Posted in Non Review

HOTTER POTTER WRAP-UP POST

Tidak terasa Reading challenge Hotter Potter sudah selesai. Saatnya membuat rangkumannya.

Hotter Potter hosted by SurgaBukuku

Untuk tantangan membaca, saya berhasil membaca ulang ketujuh buku Harry Potter. Berikut link review nya:

Januari — Harry Potter dan Batu Bertuah

Februari — Harry Potter dan Kamar Rahasia

Maret — Harry Potter dan Tawanan Azkaban

April — Harry Potter dan Piala Api

Mei — Harry Potter dan Orde Phoenix

Juni — Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran

Juli — Harry Potter dan Relikui Kematian

Sayangnya, meme yang saya ikuti tidak komplit. Ada yang gara-gara telat karena kebanyakan mikir. Ada juga karena hadiah meme-nya sudah punya. Total saya hanya mengikuti 4 dari 7 meme. Berikut linknya:

Meme Januari

Meme Maret

Meme April

Meme Juni

Kesan-kesan mengikuti meme ini yang paling kerasa adalah seru dan lucu. Saya selalu menunggu-nunggu pertanyaan meme apa yang harus dijawab setiap bulan serta menunggu jawaban dari teman-teman peserta lain yang ada yang nge-touch dan ada yang kocak . Dan  tentu saja yang paling ditunggu adalah pengumuman pemenangnya (‾▽‾)♉

Pelajaran yang didapatkan dari Harry dan kawan-kawan sih sebetulnya banyak. Tapi yang paling kena waktu baca ulang ini adalah pelajaran agar kita jangan sampai “dibutakan” seperti kata-kata yang diucapkan oleh Dumbledore kepada Fudge di buku ke empat. Tepatnya yang ini

“Kau dibutakan,” kata Dumbledore, suaranya meninggi sekarang, aura kekuasaan jelas mengitarinya, matanya sekali lagi menyala-nyala, “oleh kecintaan terhadap kedudukanmu, Cornelius! Selama ini kau menilai terlalu tinggi apa yang disebut kemurnian darah! Kau gagal mengenali bahwa yang penting bukanlah sebagai apa orang dilahirkan, melainkan menjadi apa dia!…”

Terus ada lagi pelajaran tentang “cinta” yang disampaikan Dumbledore kepada Harry dibuku ke-6. Yang membuat saya menyadari kalau ternyata saya nge-fans berat sama Harry karena dia — seperti yang Dumbledore bilang — tidak pernah tertarik ke ilmu hitam meskipun dia punya potensi yang sangat besar untuk itu.

Saya suka penggambaran Harry sebagai pihak yang baik di sini. Penggambarannya pas. Seolah-olah sifat baik itu memang wajar dan tidak dibuat-dibuat. Tidak juga digambarkan secara berlebihan sehingga terkesan bodoh.

Membaca ulang seri ini, akhirnya saya bisa memahami kalau ternyata saya sangat menyukai seri Harry Potter. Hedeh kok baru ngeh ya. Sampai heran saya, kok ada ya cerita sebagus ini.

Sebenarnya tidak ada perasaan yang berbeda dengan pada saat membaca pertama kali. Cerita Harry tetap amazing dan tidak terlupakan. Saya masih sangat menikmati petualangan Harry di buku ke-1 sampai ke-3. Saya masih galau berat saat membaca buku ke-4 sampai ke-7  gara-gara tokoh-tokoh favorit di sana tewas dan kenyataan yang mengharukan tentang Snape.

Kalaupun ada mungkin hanya dari sudut pandang usia saat membaca. Dulu, waktu pertama kali baca Harry Potter, umur saya ga beda jauh lah sama umur Harry. Jadinya  saya setuju sekali sama sikap-sikap Harry dan kawan-kawan yang kadang terlalu berani dan terkesan bodoh. Sekarang saya kok jadi berasa kaya Mrs. Weasley.

At last, terima kasih buat Melmarian dari blog Surga Bukuku untuk even Hotter Potter-nya. Seru, kocak dan yang paling penting adalah membawa saya kembali ke dunia sihir favorit saya. Harry Potter dan Hogwarts. Selalu (˘▿˘)ง

Posted in Books, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, J. K. Rowling

HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS REVIEW

Harry Potter and The Half-Blood Prince by J. K. RowlingTitle: Harry Potter and The Deathly Hallows — Harry Potter dan Relikui Kematian | Author: J. K. Rowling | Edition language: Indonesian | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: 1st Edition, Jakarta, Januari 2008 | Pages:999 pages | Status: Owned book | My rating: 5 of 5 stars

***

Harry hampir 17 tahun. Mantra perlindungan yang diberikan ibunya di rumah bibinya hampir punah. Saatnya meninggalkan Privet Drive. Selamanya.

Continue reading “HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS REVIEW”

Posted in Author, Books, Fantasy, Genre, Gramedia Pustaka Utama, J. K. Rowling, Publisher

HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE REVIEW

Harry Potter and The Half-Blood Prince by J. K. RowlingTitle: Harry Potter and The Half-Blood Prince — Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran | Author: J. K. Rowling | Edition language: Indonesian | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: First Edition, Jakarta, Januari 2006 | Pages:816 pages | Status: Owned book | My rating: 5 of 5 stars

Setelah kejadian mengerikan di Kementrian, desas-desus bahwa Harry Potter adalah Sang Terpilih mulai menyebar. Sementara itu, Harry yang seperti biasa, terkurung di Privet Drive saat liburan, meragukan — namun pada saat bersamaan — sangat berharap, bahwa  Dumbledore betul-betul akan menjemputnya dari Privet Drive dan dia diijinkan menghabiskan sisa liburannya di The Burrow.

Sementara kabut kekacauan juga merambat kedunia Muggle. Dunia sihir sendiri malah lebih kacau. Banyak serangan yang terjadi. Orang-orang dikabarkan menghilang. Terkena kutukan Imperius. Digigit manusia serigala.

Di Hogwarts, Harry tiba-tiba menjadi yang paling pintar dalam pelajaran ramuan. Dia tidak sengaja mendapatkan sebuah buku milik Pangeran Berdarah Campuran, yang ternyata — coretan-coretannya lebih berguna daripada si penulis buku ramuan sendiri. Bahkan, ada beberapa coretan di luar pelajaran ramuan — yang tampaknya menarik untuk dicoba.

Harry yang juga diangkat sebagai kapten Quitdditch mulai direpotkan dengan banyaknya peminat yang ingin bergabung ke dalam tim Griffyndor. Gangguan datang dari seorang anak menyebalkan yang memperebutkan posisi Keeper dengan Ron, yang penyakit demam lapangan nya masih sama parahnya dengan sebelumnya.

Dumbledore mulai memberi Harry pelajaran privat untuk mempersiapkannya menghadapi Voldemort. Seakan belum cukup disibukkan dengan semua itu, Harry juga terobsesi dengan apa yang dilakukan Malfoy sejak dia tidak sengaja melihat Malfoy diam-diam pergi ke Borgin and Burkes. Harry yakin Malfoy merencanakan sesuatu yang buruk atas perintah dari Voldemort sendiri. Namun tidak ada yang menganggap serius kecurigaan Harry. Sampai akhirnya, Harry terbukti benar dan sesuatu yang benar-benar buruk terjadi di Hogwarts.

***

Tahun ke-6 Harry di Hogwarts. Ceritanya semakin seru dan endingnya semakin bikin galau.

Masa lalu Pangeran Kegelapan terkuak di sini. Sayang sekali orang yang pernah jadi favorit hampir semua guru Hogwarts  itu berubah menjadi seseorang yang benar-benar jahat.

Jadi makin kagum dengan Harry. Meski masa kecilnya mengerikan, tapi dia sama sekali tidak tertarik dengan untuk menjadi nakal ataupun menjadi jahat. Salut deh sama Harry.

Jadi sedih karena ini sudah buku ke-6. Sebentar lagi petualangan bersama Harry dan dunia sihir akan berakhir (╥_╥)

Banyak pelajaran yang bisa diambil di buku ke-6 ini. Namun yang paling saya suka adalah apa yang dikatakan Profesor Dumbledore kepada Harry tentang kemurnian hati.

So, 5 dari 5 bintang. Buku ini tetap selalu amazing.

***

Hotter Potter

Posted in Non Review

HOTTER POTTER MONTHLY MEME & GIVEAWAY, JUNE

Tantangan:

Tulislah surat kepada salah satu tokoh di buku Harry Potter!

Jawaban:

Hai Harry ,

Perkenalkan, aku salah satu muggle penggemarmu. Aku berasal dari negara tropis paling indah di dunia. Maaf, aku terlalu malu untuk mengatakan siapa aku. Mungkin kau bisa meminta bantuan Mata Batin Professor Trewlaney untuk mengetahuinya (˘▿˘)ง.

Selama membaca kisahmu, aku punya banyak tokoh favorit. Salah satunya adalah Draco Malfoy. Yah walaupun dia menyebalkan, kau tahulah dia masih punya sisi baik. OK, aku tidak sepenuhnya jujur sih.  Aku suka Draco lebih karena dia diperankan oleh Tom Felton (‘▽’ʃƪ) ♥.

Jangan sebal dulu deh. Kita lupakan Malfoy untuk sementara. Yang ingin kukatakan adalah — meskipun aku suka tipe bad boy seperti Malfoy (eh sorry Malfoy kesebut lagi), meskipun ketampanan Cedric Diggory membuatku jadi penggemarnya bahkan sampai saat dia berubah menjadi vampir (salah cerita) —  kau, Harry James Potter, tetap jadi favoritku yang nomor satu.

Karena, seperti kata Dumbledore, kau mempunyai … cinta ♥  #efekhabisbacaHarryPotterandTheHalf-BloodPrince. Kau sebetulnya punya potensi untuk menjadi jahat. Tapi kau tidak pernah tertarik untuk itu. Meskipun dibesarkan dengan cukup mengerikan, kau tidak menjadi anak nakal. Hatimu murni. Dan meskipun heran, itulah yang kusuka darimu (‘▽’ʃƪ) ♥. Kau membuatku seperti….nggg….punya pegangan (>̯͡ .<̯͡).

The last but not least, aku mengenalmu saat berusia 11 tahun. Kau menemaniku sampai aku dewasa.  Kau dan Hogwarts merupakan kisah yang tidak akan pernah terlupakan bagiku.

Dan untuk itu aku mengucapkan terima kasih. Terima kasih karena sudah menjadi teman ku sewaktu aku kecil. Terima kasih karena sudah menjadi pembimbingku saat aku remaja. Terima kasih karena sudah menjadi peganganku sampai aku dewasa. Terima kasih sudah tumbuh besar bersamaku. Singkatnya, terima kasih karena kau ada (≧^◡^≦).

Warm regards,

I. M.

NB: Kau tahu. Mungkin — kalau aku punya ibu peri yang bisa mengabulkan tiga permintaan — setelah meminta perpustakaan pribadi dan 1000 permintaan lagi, aku ingin meminta supaya kau, Hogwarts dan dunia sihir betul-betul ada (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ).

Note:

Email untuk memfollow blog Luna: ira.j1f108056@gmail.com

Note:

Post ini dipublish untuk event Hotter Potter. You can click the picture below for more informations about this event. See yaa and have a nice June ♪(´ε` )

Hotter Potter

Posted in Author, Books, Fantasy, Genre, Gramedia Pustaka Utama, J. K. Rowling, Publisher

HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX REVIEW

Harry Potter and The Order of The PhoenixTitle: Harry Potter and the Order of the Phoenix – Harry Potter dan Orde Phoenix | Author: J. K. Rowling | Edition languange: Indonesian | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Status: Owned book | My rating: 5 of 5 stars

Harry frustasi. Setelah menjadi saksi atas kembalinya Lord Voldemort. Harry terkurung di Privet Drive. Tanpa kabar apa pun dari teman-temanya. Bahkan tanpa kabar dari Lord Voldemort. Bagaimana bisa Lord Voldemort tampak tidak melakukan apa-apa. Sementara disaat lemah pun dia sanggup membunuh orang.

Setelah berminggu-minggu tidak mendapatkan kabar dari dunia sihir. Tiba-tiba banyak kejadian aneh yang terjadi. Fenomena sihir mulai bermunculan di Privet Drive. Hingga pada puncaknya, Harry dijemput setidaknya oleh sepuluh penyihir dewasa yang akan membawanya ke markas Orde Phoenix yang ternyata adalah rumah Sirius.

Banyak masalah yang dihadapi Harry tahun ini di Hogwarts. Dumbledore yang tidak mau bicara kepadanya. Tidak terpilihnya  dia sebagai Prefek. Gangguan dari guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang jahat. Dan masih banyak lagi.

Sangat membuat frustasi. baik bagi Harry maupun siapa saja yang membaca kisahnya. Dan semua itu ditutup dengan ‘manis’ — dengan kematian seseorang yang sangat dicintai oleh Harry.

***

Ckckckck…kok bisa ya ada buku sebagus ini? Maksud saya, dengan tebal lebih dari 1000 halaman, Harry Potter dan Orde Phoenix edisi Indonesia ini betul-betul tidak bisa ditutup. Membacanya terasa nyaman dan mengalir. Meskipun ini adalah reread. Bukunya tetap enak untuk dilahap.

Meskipun dunia yang ditinggali Harry sudah mulai suram dengan kemunculan kembali Lord Voldemort. Meskipun dunia di buku ke-5 ini ada Umbridge nya. Meskipun di sini Sirius…hiks. Meskipun apa yang dikatakan Nick si Kepala-Nyaris-Putus tentang hantu dan kematian ada yang janggal. Dunia sihir Harry masih tetap dunia sihir favorit saya. Dunianya — khususnya, Hogwartsnya, betul-betul mempesona dan tak terlupakan. Salut deh.

#SighGaTahuMauNulisApaLagiMasihGalauRagaraSirius…*buangingus*
#Note: Review ini dibuat untuk event
Hotter Potter Event
dan
2013 TBRR Reading Challenge