Proyek Cinta Perpustakaan

proyek-cinta-perpustakaan Hai teman-teman \^_^/

Hari ini saya mau cerita nih. Tadi pagi saya berkunjung ke Perpustakaan Daerah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Nah, ternyata perpustakaan itu dapat tambahan rak baru plus beberapa buku baru juga. Haduuuuuuh….senangnyaaaaaa.

Ini nih penampakan rak barunya. Maaf ya fotonya seadanya. Saya sambil malu-malu sih ngambilnya. Soalnya tadi ada beberapa anak SMA yang lagi cari buku. Yah, takutnya mereka ilfil aja melihat ada tante-tante alay yang gak ada kerjaan jeprat-jepret rak perpustakaan :D

rak_baru_perpus_bjb

Lalu, perasaan senang saya tadi sayangnya cuma sesaat. Tiba-tiba saya ingat kalau saya bakalan tidak bisa rutin berkunjung ke perpustakaan ini. Tidak lama lagi, saya harus kembali ke kampung halaman saya di kota Amuntai (kurang lebih 4 jam perjalanan dari kota Banjarbaru) karena dapat pekerjaan tetap di sana. Paling maksimal saya masih di kota Banjarbaru sampai bulan Juni.

Nah, saya jadi galau mendadak deh. Ini berarti adalah bulan-bulan terakhir saya mengunjungi perpustakaan. Saya bertekad untuk mengunjungi perpustakaan ini setidaknya satu minggu sekali sejak hari ini plus meminjam dan membaca buku-bukunya sebanyak yang saya bisa. *rencananya sih, ahahahah*.

Maka ide untuk mengadakan Proyek Cinta Perpustakaan ini pun tercetus. *halah*. Proyeknya sederhana saja kok, yaitu membaca buku-buku dari perpustakaan dan menyingkirkan untuk sementara timbunan saya sendiri yang sudah menggunung. :D Meskipun ini proyek pribadi sebagai ungkapan cinta saya kepada perpustakaan *lebay*, tapi teman-teman yang pengen ikut boleh saja kok. Syaratnya mudah saja:

  1. Cukup pinjam dan atau baca buku dari perpustakaan di kota kalian.
  2. Share foto bukunya. Pastikan label buatan perpustakaannya terlihat sebagai bukti kalau buku tersebut memang dipinjam dari perpustakaan  :D
  3. Jangan lupa mention saya dengan hashtag #ProyekCintaPerpustakaan di akun FB: Ira Mustika, atau Twitter: @irabooklover.
  4. Yang mau sekalian me-review bukunya juga boleh. Silakan tinggalkan link review kalian di kolom komentar di post review buku perpustakaan saya yang mana saja selama tahun 2015. Reviewnya boleh di akun media sosial mana saja selama memungkinkan. Ga harus di blog kok.
  5. Proyek ini berlangsung dari tanggal 19 Januari – 31 Desember 2015. Diakhir periode saya akan membuat Wrap Up Post sekalian menghitung seberapa banyak buku yang sudah saya pinjam dari perpustakaan. Silakan laporkan hasil kalian juga di kolom komentar Wrap Up post saya nanti.
  6. Oh ya jangan lupa pasang button Proyek Cinta Perpustakaan di bawah di sidebar blog dan di setiap post review kalian bagi yang membuat review-nya di blog.

proyek-cinta-perpustakaanNah teman-teman ayo ikut ramaikan proyek ini dan tunjukkan cintamu kepada perpustakaan dengan membaca buku-bukunya \^_^/

Warna Berbeda Negeri Sakura Review

warna_berbeda_negeri_sakura_by_sunardi_albanyumasi

***

Waktu mereview A Game of Thrones, saya bilangnya kalau sekilas, buku tersebut ketebalannya masih bisa ditoleransi. Tapi kenyataannya, buku tersebut tebalnya amit-amit. Target saya yang awalnya selesai baca dalam 1 hari malah molor jadi 3 hari.

Berkebalikan dengan buku ini. Tampak sekilas, Warna Berbeda Negeri Sakura memiliki ketebalan sekitar tiga ratusan halaman. Setelah dibaca ternyata tebalnya cuma 180 halaman. Selesai sekali baca :V

Kalau tidak salah, buku ini diterbitkan secara self-publishing. Jadi saya sudah siap-siap dengan keberadaan typo. Sebenarnya saya tidak terlalu teliti sama yang namanya typo. Tapi kalau typo-nya muncul langsung di halaman pertama. Well, saya yang biasanya tidak aware pun jadi langsung ngeh.

Kalau dari segi bahasa, buku ini enak dibaca. Lancar seperti tulisan-tulisan di dalam blog. Tapi saya lebih senang kalau bahasanya mendapat sentuhan editor sekali lagi. Meskipun bahasa santai ala blog sebenarnya juga tidak apa-apa. Tapi, somehow, rasanya lebih nyaman saja membaca tulisan yang tata bahasanya lebih rapi ^^

Ngomong-ngomong, saya sudah sering membaca buku tentang pengalaman orang Indonesia yang tinggal di luar negeri. Tapi saya belum pernah membaca tentang mereka yang tinggal Jepang. Jadi, semua informasi yang ada di buku ini baru bagi saya. Kebanyakan membuat kaget malah.

Total ada 23 kisah di buku ini. Salah satunya adalah kisah tentang Coretan Orang Indonesia di Gunung Fuji. Dulu saya pernah mendengar berita tentang peristiwa ini. Tapi saya tidak menyangka kalau orang Jepang sana benar-benar menganggap serius peristiwa tersebut. Well, sepertinya mereka benar-benar marah, ngeri juga yak :(

Terus ada juga kisah tentang betapa repotnya membuang sampah di Jepang. Baca sendiri deh. Membayangkannya saja sudah repot. Saya jadi bimbang, maunya sih bilang enakan di Indonesia, buang sampah apa saja tinggal lempar ke tempat pembuangan akhir. Tapi kalau membaca bagaimana orang Jepang memperlakukan sampah mereka, sepertinya hasilnya bakalan lebih bersih dan bermanfaat.

Kemudian ada juga cerita tentang trend bunuh diri di Jepang. Menurut buku ini alasannya karena … errr … sepertinya ga seru deh kalau saya kasih tahu. Silakan baca sendiri bukunya :D Yang pasti hal ini merubah sedikit pandangan saya terhadap Jepang. Awalnya saya kira Jepang ini negara yang cukup agamis, etapi ternyata … .

Oh ya selain itu, di dalam kisah ini, ada sifat orang Jepang yang patut diacungi jempol. Sifat itu adalah kejujuran dan keberanian mereka untuk mengakui kesalahan. Keren banget itu mah kalau menurut saya.

Lalu ada juga kisah tentang Negeri Vending Machine. Nah ini salah satu hal di Jepang yang membuat saya iri. Kata buku ini, mesin minuman tersebar di setiap tempat dengan radius kurang dari 100 meter di seluruh pelosok negeri dari pusat kota sampai di pinggir hutan. Keren sekali.

Jadi ingat kalau dulu saya pernah ikut pertandingan olahraga yang baru selesai lewat tengah malam. Waktu itu pengen beli minuman. Tapi warung-warung yang masih buka dipenuhi cowok-cowok yang lagi nongkrong-nongkrong ga jelas. Saya jadi tidak berani mampir. Yah, seandainya saja ada banyak vending machine kayak di Jepang.

Kemudian yang paling membuat saya iri adalah bagaimana sepeda menjadi alat transportasi yang penting di Jepang. Beda sekali dengan di Indonesia ya, apalagi di daerah saya. Ga tahu juga kenapa, setiap kali saya memakai sepeda, tetangga-tetangga pada bertanya keheranan. Kata mereka, “kok pakai sepeda, kan kamu punya motor?”. Selalu saja seperti itu. Belum lagi orang-orang di jalan dan juga rekan kerja di kantor yang sepertinya juga terbengong-bengong kalau melihat saya bike to work. Memang kenapa sih kalau saya bersepeda? *garuk-garuk gingsul*.

Sebenarnya masih banyak cerita yang berkesan dari buku ini. Tapi kalau saya tulis semua sepertinya bakalan panjang sekali.

Ngomong-ngomong ada 2 hal lagi yang agak mengganggu saya. Pertama, kisah-kisah di buku ini diawali dengan pendahuluan tapi tidak ada penutupnya. Bukan masalah besar sebenarnya. Tapi saat saya selesai membaca kisah terakhir, tiba-tiba saja saya langsung berhadapan dengan daftar pustaka. Rasanya seperti … errrr … ditinggal begitu saja saat kita tur di sebuah tempat wisata oleh si pemandu.

Yang kedua, judul buku ini. Betul sih kalau judulnya Warna Berbeda Negeri Sakura dan isinya tentang perbedaan-perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia. Tapi saya rasa kata “warna berbeda” tidak tepat menggambarkan isinya. Somehow, I can’t feel the colour.

Errr… saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Mungkin begini ya. Dalam bayangan saya saat pertama kali membaca judul buku ini, “warna berbeda” itu berarti saya bisa merasakan perbedaan itu seperti saya merasakan perbedaan antara warna merah dan kuning, misalnya.

Kalau dari contoh buku, mungkin seperti buku The Mint Heart, The Strawberry Surprise, sama The Vanilla Heart. Membaca ketiga buku itu benar-benar membuat saya bisa merasakan rasa mint, strawberry dan vanilla-nya.

Untuk kasus buku ini, mungkin quotes yang ada disetiap awal kisah itu bisa diganti dengan quotes yang menggambarkan “warna berbeda”. Mungkin saja sih, hahhah.

At last, menurut saya loh ya, buku ini sangat informatif dan memberikan inspirasi. Kadang-kadang ada lucunya juga. Saya rasa buku ini juga jujur mengatakan kalau kuliah di negeri orang ternyata tidak semenyenangkan seperti yang sering dikatakan buku-buku lain, tapi somehow, buku ini sekaligus memberikan tantangan untuk membuktikan seberapa tangguh sih kita menghadapi shock culture. Huaahhh, saya jadi kepengen kuliah ke luar negeri jugaaaa.

So, 3 dari 5 bintang deh untuk Warna Berbeda Negeri Sakura. I liked it :)

NB: My Favourite Quote
Jadi bagi yang ingin ahli dalam menambal sepeda bersekolahlah di Jepang.
—hal 17

***

Judul: Warna Berbeda Negeri Sakura | Pengarang: Sunardi Albanyumasi | Penerbit: Jentera Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2015, 180 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 3 dari 5 bintang 

***

Review ini diikutkan dalam event New Authors RC 2015  dan Lucky No. 15 RC Category Dream Destination

The Mark of Athena (Reread) Review

***

Kesan saya setelah reread The Mark of Athena? Oh ya saya kira saya sudah tahu bagaimana kisahnya. Tapi ternyata saya lupa. Setelah dicek ternyata dulu saya membaca ini di tahun 2012. Well, sudah lumayan lama juga. Saya hanya ingat detail awal dan akhirnya saja. Yang tengah-tengah hanya ingat samar-samar.

So, syukurlah, saya bisa merasakan kembali keseruannya. Well, tapi saya bingung mau menceritakan apa lagi di The Mark of Athena. Saya rasa endingnya-lah yang patut diacungi jempol. Saya masih ingat betapa merasa …errr… tergantunginya saya waktu pertama kali membacanya. Menunggu terbitnya buku lanjutannya terasa begitu lama. Bahkan setelah The House of Hades terbit, saya tetap tidak berani membacanya. Saya memutuskan untuk menunggu Blood of Olympus terbit dulu, baru membaca The House of Hades.

Seperti judulnya, The Mark Athena menceritakan tentang Tanda Athena yang membimbing 7 demigod kita untuk mengikuti tandanya. Sayangnya, tanda ini hanya bisa dilihat oleh Annabeth, selaku putri Sang Dewi. Dan Annabeth jugalah yang ujung-ujungnya harus menuntaskan misi ini sendiri.

Sayangnya, sejarah mengatakan putra-putri terpilih Athena yang sebelumnya tidak ada yang pernah berhasil menuntaskan misi tersebut. Tapi pertaruhannya begitu besar. Kalau Annabeth berhasil, maka Annabeth bisa membawa kedamaian antara Yunani dan Romawi.

Berhasilkan Annabeth? Well, silakan baca sendiri deh. Yang pasti siap-siap saja sama ending yang gantung.

At last, tetap 5 dari 5 bintang untuk The Mark of Athena. Selalu untuk Percy dan kawan-kawan :)

***

Judul: The Mark of Athena | Pengarang: Rick Riordan | Penerbit: Mizan Fantasi | Edisi: Bahasa Indonesia, Oktober 2012 | Status: Owned book | Rating saya: 5 dari 5 bintang 

The Demigod Diaries (Reread) Review

the_demigod_diaries

***

Menyenangkan sekali bisa reread buku The Demigod Diaries. Dulu buku ini adalah hadiah dari Secret Santa saya di tahun 2013. Gara-gara itu, setiap kali melihat buku ini, saya jadi senyum-senyum sendiri. Senang karena mendapatkan buku yang keren abis, dan bercampur malu juga kalau mengingat betapa payahnya saya dalam menebak riddle.

Ngomong-ngomong, setelah mengenal buku ini,  saya baru ngeh sama yang namanya companion book. Dulu buku ini menjadi pengobat rindu saya kepada perkemahan blasteran. Jadinya, meskipun hanya ada 4 cerita pendek, saya sangat menyukai buku ini.

Cerita pertama berjudul Buku Harian Luke Castellan. Ah, kalau mengingat Luke, saya jadi sedih. Tahu lah ya bagaimana nasib Luke pada akhirnya. Padahal awalnya dia baiiiikkkkk sekali.

Cerita kedua berjudul Percy Jackson dan Tongkat Hermes. Disini saya rasa Percy beruntung sekali karena Hermes meminta tolong disaat yang tepat. Selain itu imbalan dari Hermes kepada Percy juga keren sekali. Tapi iya sih, harganya lumayan mahal. Salah-salah Percy dan Annabeth bisa mati konyol dilindas raksasa padahal mereka baru jadian.

Cerita ketiga berjudul Leo Valdez dan Misi Menemukan Buford. Nah, ini ceritanya kocak khas Leo, Jason, dan Piper. Kalau kalian sudah baca dan tahu siapa itu Buford, maka kalian akan merasa gregetan sama Leo sekaligus bingung karena Leo ini bikin gregetan tapi tetap imut :D

Cerita keempat berjudul Putra Sihir. Tapi cerita ini karangan anaknya Rick Riordan lo. Misteri tentang Kabut serta mengapa para monster bisa membaui para blasteran terjawab dicerita ini.

Selain cerita-cerita di atas, ada bacaan-bacaan dan permainan menarik di buku ini. Ada juga potret beberapa demigod yang saya tolak kebenarannya karena dalam bayangan saya Percy jauh lebih cakep daripada itu :V

At last, sama seperti dulu, 4 dari 5 bintang untuk The Demigod Diaries. Tidak full rated karena menurut saya ceritanya terlalu pendek :D

***

Judul: The Demigod Diaries | Pengarang: Rick Riordan | Penerbit: Mizan Fantasi | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama, Juni 2013, 344 halaman | Status: Owned book, Hadiah dari my Secret Santa 2013 :D | Tanggal terima: 13 Desember 2013 | Rating saya: 4 dari 5 bintang 

Wishful Wednesday #41, Trio Detektif

Wishful Wednesday

Sudah lama sekali saya tidak ikut Wishful Wednesday. Hari rabu seakan selalu terlewat begitu saja. Nah, karena hari ini adalah rabu terakhir di bulan Ramadhan, sayang rasanya kalau saya melewatkannya lagi. Siapa tahu dibulan yang penuh berkah ini, harapan saya yang satu ini dikabulkan  ^_^

Oke, hari ini saya lagi kepengen buku-buku ini:

 photo ww_zpsn356e2vp.png
 
Serial Trio Detektif

Screenshoot di atas saya ambil dari situs gramedia.com. Berikut sinopsis buku pertamanya yang saya ambil dari Goodreads

Nama Indonesia disinggung pertama kali dalam buku ini lalu muncul kembali dalam cerita ke 19 Misteri Danau Siluman (The Secret of Phantom Lake). Indonesia diceritakan sebagai tempat dimana Jonathan Rex mendapat luka di wajahnya karena berkelahi.

***

Selama lebih dari 20 tahun belum ada seorang pun yang tahan berada di PURI SETAN sepanjang malam. Hantu biru yang bermain orgel, kabut kengerian, jeritan menyeramkan, erangan dan desahan, sanggup membuat orang yang terberani sekalipun lari tunggang langgang.

Apa – atau siapa – yang menghantui puri itu?

TRIO DETEKTIF bertekad untuk menyelidikinya – dengan jalan mendatangi puri itu pada malam hari!

 

Saya pertama kali membaca buku ini waktu SMP. Dulu perpustakaan SMP saya punya koleksinya. Meskipun tidak lengkap tapi lumayanlah.

Nah, sekarang saya kangen ingin membaca buku ini lagi. Sempat mengira kalau buku ini bakalan sulit ditemukan sekarang. Eh tapi syukurlah sekarang Gramedia mencetak ulang ya. Saya telat tahunya. Bukunya sudah cetak ulang segitu banyaknya. Lumayan juga ya kalau beli semuanya sekaligus, hahhhah.

Oke deh, ini WW saya hari ini. Punya buku incaran minggu ini? Yuk dishare! Silakan klik gambar paling atas untuk info cara mengikuti meme ini ya.

Selamat hari rabu terakhir di bulan Ramadhan dan Selamat Idul Fitri yaaaa \^_^/

The Son of Neptune (Reread) Review

 photo the_son_of_neptune_by_rick_riordan_uploaded_by_irabooklover_zpsdhgkvrqu.jpg

***

Setelah diajak kembali ke Perkemahan Blasteran lewat The Lost Hero, mengira bakalan ketemu pahlawan favorit tapi ternyata malah ketemu pahlawan baru bernama Jason alih-alih Percy, well, sebenarnya tidak apa-apa sih mengingat Jason juga cakep, *eh*.  Tapi tetap saja, Percy dan Jason kan beda. Jason terkesan lebih serius dan Percy itu … errr … apa adanya dan lucu. Setiap nama Percy disebut di The Lost Hero, saya jadi kangen sama Percy, *halah*. Hei tapi rasa kangen saya terbayar tuntas dengan buku kedua ini. Tuh, judulnya aja The Son of Neptune. Jadi kita bakalan ketemu Percy lagi nih. Ahahaha.

Sama seperti Jason, Percy juga dibuat amnesia. Eh tapi selain namanya sendiri, Percy hanya ingat satu nama lain, yaitu Annabeth. Huaaahhh… menurut saya ini manis sekali.

Sama seperti Jason juga, Percy harus berjuang melawan para monster sebelum menemukan perkemahan yang membuatnya aman. Tapi karena Percy tersesat di sebuah area yang katakanlah lebih kejam sedikit dibandingkan Perkemahan Blasteran, Percy harus pontang-panting dulu seperti gembel yang dikejar-kejar monster.

Di sini, Percy menemukan keluarga baru meskipun pada awalnya mereka sama sekali tidak ramah. Dan memang sifat pahlawannya Percy itu selalu melindungi yang lemah kali yak sehingga dia lagi-lagi ditempatkan di sebuah kelompok yang dianggap pecundang dan mendapatkan dua teman baru bernama Hazel dan Frank yang juga dianggap payah.

Eh tapi lagi-lagi Percy mengajarkan kalau meremehkan orang itu bukan sifat yang baik. Percy percaya kalau Hazel dan Frank itu hebat. Mereka tergabung dalam sebuah misi dan Frank-lah yang jadi pemimpin. Satu lagi sifat baik Percy, walaupun dia kelihatannya adalah seorang demigod yang hebat dan berpengalaman, tapi dia sama sekali tidak mengklaim tampuk kepemimpinan dan tetap rendah diri. Bravo Percy.

Ngomong-ngomong ada yang membuat saya sedikit bingung di sini. Bukannya Raksasa itu hanya bisa dibunuh oleh Dewa dan demigod bersama-sama? Tapi kok Raksasa yang di Alaska bisa dibunuh tanpa bantuan Dewa? Atau Dewa yang terantai itu sebenarnya sudah membantu yak?

Whatever deh. At last, saking serunya saya sampai sengaja melambat-lambatkan membaca. Rasanya pengen lama-lama gimana gitu dalam petualangan Frank, Percy dan Hazel. So, tetap 5 dari 5 bintang lagi untuk The Son of Neptune. Love it.

NB:  Quote Favorit — Tanggung jawab. Pengorbanan. Itulah hal-hal yang sungguh bermakna. —hal 471

***

Judul: The Son of Neptune | Seri: The Heroes of Olympus #2 | Pengarang: Rick Riordan | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, Agustus 2012 | Penerbit: Mizan Fantasi | Penerjemah: Reni Indardini | Jumlah halaman: 547 halaman | Status: Owned book (Mizan Online Agustus 2012) | Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

Review ini diikutkan dalam event Lucky No. 15 RC Category Dream Destination

lucky-no15

The Lost Hero (Reread) Review

 photo the_lost_hero_by_rick_riordan_uploaded_by_irabooklover_zpsto3zadj3.jpg

***

Oh sudahlah. Saya sudah terlanjur suka dengan Percy. Jadi abaikan saja kalau saya lagi-lagi bilang “hei buku ini seru banget lo” entah untuk yang keberapa kalinya. Eh apa saya tadi bilang Percy? Oh ya maaf, saya sedikit … eh … keseleo. Sekarang saya sedang membaca buku pertama dari seri The Heroes of Olympus. Dengan ramalan mematikan yang baru, pahlawan baru, dan juga satir baru :D

Oh ya tapi jangan khawatir, kita bakalan masih berada di Perkemahan Blasteran. Senang rasanya bisa kembali ke sana. Dan tentu saja banyak terima kasih kepada Oracle baru kita, yang pada buku The Last Olympian kemarin merapalkan ramalan pertamanya yang cukup mengerikan. Yeah, itu berarti ada misi baru lagi untuk para demigod. Walaupun Apollo bilang ramalan itu bisa terjadi bertahun-tahun lagi, tapi toh Apollo juga bisa salah.

Petualangan demigod baru ini dimulai dengan sedikit mengkhawatirkan. Pahlawan kita, Jason, terbangun di sebuah bis tanpa bisa mengingat apa-apa. Anehnya, teman-temannya, Piper dan Leo, merasa kalau mereka sudah lama mengenal Jason. Di tengah perjalanan mereka diserang roh badai. Dan setelah dijemput dan sampai ke perkemahan, mereka langsung diberikan misi untuk menyelamatkan Dewi Hera yang diculik.

Kejutan yang sangat menyenangkan ya untuk ketiga demigod baru ini. Bagaimana caranya mereka menghadapi seseorang atau sesuatu yang dapat mengurung Dewi sehebat Hera. Mereka benar-benar bingung dan sempat merasakan kepercayaan diri mereka menurun drastis. Tapi seiring waktu, mereka menemukan kalau mereka tidaklah sepayah kelihatannya. Mereka ternyata adalah 3 dari 7 demigod terhebat yang terpilih dalam ramalan Oracle walaupun nasib mereka sepertinya sedang dipermainkan oleh para Dewa-Dewi. Oowh … dan yang saya rasa paling menarik di sini adalah munculnya kebudayaan Romawi secara sepotong-potong yang keluar dari ingatan Jason. Cukup sukses membuat saya enggan menutup buku ini sebelum selesai.

Ngomong-ngomong, saya ingat dulu waktu pertama kali membaca The Last Hero. Setelah galau karena seri PJO sudah tamat, tiba-tiba kita diajak kembali ke perkemahan blasteran, atau yang lebih tepatnya ke perkemahan blasteran yang tanpa Percy. Hahhah, membuat tambah galau saja. Dan ending-nya waktu itu “omaigad” banget dah. Bahkan saat sudah saya reread pun cliff-hanger-nya masih terasa. Belum lagi diakhir halaman ada bocoran judul buku seri keduanya. Haduh, bikin frustasi saja. Saya sarankan sih bagi yang belum pernah membaca seri The Heroes of Olympus dan masih suci dari spoiler, sebaiknya sediakan buku keduanya langsung disamping Anda sebelum selesai membaca buku pertama :D

At last, dulu saya merasa sedikit tidak nyaman dengan pembagian sudut pandang antara Jason, Piper, dan Leo. Eh apa ya kalau istilah saya sih kekerenan mereka jadi kurang terasa karena terbagi-bagi :D. Tapi sekarang rasanya sama sekali tidak masalah. So, tetap 5 dari 5 bintang untuk The Lost Hero. Kalau bisa saya kasih sepuluh mah saya kasih sepuluh aj nih buku. Salah satu buku favorit saya sepanjang masa lah pokoknya. Love it.

***

Judul: The Lost Hero | Seri: The Heroes of Olympus #1 | Pengarang: Rick Riordan | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Januari 2012 | Penerbit: Mizan Fantasi | Penerjemah: Reni Indardini | Jumlah halaman: 586 halaman | Status: Owned book (Mizan Book Fair Banjarbaru 2012) | Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

Review ini diikutkan dalam event Lucky No. 15 RC Category Dream Destination

lucky-no15

The Last Olympian (Reread) Review

 photo the_last_olympian_by_rick_riordan_uploaded_by_irabooklover_zpsxfoguuty.jpg

***

Sudah dibaca ulang dan Percy tetap saja bisa membuat saya … kasmaran … *heyaaaaahh*.

Yah, tidak mengherankan sih, soalnya PJO kan ceritanya memang bagus banget dan lagipula saya sudah membaca lima buku PJO secara berturut-turut, enam deh kalau dihitung sama companion-nya. Wajar lah kalau buku kelima ini membuat saya galau tingkat dewa. *lebay*.

Eh tapi mungkin saya seharusnya tidak memuji PJO secara berlebihan seperti ini yak, soalnya saya kenal beberapa orang yang malah tidak mau baca buku bagus karena buku tersebut dipuji secara berlebihan. Mereka takut kalau mereka membaca, bukunya ternyata dibawah ekspetasi mereka atau semacam itu lah.

Tapi maaf sekali saya tidak bisa tidak memuji PJO secara berlebihan. *sungkem*. Yah mau bagaimana lagi ceritanya memang bagus dan berhasil membuat saya galau. Saya dulu bahkan tidak berani membaca dua buku terakhir dari seri The Heros of Olympus saat sedang hangat-hangatnya karena takut berpisah dengan Percy. *heyaaah, lebay lagi*.

Oke kembali ke The Last Olympian. Haduh gimana menceritakannya ya? Pokoknya seru sekali. Pertempuran yang diramalkan dalam ramalan besar mulai terjadi. Diawal-awal kita bahkan sudah kehilangan seorang pahlawan hebat yang membuat nelangsa.

Pertempuran demi pertempuran terus terjadi. Cara Percy memimpin pertarungan melawan prajurit Titan itu loh, haduh, membuat jantung berdebar-debar. Dan ditengah itu semua, kisah Percy dan Annabeth … errr … terasa manis … *wink*.

Ngomong-ngomong, saya sangat suka dengan kesan yang saya anggap … eh … pesan yang saya dapat dari buku ini. Tepatnya seperti yang dikatakan oleh Dewi Hestia berikut:

“Tidak semua kekuatan spektakuler.” Hestia memandangku. “Terkadang kekuatan yang paling sulit dikuasai adalah kekuatan untuk menyerah. Apa kau percaya padaku?”

—hal 119 

Setelah membaca kisah Percy, yah saya tentu saja percaya. Tapi untuk diri saya sendiri, nah, sepertinya banyak yang perlu saya renungkan dari kata-kata Sang Dewi tersebut. Saking banyaknya, saya bingung mau menuliskan apa. Jadi saya simpan untuk diri saya sendiri saja deh, hahhahh. *ga penting*.

Ngomong-ngomong lagi, saat sedang asik-asiknya membaca, saya baru ingat kalau ada beberapa halaman di buku ini yang urutannya terbalik. Sedikit mengganggu sih. Tapi ya sudahlah.

Somehow, membaca buku kelima ini membuat saya ingin jadi demigod lebih dari sebelumnya. Dan entahlah, mungkin Mr. Riordan juga tahu kalau bukunya menimbulkan efek seperti itu sehingga di ucapan terima kasih, dia mengatakan seperti ini

… dan tentu saja para pembacaku—tidak ada penulis yang bisa meminta sekelompok penggemar yang lebih berdedikasi dan lebih antusias dibanding kalian. Kalian semua mendapat tempat di Perkemahan Blasteran!

Nah, tuh, pas sekali. Saya speechless deh. Whoooaa…banyak terima kasih Mr. Riordan. *sungkem cium tangan nangis sesenggukan*.

At last, sampai setelah saya selesai membaca The Last Olympian (btw, saya rela bergadang untuk menamatkannya) saya masih membolak-balik bukunya, rasanya sayang sekali mengembalikan buku ini ke rak. Pokoknya seru sekali deh. 5 dari 5 bintang untuk The Last Olympian, ya, saya lebih dari sekedar sangat suka dengan buku terakhir dari seri PJO ini. Full rated.

***

Judul: The Last Olympian – Dewi Olympia Terakhir | Seri: Percy Jackson and The Olympians #5 | Pengarang: Rick Riordan | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan III, Juli 2010 | Penerbit: Mizan Fantasi | Penerjemah: Reni Indardini | Jumlah halaman: 452 halaman | Status: Owned book (Mizan Book Fair 2011) | Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

Review ini diikutkan dalam event Lucky No. 15 RC Category Dream Destination

lucky-no15