Featured
Posted in Non Review

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Master Post

 photo proyek_baca_buku_perpustakaan_zpsbae5o9ei.png

Ini proyek kok kesannya seperti cari mati ya, ahaha. Kayak timbunan buku kolpri kurang tinggi aja gitu, eh malah ditambah dengan timbunan buku perpustakaan pula😄 .

Baiklah, melanjutkan proyek saya tahun lalu, saya kembali mengadakan proyek untuk membaca buku-buku yang ada di perpustakaan.

Continue reading “Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Master Post”

Posted in Andrea Hirata, Bentang Pustaka, Books, Family, Indonesian Literature, Romance

Ayah Review

ayah_uploadedby_irabooklover

***

Seorang ayah, tak boleh menyerah untuk anaknya

—Ayah, hlm. 373

***

Selamat Hari Ayah Nasional! #telat

Sebenarnya saya sudah membaca buku ini sejak kemarin, tapi karena ada insiden “the moment when you read a line that is so beautiful, you just close the book and stare at the wall for a minute” yang terjadi berkali-kali selama saya membaca buku ini, ditambah dengan ceritanya yang masuk kategori “sangat mengharukan” dalam standar saya yang artinya, … errrr … (silakan disimpulkan sendiri), akhirnya saya baru selesai membacanya hari ini.

Ngomong-ngomong, novel Ayah yang saya baca ini ternyata sudah edisi cetakan kesebelas. Tjakkeb!!!

Asiknya, membaca buku ini membawa kembali “rasa” yang muncul saat saya membaca karya-karya Andrea Hirata sebelumnya. Lucu, konyol, mengharukan, dan menghangatkan hati. Walaupun yang paling memorable tetap buku Laskar Pelangi.

Awalnya saya bingung dengan banyaknya tokoh yang ada di dalam buku ini. Tapi setelah terus membaca, akhirnya saya menemukan benang merahnya. Apalagi saat momen “aha” itu terjadi, saya benar-benar tenggelam dalam ceritanya dan sedang mewek-meweknya. Keren.

Jadi, novel Ayah menceritakan tentang kisah cinta Sabari dan Marlena. Sabari jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Lena. Sayangnya, perasaan Sabari tidak berbalas. Namun, bukan Sabari namanya kalau dia tidak sabar dan menyerah begitu saja. Bertahun-tahun, Sabari berjuang untuk mendapatkan cinta Marlena. Apakah Sabari akhirnya berhasil? Hayuk, silakan dicari tahu sendiri😀.

Terus, apa hubungannya dengan kata “Ayah” yang menjadi judul dari novel ini?  Kalau menurut saya sih banyak. Dari kisah cinta Sabari ini, kita akan diajak berkenalan dengan berbagai macam tipe Ayah. Ada ayahnya si anu dan si anu dan si anu, dengan masalah “bagaimana menjadi seorang ayah” mereka masing-masing. Intinya (kalau menurut saya sih ya *pasang tampang sotoy* ), adalah, kutipan yang saya pajang di atas, “seorang ayah, tak boleh menyerah untuk anaknya”.

Di dalam kisah cinta Sabari, saya menemukan betapa besarnya cinta seorang ayah kepada anaknya. Untunglah tidak seperti kisah cinta Sabari yang tak berbalas, cinta si ayah juga dibalas oleh anaknya dengan sama besarnya. Walaupun ada juga sih beberapa anak yang membandel, tapi akhirnya mereka kena batunya dan menyesal, meskipun sepertinya sudah terlambat.

Jadi satu pelajaran lagi buat saya untuk selalu mematuhi dan menyayangi kedua orang tua saya. Ya keduanya, walaupun ayah saya sudah tiada. Saya juga merasakan penyesalan untuk setiap harapan-harapan ayah kepada saya yang tidak sempat saya wujudkan ketika beliau masih hidup. Saya hanya bisa berharap saya masih bisa memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan untuk menjadi anak saleh (semoga) yang doanya bisa tetap mengalir untuk beliau. *jadi mau nangis lagi*. *kangen ayah*.

At last, 4 dari 5 bintang deh untuk novel Ayah. Untuk berbagai “rasa” yang membuat saya sadar kalau saya juga pernah memiliki  ayah yang juga pantang menyerah untuk saya. And I won’t give up for you too, Dad. Saya dan harapan-harapanmu untuk saya. I never give up!

Oh ya hampir lupa, puisi-puisi yang ada di novel ini, amboi indahnya. Kisah tentang Keluarga Langit itu juga keren. Itu harapan yang sama yang saya sampaikan kalau mau hujan, agar hujan jangan turun dulu, setidaknya setelah saya sampai di rumah. Dan sekarang saya tahu kenapa hujan tetap saja turun dan membuat saya basah kuyup. Mungkin karena saya hanya tahu meminta, tetapi tidak menerbangkan layang-layang untuk awan🙂

***

Judul: Ayah | Pengarang: Andrea Hirata | Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Kesebelas, Maret 2016, 412 halaman, 20,5 cm | Status: Owned book | Rating saya: 4 dari 5 bintang

Posted in Books, Erlin Natawiria, Gagas Media, Setiap Tempat Punya Cerita

Athena Review

athena_uploaded_by_irabooklover

***

Kenapa buku-buku sekarang sampulnya cantik-cantik ya? Judulnya juga cakep-cakep. Sukses membuat saya tergoda untuk membelinya. Saking menggodanya, ibu saya yang ngakunya tidak punya waktu untuk membaca novel pun jadi kepingin membaca novel ini😀

Jadi, Athena menceritakan tentang  Widha, seorang mahasiswi merangkap jurnalis, yang belum bisa move on dari mantannya. Terus untuk “melarikan diri”, Widha memutuskan untuk jalan-jalan ke Athena. Di sana, dia bertemu dengan cowok bule cakep bernama Nathan.  Setelah perkenalan dengan sedikit insiden, Nathan dan Widha memutuskan untuk menjelajahi Athena bersama-sama. Namun, di tengah jadwal jalan-jalan yang seru, tanpa disangka, Widha bertemu dengan seseorang yang seharusnya dia lupakan. Seakan belum cukup, masalah juga muncul dari Nathan. Cowok itu seakan-akan merahasiakan sesuatu yang malah membuat Widha semakin penasaran.

Mmm, Athena adalah buku kedua dari seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) yang saya baca. Pertama, saya baca Holland. Dan setelah mengubek-ngubek Goodreads, saya baru tahu kalau Holland dan Athena ini ternyata beda season.

Athena cukup menghibur. Walaupun menurut saya, suasana kota Athena-nya kurang berasa. Tapi pesan moral yang bisa saya tangkap lumayan juga, tentang cara untuk bisa move on dari mantan. Lebih asyik lagi kalau saya punya tabungan yang cukup untuk traveling keluar negeri dan ketemu bule cakep di sana seperti Widha. Ah, saya rasa saya bakalan langsung bisa move on, *eh*.

At last, 3 dari 5 bintang untuk Athena. Untuk covernya yang begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda; untuk kutipan-kutipan indah dari lagu yang menjadi judul bab; dan untuk infomasi lagu di bagian “Playlist”. Nice🙂

***

Judul: Athena: Eureka! | Pengarang: Erlin Natawiria | Penerbit: Gagas Media | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Kedua, 284 halaman, 19 cm | Status: Owned book | Rating saya: 3 dari 5 bintang

Posted in Books, Clara Ng, Family, Icha Rahmanti, PlotPoint

Pintu Harmonika Review

pintu_harmonika_uploadedby_irabooklover

***

Covernya cantiiiik!!!

Ceritanya bikin senyum-senyum sendiri di awal, terus nangis bombay di akhir. Untuk bagian nangisnya abaikan saja, saya memang cengeng dari sononya soalnya.😀

Jadi buku ini menceritakan tentang petualangan 3 orang sahabat yang berbeda usia. Ada Rizal yang kira-kira seusia anak SMA, ada Juni yang masih SMP, dan David yang masih TK atau SD (saya kurang ngeh untuk bagian ini).

Mereka tetanggan, sama-sama tinggal di ruko yang gambarnya nongol di cover depan itu. Kalau kita amati, dari gambar cover itu, kita bakalan menemukan alasan kenapa judul novel ini adalah Pintu Harmonika.

Di belakang ruko mereka ini, ada sebuah tanah kosong yang mereka sebut Surga. Tanah ini terkesan terlantar, banyak ditumbuhi ilalang, dan ada juga coretan grafiti. Meskipun penampakannya mengerikan, tanah ini bagaikan surga bagi anak-anak tersebut. Tempat mereka bisa bermain dan menenangkan diri kalau ada masalah di rumah. Belum lagi di waktu yang tepat, saat sinar matahari sore menyinari ilalang, pemandangannya jadi cantik sekali.

Masalah terjadi saat si empunya tanah memutuskan untuk menjual tanah tersebut. Anak-anak tentu saja tidak rela. Mereka mulai melakukan beberapa aksi untuk mencegah penjualan tanah tersebut.

Ngomong-ngomong, membaca buku ini, membuat saya teringat bagaimana rasanya, saat hal-hal yang menurut saya indah (dalam kasus saya ada satu pohon cokelat, dua pohon kelapa, dan sepetak tanah kosong), hilang tak berbekas, hanya karena saya masih kecil dan tidak punya cukup uang untuk mempertahankan mereka.

Terus apakah surga anak-anak ini akan bernasib sama dengan surga saya? Silakan baca sendiri kisahnya😀

Yang pasti, ini bukan sekedar cerita bagaimana cara anak-anak tersebut mempertahankan surga mereka, tapi juga kisah tentang keluarga. Diceritakan dalam 4 sudut pandang yang berbeda, yang sebenarnya membuat saya jadi bingung dengan alur waktunya. Tapi karena saya malas mikir, *plaak*, saya telan bulat saja deh.

Banyak pesan moral dan juga kata-kata indah di buku ini. Tapi saya tak sempat ngasih post it. Soalnya saya penasaran ini cerita ujungnya bagaimana ya? Dan saat sudah sampai di bagian akhir, saya malah baper.

At last, buku ini cukup menghibur. Terutama di bagian cerita Rizal yang narsis. Terus saya juga terkesan dengan keberanian Juni untuk meminta maaf, kalau jadi dia, saya gak bakalan berani😄

***

Judul: Pintu Harmonika | Pengarang: Clara Ng dan Icha Rahmanti | Penerbit: PlotPoint | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama, Januari 2013 | Rating saya: 3 dari 5 bintang

 

Posted in Books, Dilan, Pastel Books, Pidi Baiq, Romance

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

dilan

Kekuatan cinta tak bisa cukup diandalkan.

Untuk bisa mengatakannya, ada kebebasan bicara, tetapi keberanian adalah segalanya

Pidi Baiq (1972-2098)

—hlm. 5

Covernya cakep, ada nuansa metalik gimana gitu. Dan untuk pertama kalinya, saya merasa ga tega ngasih sampul.

Jadi akhirnya saya baca Dilan juga setelah lumayan lama teronggok di timbunan. Mumpung saya masih senang-senangnya membaca novel Indonesia pasca tersihir oleh pesona 4R1A di The Chronicles of Audy.

Ngomong-ngomong, buku ini dibelikan oleh Bzee dengan ongkos kirim yang sangat murah. Terima kasih banyak ya Bzee, sudah mau direpotin buat nyariin buku Dilan (dan juga buku-buku lainnya)😀

Lanjut. Saya awalnya berharap banyak dari buku ini, tapi setelah membacanya di beberapa halaman awal, saya merasa sedikit kecewa. Saya merasa kurang nyaman dengan gaya bahasanya. Itu sebelum saya sadar, kalau saya belum pindah mode.

Oke, saya harus mematikan mode Audy dulu, baru kemudian pasang mode Milea dan syukurlah akhirnya berhasil. Walaupun entah kenapa saya masih agak kurang nyaman dengan “he he he”-nya para tokoh di buku ini.

Whatever-lah. Yang pasti asyik juga baca kisah cinta anak SMA tahun 1990. Ditahun itu saya masih jadi bayi sih, tapi saat membaca novel ini, saya bisa merasakan bagaimana “suasana waktu itu”. Keren.

Ngomong-ngomong lagi, saya sering sekali melihat buku ini mondar-mandir di social media, yang berarti, menurut pendapat sepihak saya, buku ini sangat populer.

Banyak yang suka sama Dilan, dan untunglah saya tidak. Kalau ya, saya sepertinya bakalan punya banyak saingan. Meskipun kalau saya bilang saya lebih memilih Rex daripada Dilan juga, saya tetap bakalan kena protes oleh Milea dan para penggemar Dilan yang lain, *ngawur*😄

Tapi dibandingkan cowok lain yang ada di buku ini, Dilan jelas jadi yang paling oke. Tidak mengherankan juga sih, karena cerita ini diceritakan dari sudut pandang Milea, yang jelas-jelas menyukai Dilan. Sampai-sampai saya juga sebal sama cowok lain yang berusaha mendekati Milea. Dan saya rasa saya bisa memahami Milea untuk kasus ini. Cowok lain yang berusaha pedekate memang terasa menyebalkan berkali-kali lipat kalau ada cowok seperti Dilan yang juga pedekate ke kita, wkwkwk.

Yah, saya lebih naksir Rex ketimbang Dilan, saya mengakui kalau caranya pedekate Dilan memang bisa bikin cewek meleleh. Unik, beda dari yang lain, dan membuat si cewek merasa istimewa dan terlindungi. Ngobrol sama Dilan jelas lebih menyenangkan. Dilan juga lucu. Dia sempurna sekaligus tidak. Ketidaksempurnaannya, sejauh yang bisa saya tangkap, kebanyakan untuk melindungi harga dirinya dan juga cewek yang dia sayangi. Dia bandel di sekolah tapi juga juara kelas. Dan  sepertinya ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. *tuh kan saya jadi memuji Dilan juga*.

At last, saya bingung mau ngomong apa lagi. Rasanya ikut senang aja gitu membaca kisah cinta Dilan dan Milea. Saya jadi penasaran juga, bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Somehow, saya merasa ada sedikit misteri tentang kenapa Milea, seakan-akan, tiba-tiba memutuskan untuk menceritakan Dilannya kepada kita. Memangnya ada apa ya? Saya sudah bilang kalau saya penasaran kan ya? Oke saya bilang lagi kalau saya penasaran. Tapi nanti dulu deh beli lanjutannya. Nunggu ada diskonan, soalnya ongkos kirim semakin mahal, *nasibtinggaldikotakecil*, *jadicurcol*.

***

Judul: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 | Pengarang: Pidi Baiq | Penerbit: Pastel Books | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Bandung, 2015 | Rating saya: 3 dari 5 bintang

Posted in Books, Family, Haru, Orizuka, Romance, The Chronicles of Audy

The Chronicles of Audy: O2 Review

dsc_5863

Haduh lucunyaaaaaa……

Beneran deh, saya betul-betul merasa terhibur oleh kelakuan Audy dan 4R. Selain kocak, ceritanya juga manis. Bukunya juga tidak tebal-tebal amat. Sampulnya cantik dan pinggiran halamannya pakai blink-blink (kali ini warna blink-nya hijau). Pembatas bukunya keren, dan ilustrasinya tjakkeb! 4R1A tampak ganteng-ganteng dan cantik.

So, kronik kehidupan Audy sekang menceritakan tentang perkembangan hubungan Audy dengan salah satu cowok 4R yang berkembang ke arah yang sama sekali tidak diduga oleh Audy.

Terus, Rex kan sebentar lagi mau pergi, sementara hubungannya dengan Rafael masih terkesan kaku. Jadi, Romeo dan Audy menjalankan misi untuk membuat Rex dan Rafael akrab.

Terus lagi, di O2, kita bakalan menemukan curhatan Romeo tentang … errr … silakan dibaca sendiri bukunya.😄

Lalu bagaimana dengan Regan? Regan baik-baik saja dengan Maura. Pasangan pengantin baru ini berbahagia selayaknya … emm … pengantin baru.

Lanjut, bagi saya, O2, membangkitkan kenangan tentang detik-detik sidang skripsi saya yang sudah lewat … errr … kira-kira 4 tahun yang lalu.😀

Ngomong-ngomong, buku terakhir dari seri The Chronicles of Audy ini luar biasa (menuruth saya loh ya😉 ). Semua “hal-hal yang harus dikhawatirkan oleh Audy” terselesaikan  dengan baik dan saya setuju (apa coba). Walaupun saya rasa mereka terlalu banyak diberi keberuntungan. Kehidupan nyata sepertinya tidak semudah itu. Tapi tidak ada salahnya berharap keberuntungan yang sama juga menghampiri kita di kehidupan yang sebenarnya kan?

Finally, maksud dari O2 yang menjadi judul buku ini benar-benar menghangatkan hati. Meskipun saya masih lebih pro dengan Rex ketimbang Romeo. Dan saya ingin memeluk Audy karena kata-kata bijaknya soal masalah ini.

Saya rasa seri ini akan saya baca ulang lagi kapan-kapan, terutama kalau saya lagi butuh banyak tertawa dan motivasi. Dan untuk buku terakhir ini, saya kasih bintang penuh deh. I’ll miss you, 4R1A. Oh ya, dan 2M juga😉

***

Judul: The Chronicles of Audy: O2 | Seri: The Chronicles of Audy #4 | Pengarang: Orizuka | Penerbit: Haru | Edisi: Cetakan pertama, Juni 2016, 364 halaman, 19 cm | Rating saya: 5 dari 5 bintang