, terbawa angin topan ke sebuah negeri asing. Dorothy yang ingin pulang ke Kansas disarankan oleh Penyihir Baik dari Utara untuk meminta bantuan Penyihir Oz yang hebat.

Di tengah perjalanan, Dorothy bertemu dengan Scarecrow yang menginginkan otak, Tin Woodman yang menginginkan hati, dan Lion yang menginginkan keberanian. Ketiga teman baru Dorothy ini juga ingin Penyihir Oz yang tinggal di Emerald City mengabulkan harapan mereka masing-masing. Tapi sayangnya, tidak mudah untuk pergi ke Kota Emerald ini. Dorothy dan kawan-kawan harus menghadapi berbagai rintangan.

Apakah merekah akhirnya berhasil mencapai Emerald City dan bertemu dengan Penyihir Hebat Oz? Nah disinilah bagian yang membuat saya kaget.

Jadi cuap-cuap saya sampai di sini saja ya. Saya tidak ingin merusak kejutan bagi kalian yang mungkin juga belum membaca bukunya :D

At last, 4 dari 5 bintang buku ini. Untuk pesan-pesan yang disampaikan di kisah petualangan Dorothy. Di sini kita bisa menemukan indahnya persahabatan Dorothy dan kawan-kawan dan betapa tidak egoisnya Penyihir dari Selatan. So, I really liked it.

***

Judul: The Wonderful Wizard of Oz | Pengarang: L. Frank Baum | Edisi: Bahasa Inggris, Project Gutenberg Ebook, 1 Juli 2008 | Jumlah halaman: 227 halaman | Status: Download dari Loyal Books | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Review ini diikutkan dalam event CLRP, New Authors RC 2015, dan Lucky No. 15 RC Kategori It’s Been There Forever

childlit_01

narc2015

lucky-no15

Opini Bareng Tema Karakter Utama: The Useless One

Banner_OpiniBareng2015-300x187

Opini Bareng BBI Februari 2015 Tema Karakter Tokoh Utama

Tema post untuk Opini Bareng bulan ini adalah Karakter Utama. Nah, silakan disimak dulu pertanyaan pancingannya.

Apakah kamu lebih menyukai karakter utama yang serba sempurna, mirip dengan kepribadianmu, atau yang hidupnya penuh dengan masalah dan ketidaksempurnaan? Apakah kamu menyukai tokoh utama yang cerewet atau pendiam?

Sejak punya blog buku, saya baru ngeh kalau ada beberapa buku bagus yang membuat saya ilfil. Saya sendiri heran kenapa saya sampai tidak suka padahal tidak ada masalah dalam ceritanya dan kadang saking serunya saya bisa menamatkannya sekali duduk.

Setelah diusut ternyata ini berhubungan dengan karakter utama. Entah kenapa, saya tidak suka dengan karakter utama yang kalau menurut istilah saya dan teman-teman sih “tidak berguna”. Sebelumnya maafkan saya kalau karakter yang termasuk kategori tidak berguna ini mungkin adalah karakter favorit teman-teman.

Kesalahan ada pada saya karena saya cenderung membutuhkan karakter utama yang bisa menjadi panutan. Karakter utama kesukaan saya tidak harus sempurna sih, tapi setidaknya pantaslah disebut pahlawan kalau ditinjau dari sudut pandang hati nurani saya. *halah*. :D

Ehm, kembali ke karakter utama yang menurut saya tidak berguna. Karakter utama yang paling saya ingat untuk masuk kategori  ini adalah:

1. Will Burrows dari Seri Tunnels

Dari buku pertama sampai buku kelima yang sudah saya baca, kesan saya terhadap Will masih tetap sama. Saya pengen banget bilang ke Will, “Will kamu ngapain sih di buku ini? Cuma bisa berlindung di bawah ketiak Drake doang gitu? Mau terus-terusan kalah sama Si Kembar Rebecca? Bangun dong Will, bangun!”.  Haaah, singkat cerita, kalau bisa diganti, ganti aja deh karakter utamanya. Jangan Will.

2. Clary dari Seri The Mortal Instruments

Benar sih Clary punya kemampuan langka dengan rune. Tapiiii, tetap saja saya ngerasanya Clary ini bukan tokoh yang berguna di dunia Mortal Instruments.  Apalagi di buku ke-5. Hiks, saya gregetan sekali karena sebagai tokoh utama, Clary sama sekali tidak melakukan apa-apa selain sibuk meratapi hilangnya Jace. OMG!

Oke, selain Will dan Clary, masih ada Richard Mayhew dari Neverwhere, dan sikembar Newman dari seri The Secret of The Immortal Nicholas Flamel. Tapi karena saya sudah lelah dan merasa sedih :D, maka daripada terus menulis tentang karakter utama yang tidak berguna, mending sekarang saya memberi tahu kalian karakter tokoh utama yang jadi favorit saya sepanjang masa.

Mereka adalah Harry Potter dari Seri Harry Potter, Nathaniel dari Seri Bartimaeus, Percy Jackson dari Seri Percy Jakcson and The Olympians, Lockwood dari Seri Lockwood and Co., dan Artemis Fowl dari Seri Artemis Fowl. Kenapa saya suka dengan mereka? Ah, saya juga tidak tahu, sepertinya saya langsung suka begitu saja. jawaban apa itu Ra?. Hahahaha, yang pasti, kalau ditanya siapa karakter utama favorit, saya pasti akan menjawab mereka berlima, ah ya dan kebetulan mereka semua cowok :D

Baiklah, ini opini saya. Silakan klik banner di atas untuk melihat opini anak-anak BBI tentang karakter tokoh utama ya. Sampai jumpa di opini bareng bulan depan \^_^/