And The Mountains Echoed Review

 photo and_the_mountains_echoed_uploadedbyirabooklover_zpshlkgrm6t.jpg

***

…bagaimana pilihan yang kita ambil akan bergaung hingga ke generasi selanjutnya. Bagaimana cinta yang tulus akan bergema ke seluruh semesta, memanggil jiwa-jiwa yang kehilangan belahannya.

Demi apa coba, saya menemukan satu buku bagus lagi di perpustakaan daerah. *peluk gedung perpustakaan*

Meskipun kurang menguras air mata dibandingkan The Kite Runner dan A Thousand Splendid Suns, tapi The Mountains Echoed juga sanggup mengaduk-ngaduk emosi. Saya lagi-lagi speechless pasca membaca buku ini.

Ini kisah tentang kehidupan keras di Afganistan. Kisah yang menyadarkan saya untuk mensyukuri apa yang sudah Tuhan titipkan kepada saya.

Cerita diawali dengan kisah perpisahan antara Abdullah dan adik kesayangannya, Pari. Kesulitan hidup memaksa ayah mereka untuk menjual Pari kepada pasangan keluarga kaya. Kesedihan Abdullah karena kehilangan Pari seakan bergaung ke seluruh semesta. Tapi Abdullah masih punya harapan, dan terus berjalan.

Awalnya saya sedikit bingung karena setelah kisah Abdullah dan Pari, cerita beralih ke kisah ibu tiri mereka. Kemudian cerita beralih lagi ke Paman Tiri mereka, dan begitu seterusnya. Tapi kisah mereka semua berhubungan. Cerita bahkan melintasi generasi dan juga benua. Merambat ke orang-orang asing bagaikan gema.

At last, bukunya bagus banget kalau menurut saya. Judul dan filosofinya juga keren. 4 dari 5 bintang untuk The Mountain Echoed. I really liked it.

***

Judul: And The Mountains Echoed – Dan Gunung-Gunung Pun Bergema | Pengarang: Khaled Hosseini | Penerbit: Qanita | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan III, Februari 2014, 516 halaman | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Kab. Hulu Sungai Utara | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Submitted for

The Chocolate Chance Review

 photo 20160123_074639_zpsclrg6ous.jpg

 photo 05865-banner2bposbar2b2016_zpswx291h9a.jpg

***

First Book Shopping saya di bulan Januari. Sebenarnya saya juga ikutan event Secret Santa sih, tapi kebetulan saya juga punya buku pertama yang saya beli di bulan Januari, ngikut teman saya yang nitip beli buku online. Kebetulan saya sudah menunggu-nunggu kesempatan untuk membeli The Chocolate Chance. Dengan ini, maka saya sudah khatam membaca semua seri Love Flavour \^_^/
Continue reading

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared Review

DSC_0001

 photo 05865-banner2bposbar2b2016_zpswx291h9a.jpg

SecretSanta

***

Saya rasa kalau Anda pernah bertanya kepada diri sendiri, “Haruskah saya…”, jawabannya adalah “Ya!”. Kalau tidak bagaimana, Anda tahu bahwa jawabannya adalah tidak?

(The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared, hlm 508)

Satu lagi buku bagus pemberian Santa. Ceritanya rada absurd, tapi bagus.

Ngomong-ngomong, ada Indonesia loh di sini. Aseeekk, I liked it. Meskipun cerita tentang Indoesia terkesan tidak bagus, but, it’s OK. Bisa dianggap sebagai kritikan yang membangun, ahaha. Karena, kalau dipikir-pikir,  meskipun tidak semua, tapi dalam banyak kasus, sepertinya Indonesia memang seperti itu ya, ehm, *ngumpet*.

Nah, bagaimana Indonesia di petulangan kakek berusia 100 tahun ini? Well, silakan baca sendiri. Pokoknya peristiwa pasca si kakek memanjat keluar dari jendela kamarnya benar-benar penuh kejutan.

Sama seperti buku pemberian Santa yang satunya, buku ini juga membuat saya speechless. Saya suka sekali. Terutama tentang pelajaran untuk selalu berpikir positif. Saya iri sekali dengan si kakek yang mampu menganggap semua masalah secara simpel. Apa pun yang akan terjadi akan terjadi juga. Yeap, itu kalimat pamungkasnya.

Saya juga tertarik dengan khayalan si kakek tentang Nirwana. Menurutnya, harmoni sempurna dan absolut dapat ditemukan di sebuah kursi pantai di bawah sebuah payung di iklim yang cerah dan hangat di mana kita minum beraneka minuman dingin.

Well, berkebalikan dengan khayalan kakek, menurut saya harmoni sempurna itu dapat ditemukan di sofa empuk di depan perapian di iklim bersalju yang dingin di mana kita dapat minum minuman hangat. Haha, mungkin perbedaan khayalan ini ada hubungannya dengan tempat kita dibesarkan.

Terakhir, saya benar-benar menyukai wawancara dengan penulis di bagian akhir buku. Terutama kalimat yang ini:

Tetapi, menurut saya banyak orang yang harus memanjat keluar dari jendela mereka. Perspektif saya adalah kita hidup sekali saja, saya tidak yakin, tetapi itu yang saya percayai. Saya rasa kalau Anda pernah bertanya kepada diri sendiri, “Haruskah saya…”, jawabannya adalah “Ya!”. Kalau tidak bagaimana, Anda tahu bahwa jawabannya adalah tidak?

Nah, saya jadi langsung ingin memanjat jendela agar dapat mengerti bahwa hidup adalah petualangan yang sangat layak dijalani.

Terima kasih Santa sudah memberikan saya buku ini. Tebakan tentang siapa Santa saya ada di review buku Sabtu Bersama Bapak yang saya post sebelum post ini. Doakan semoga tebakan saya benar yaaa, thank you (‘▽’ʃƪ) ♥

***

Judul: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared | Pengarang: Jonas Jonasson | Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Ketujuh, September 2015, 508 halaman | Status: Owned book, Hadiah dari Secret Santa 2015 (‘▽’ʃƪ) ♥ |  Rating saya: 5 dari 5 bintang

Sabtu Bersama Bapak Review & Secret Santa 2015: Reveal My Santa

 photo DSC_0019_zpswmisssqt.jpg

***

Seperti yang saya rencakan di post riddle, saya ingin membaca buku pemberian Santa di waktu yang spesial, yaitu tanggal 1 Januari, dengan ditemani secangkir caramell machiato dan juga hujan.

Eh tapi saya tunggu-tunggu sampai seminggu, alih-alih hujan, cuaca malah panasnya bukan main. Heaaah, ini mau membaca buku saja kok ribet banget ya XD.

Akhirnya saya putuskan saya saja yang jadi hujannya, ahaha. Soalnya, saat saya baru membaca sampai prakatanya doang, mata saya sudah berkaca-kaca. *cengengakut*

Daaaaan, yang bisa saya bilang setelah membaca Sabtu Bersama Bapak adalah … saya naksir Cakra, #eeeeh, #abaikan.

Ngomong-ngomong, saya keliru menilai Sabtu Bersama Bapak. Sebelum membaca, saya kira ceritanya sedih. Tapi ternyata kisahnya campuran antara mengharukan dan lucu sekaligus.

Pesan-pesan yang disampaikan Bapak, terasa benar, dengan alasan logis, tanpa merasa digurui.

Gara-gara buku ini, saya jadi merindukan ayah yang sudah berpulang. Ayah memang tidak seperti Bapak yang meninggalkan video untuk anak-anaknya. Tapi Ayah mewariskan kegemaran membacanya, dan saya rasa itu sama kerennya dengan video Bapak ;)

At last, saya bingung mau menulis apa lagi. Sabtu Bersama Bapak membuat saya speechless. Lebih karena buku ini sarat akan kenangan dan kehangatan keluarga. Juga tentang bagaimana cara menjadi ayah, ibu, kakak, adik, suami dan istri yang baik. Tak ketinggalan juga cara bagaimana menjadi jomblo kece yang optimis dalam mencari jodoh, wkwkwk.

So, Santa, terima kasih banyak buat bukunya. Bukunya baguuuussssss pakai banget.

Kasih pelukan sehangat caramell machiato buat Santa ♥(˘⌣˘ C)

***

Judul: Sabtu Bersama Bapak | Pengarang: Adhitya Mulya | Penerbit: Gagas Media | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Ketujuh, 2014, 278 halaman | Status: Owned book, Hadiah dari Secret Santa 2015 (‘▽’ʃƪ) ♥ |  Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

 photo 05865-banner2bposbar2b2016_zpswx291h9a.jpg

***

SecretSanta

Secret Santa 2015 ♡〜٩( ╹▿╹ )۶〜♡

Untuk pertama kalinya, saya merasa yakin bisa menebak Santa saya. Riddle-nya tidak terlalu sulit. Saya hanya perlu mencari siapa BBI-er yang suka buku, hujan, kopi. Dan karena Santa mengaku berasal dari Romantic City in Java, saya menetapkan tersangka kepada peserta SS yang berdomisili di Bandung.

Eh tapi … saya sudah mengunjungi semua blog tersangka SS, tapi tidak ada yang blognya mengacu kepada buku, kopi dan hujan.

Baiklah, dengan menganggap semua kota di Indonesia itu romantis….saya mengunjungi semua blog peserta….dan ternyata belum nemu juga. *mulai panik*.

Akhirnya, saya putuskan untuk berkunjung ke semua akun media sosial para peserta, satu persatu sesuai dengan urutan peserta SS yang ada di sini. Finally, di urutan ke-34, saya akhirnya nyampe di sini:

tersangka_ss_2015

Nah, pas banget. Coffee, Book & Rain plus Bandung. Maka dengan ini saya memutuskan kalau Santa saya adalah Siro @ Review Siro.

Meskipun masih ada 33 peserta lagi yang belum saya stalking akun medsos-nya, saya cukup yakin dengan tebakan saya, *diyakinyakinkan*

Tapi siapapun Santa saya, terima kasih sekali lagi buat buku, kopi dan hujannya. Bukunya bagus,  Caramell Machiato-nya enaaaaak, dan hujannya, walaupun turunnya telat, bikin adem ;)

Oh ya, Santa ngasih saya satu buku lagi, The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared. Reviewnya bisa dilihat di post saya berikutnya yang kira-kira publish 5 menit lagi XD. So, don’t miss it yaaa.

The Capture Review

 photo DSC_0017_zps8e6tgp6w.jpg

***

Blurb:

Soren dilahirkan di Hutan Tyto, tempat tinggal Burung Hantu Barn yang selama ribuan tahun hidup dalam damai.

Saat masih belum bisa terbang, Soren diculik dan dibawa ke tempat yang bernama Sekolah untuk Burung Hantu Yatim Piatu. Di tempat itu terdapat ribuan anak Burung Hantu yang menjadi korban penculikan.

Kedamaian dunia Burung Hantu terancam.

Bersama sahabat barunya yang cerdas – Gylfie – dia berusaha meloloskan diri demi mencari keluarganya dan melindungi dunia burung hantu dari bahaya yang mengancam.

Inilah awal petualangan yang menegangkan dan juga menakjubkan…

 

Wahh, ada buku keren ini di perpustakaan daerah. Sepertinya filmnya sering ditayangkan di TV nasional ya, tapi belum sempat saya tonton :D

Sejak dulu saya suka burung hantu. Sepertinya burung hantu identik dengan hal-hal seperti kutu buku, kecerdasan, kebijaksanaan, dan sebagainya.

Meskipun saya suka burung hantu, dan buku ini sudah difilmkan—biasanya buku yang difilmkan itu seru kan ya?—tapi saya rasa cerita petualangan Soren biasa-biasa saja, *kenakeplak*.

Tapi asik sih, ada banyak pengetahuan mengenai burung hantu. Lumayan penasaran juga, apakah Soren dan kawan-kawan berhasil mengalahkan musuh-musuhnya.

Mungkin nanti kalau saya sudah baca seri lengkapnya, baru terasa serunya. Tapi karena ini buku perpustakaan, saya rasa saya bakalan kesulitan menemukan serinya secara lengkap. Jadi sabar saja deh, ahaha.

Ada satu nasihat yang cukup berkesan bagi saya dari buku ini, tapi saya lupa letaknya dimana. Pokoknya tentang melihat sesuatu dari sisi baiknya.

At last, 3 dari 5 bintang lah untuk petualangan si burung hantu. I liked it.

***

Judul: The Capture | Pengarang: Kathryn Lasky | Series: Guardians of Ga’Hoole |  Penerbit: Kubika | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Juli 2010 | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Kab. Hulu Sungai Utara | Jumlah halaman: 338 halaman | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Submitted for #pbbp dan CLRP

childlit_01

Receh Untuk Buku 2015 Wrap Up

reecehuntukbuku2015

Rangkuman hasil Receh untuk Buku Tahun 2015.

Tahun lalu, saya tidak mengikuti ketentuan Receh untuk Buku. Alih-alih menghitung dan membelikan receh saya untuk buku, saya malah melanjutkan tabungan saya ke tahun 2015 :D

Tabungan saya di tahun 2014 bisa dilihat di gambar di bawah:

recehuntukbuku2014

Nah, di akhir tahun 2015 tadi, tabungan saya ada peningkatan nih:

DSC_0006

Dan saya putuskan untuk tidak membongkar tabungan ini dan melanjutkannya sampai penuh saja, ahaha, #selfkeplak.

Yah, karena sudah dua kali mangkir dari ketentuan tantangan ini, saya rasa saya tidak akan mengikuti Receh untuk Buku 2016 kalau nanti ada. Saya jadi malu tabungannya disimpan terus XD

Semoga nanti kalau sudah penuh, saya akhirnya bisa menghitung dan membelanjakannya untuk buku. Maklum, di kota kecil, butuh modal yang besar untuk membeli sebuah buku, jadi tabungan saya harus dibanyakin dulu nih, biar puas nanti belanjanya ;)