Featured
Posted in Non Review

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017: Master Post

 

logo_bacabukuperpus

Whoaaa, maaf, master post Proyek Baca Perpustakaan 2017 baru bisa dipublish hari ini. Sudah lewat dari waktu “besok atau lusa” seperti yang saya janjikan di post pengumuman kemarin ya, hahhah.

Oke, mari kita lanjutkan Proyek Baca Buku Perpustakaannya. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, proyek ini diadakan karena perpustakaan-lah pusat buku terbesar di kota kecil saya. Tahun ini kami masih belum punya toko buku besar. Kalau ingin membaca buku novel yang update-an dikit, masih harus pergi ke Banjarmasin atau beli di toko buku online.

Continue reading “Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017: Master Post”

Posted in Non Review

BBI Share the Love 2017: Happy International Book Giving Day!

bbi-share-the-love

 

Yeay, alhamdulillah, akhirnya saya sempat juga mempublish post pembuka untuk event BBI Share the Love 2017 \^_^/

Okeh, langsung saja, jadi untuk memeriahkan International Book Giving Day, BBI mengadakan event BBI Share the Love 2017. Dalam event ini, para peserta akan saling tukar kado buku dan juga saling membuat post di blog peserta lainnya. Silakan klik gambar di atas untuk info lebih lengkap tentang BBI Share the Love.

Dalam event ini, saya berpasangan dengan Rima Dwi Andina, pemilik blog Pink’s Review. Silakan klik link ini untuk meluncur ke blognya Ima.

Waah, kebetulan sekali ya, background blog kami warnanya senada, haha.

Btw, saya senang sekali saat mengetahui kalau Ima mencantumkan romance diurutan pertama genre favoritnya. Soalnya saya jarang baca romance. Bukan karena saya tidak suka, tapi karena takut baper, wkwkwk.

Jadi yah mungkin nantinya saya bakalan nge-request Ima supaya isi guest post-nya tentang rekomendasi buku-buku romance yang tidak bikin baper, atau tips bagaimana supaya tidak baper saat membaca buku romance, hahaha.

Ngomong-ngomong, kado buku dari Ima sudah nyampe ke saya, senangnyaaaaa. Asik banget kadonya sampai pas bertepatan dengan International Book Giving Day. Sebenarnya saya sudah ingin ngepamerin, tapi sepertinya belum waktunya yah, :D.

Oke lah, sekian post pembuka saya untuk event BBI Share the Love 2017. Sampai jumpa lagi di guest post kami nanti yaaaa. See you ūüėČ

 

Posted in Non Review

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Wrap Up Post

 photo proyek_baca_buku_perpustakaan_zpsbae5o9ei.png

***

Halo peserta Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016 \^_^/

Bagaimana? Bagaimana? Ada berapa banyak buku perpustakaan yang berhasil kalian baca sepanjang tahun 2016?

Ngomong-ngomong, maafkan saya karena baru bisa nongol sekarang. Akhir-akhir ini Hayati sangat lelah dan sangat sibuk, Bang,¬†¬†ūüėĄ

Sampai-sampai saya tidak punya waktu lagi untuk membaca buku di saat weekend. Buku perpustakaan yang saya baca pun sangat sedikit. Saya cuma membaca The Capture, And The Mountain Echoed, The Moonstone, Interlude, Perahu Kertas, The Chronicles of Audy: 4R, Dancing on The Edge, dan One Hundred Wisdom Stories from Around The World. Yah, cuma 8 buku. *nangis*.

Nah, bagaimana dengan teman-teman? Setelah mengubek-ngubek akun medsos saya, mencari-cari mention-an teman-teman berhashtag #pbbp dan #bacabukuperpus, juga mencek mention-an Wrap Up. Berikut daftar buku perpustakaan yang saya masukkan ke undian untuk hadiah utama:

Continue reading “Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Wrap Up Post”

Posted in Andrea Hirata, Bentang Pustaka, Books, Family, Indonesian Literature, Romance

Ayah Review

ayah_uploadedby_irabooklover

***

Seorang ayah, tak boleh menyerah untuk anaknya

—Ayah, hlm. 373

***

Selamat Hari Ayah Nasional! #telat

Sebenarnya saya sudah membaca buku ini sejak kemarin, tapi karena ada insiden “the moment when you read a line that is so beautiful, you just close the book and stare at the wall for a minute” yang terjadi berkali-kali selama saya membaca buku ini, ditambah dengan ceritanya yang masuk kategori “sangat mengharukan” dalam standar saya yang artinya, … errrr … (silakan disimpulkan sendiri), akhirnya saya baru selesai membacanya hari ini.

Ngomong-ngomong, novel Ayah yang saya baca ini ternyata sudah edisi cetakan kesebelas. Tjakkeb!!!

Asiknya, membaca buku ini membawa kembali “rasa” yang muncul saat saya membaca karya-karya Andrea Hirata sebelumnya. Lucu, konyol, mengharukan, dan menghangatkan hati. Walaupun¬†yang paling memorable tetap buku Laskar Pelangi.

Awalnya saya bingung dengan banyaknya tokoh yang ada di dalam buku ini. Tapi setelah terus membaca, akhirnya saya menemukan benang merahnya. Apalagi saat momen “aha” itu terjadi, saya benar-benar tenggelam dalam ceritanya dan sedang mewek-meweknya. Keren.

Jadi, novel Ayah menceritakan tentang kisah cinta Sabari dan Marlena. Sabari jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Lena. Sayangnya, perasaan Sabari tidak berbalas. Namun, bukan Sabari namanya kalau dia tidak sabar dan menyerah begitu saja. Bertahun-tahun, Sabari berjuang untuk mendapatkan cinta Marlena. Apakah Sabari akhirnya berhasil? Hayuk, silakan dicari tahu sendiri :D.

Terus, apa hubungannya dengan kata “Ayah” yang menjadi judul dari novel ini? ¬†Kalau menurut saya sih banyak. Dari kisah cinta Sabari¬†ini, kita akan diajak berkenalan dengan berbagai macam tipe Ayah. Ada ayahnya si anu dan si anu dan si anu, dengan masalah “bagaimana menjadi seorang ayah” mereka masing-masing. Intinya (kalau menurut saya sih ya *pasang tampang sotoy* ), adalah, kutipan yang saya pajang di atas, “seorang ayah, tak boleh menyerah untuk anaknya”.

Di dalam kisah cinta Sabari, saya menemukan betapa besarnya cinta seorang ayah kepada anaknya. Untunglah tidak seperti kisah cinta Sabari yang tak berbalas, cinta si ayah juga dibalas oleh anaknya dengan sama besarnya. Walaupun ada juga sih beberapa anak yang membandel, tapi akhirnya mereka kena batunya dan menyesal, meskipun sepertinya sudah terlambat.

Jadi satu pelajaran lagi buat saya untuk selalu mematuhi dan menyayangi kedua orang tua saya. Ya keduanya, walaupun ayah saya sudah tiada. Saya juga merasakan penyesalan untuk setiap harapan-harapan ayah kepada saya yang tidak sempat saya wujudkan ketika beliau masih hidup. Saya hanya bisa berharap saya masih bisa memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan untuk menjadi anak saleh (semoga) yang doanya bisa tetap mengalir untuk beliau. *jadi mau nangis lagi*. *kangen ayah*.

At last, 4 dari 5 bintang deh untuk novel Ayah. Untuk berbagai “rasa” yang membuat saya sadar kalau saya juga pernah memiliki ¬†ayah yang juga¬†pantang menyerah untuk saya. And I won’t give up for you too, Dad. Saya dan harapan-harapanmu untuk saya. I never give up!

Oh ya hampir lupa, puisi-puisi yang ada di novel ini, amboi indahnya. Kisah tentang Keluarga Langit itu juga keren. Itu harapan yang sama yang saya sampaikan kalau mau hujan, agar hujan jangan turun dulu, setidaknya setelah saya sampai di rumah. Dan sekarang saya tahu kenapa hujan tetap saja turun dan membuat saya basah kuyup. Mungkin karena saya hanya tahu meminta, tetapi tidak menerbangkan layang-layang untuk awan ūüôā

***

Judul: Ayah | Pengarang: Andrea Hirata | Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Kesebelas, Maret 2016, 412 halaman, 20,5 cm | Status: Owned book | Rating saya: 4 dari 5 bintang