Posted in Non Review

I am Book Blogger #FBBKolaborasi

***

Tidak terasa ya, sekarang sudah waktunya untuk post FBB Kolaborasi lagi. Rasa-rasanya baru kemarin saya memposting FBB Kolaborasi untuk bulan September.

FBB Kolaborasi sendiri adalah post kolaborasi bulanan yang diadakan khusus untuk anggota FBB dengan tema yang berbeda tiap bulannya. Ini adalah post FBB Kolaborasi kedua saya. Syukurlah bulan ini bisa kembali ikutan.

Bulan ini FBB Kolaborasi mengambil tema Hari Blogger Nasional. Sebetulnya saya sudah gatal pengin menulis sejak tema ini terpilih. Tapi sayangnya, bulan ini kerjaan di kantor sedang sibuk-sibuknya. Kita-kita sampai lembur. Alhasil kalau sudah pulang ke rumah, saya bawaannya jadi langsung kepingin tidur. Perjuangan banget untuk bisa nyempil waktu sedikit-sedikit buat bikin post, fiuh, *lap keringat*. Jadi, harap maklum kalau tulisan saya kali ini rada-rada hancur, haha.

So, untuk memperingati Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober nanti, saya…eh…jadi bingung mau menulis apa, huehehe, *kena keplak*.

Karena waktu setor link sudah dekat, akhirnya saya putuskan secara kilat kalau saya ingin menulis hal-hal seru apa saja yang biasanya saya posting, sebagai seseorang yang mengaku sebagai blogger buku, ehm.

Review buku…

Review atau resensi sepertinya merupakan hal wajib yang harus ada dalam sebuah blog buku. Ada beberapa blogger buku yang kelas menulis review-nya sudah tingkat tinggi. Beberapa dari mereka bahkan ada yang resensinya sudah langganan dimuat di koran atau majalah.

Tapi ada juga yang menulis review seenak udel sepertinya saya,  *tutup muka pakai bantal*. Sok nge-English pula pakai kata “review”. Sepertinya review-review buku saya lebih tepat disebut kesan-kesan saya setelah membaca buku ketimbang review. But, saya tetap memakai kata “review” sebagai motivasi. Berharap suatu saat saya bisa menulis timbangan buku yang bisa dikasih nilai 100 seandainya ada guru Bahasa Indonesia yang menilai resensi saya. Tapi sepertinya gak bakalan deh, dari judulnya saja sudah salah, huehehehe.

Review menurut saya lebih seru kalau di post bareng-bareng dengan teman-teman satu komunitas. Kita bisa membaca buku yang persis sama, atau membaca buku dengan tema yang sama, baru setelah itu di post bareng-bareng di blog. Duh, jadi kangen masa-masa ini.

Selain itu, post review bareng juga bisa dalam bentuk buntelan dan blogtour. Saya pernah beberapa kali mendapatkan buntelan dari penulis atau penerbit. Yah waktu itu saya masih jadi jomblo pengangguran yang punya banyak waktu luang. Buku buntelan yang “not my cup of tea” pun saya bantas habis.

Sayangnya, saya belum pernah ikut blogtour. Lebih karena ketika waktu itu saya pengin ikut, ada isu hangat yang terjadi. Ada beberapa penulis Indonesia yang tersinggung dengan para reviewer karena bukunya dikritik terlalu pedas. Salah satu penulis terkenal bahkan memajang tulisan di profil Goodreads-nya yang bunyinya kurang lebih seperti ini: “jangan menjadi kritikus buku kalau belum pernah menulis buku”. Hahhah. Tetiba semangat saya untuk berburu buku lewat jalur buntelan dan blogtour jadi hilang sampai sekarang.

Saya yang tidak pernah tega ngasih review jelek terhadap sebuah buku pun, somehow, ngerasa gimana gitu kalau ada penulis yang tidak mau menerima kritik pedas terhadap bukunya. Tapi kalau dilihat dari sudut pandang penulis, ilfil juga sih ya kalau karya hasil kerja kerasnya dibilang jelek, huehehehe. Jadi ya sudahlah. Kalau ingat itu saya jadi kepingin ngomel sendiri.

Meme…

Meme adalah tulisan bertema yang dipost secara teratur. Saya sendiri masih bingung kenapa namanya meme, hahhah. Kalau saya salah, tolong dikoreksi ya, *uhuk.

Dulu ada banyak meme yang dihost oleh para blogger buku. Saya punya sebuah meme bernama Link of The Week yang bertujuan untuk men-share link-link penting tentang buku setiap minggunya. Terutama link yang menyediakan ebook gratisan, *eh. Tapi tenang saja, ebook gratisannya legal kok, hihihi.

Selain Link of The Week, saya sering mem-post Scene on Three. Meme ini dihost oleh Bzee, pemilik blog Bacaan B.Zee. Meme ini bertujuan untuk menandai scene-scene menarik dari sebuah buku yang kita baca beserta alasan kenapa scene itu menarik. Meme ini dipost pada tanggal-tanggal yang mengandung angka 3.

Satu lagi meme yang sering saya ikuti adalah Wishful Wednesday. Meme ini dihost oleh Mbak Astrid dari blog Books to Share. Meme ini gampang sekali, kita hanya diharuskan untuk membuat post tentang buku yang ingin kita baca atau punya dan alasan kenapa kita ingin buku tersebut. Meme ini di post setiap hari rabu.

Sayangnya, kedua meme ini sudah jarang dipost. Meme Wishful Wednesday malah dihiatuskan untuk sementara oleh host-nya. Tapi bagi yang pengin ikutan masih bisa kok. Ayo hidupkan lagi Wishful Wednesday!

I am a book blogger. What about you?…

Blogger apapun kamu, semoga bisa memberikan manfaat untuk bangsa dan negara *apa coba*.

Dan untuk para blogger buku, tetap semangat  (*•̀ᴗ•́*)و ̑̑.  Meskipun sekarang lagi musim-musimnya bookstagram, tapi book blogging is never die, *mulai ngawur*.

So, selamat Hari Blogger Nasional ya. Semoga kita bisa bertemu kembali di post FBB Kolaborasi bulan depan. See you next month \^_^/

Advertisements

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

14 thoughts on “I am Book Blogger #FBBKolaborasi

  1. wah temen aku sekarang dari riview di blog udah pindah ke youtube dan IG TV.
    semoga yg d blog tetep semangat ya
    selamat hari blogger nasional

    salam,
    simatakodok.blogspot.com

    Like

  2. Senang banget bila bisa ketemu dengan orang yang satu passion dengan kita ya Mba ^^

    Aku dulu pernah so-so kan nulis review buku juga pas SMA, padahal isinya kesan dan quote doang. XD

    Like

  3. Review menurut saya lebih seru kalau di post bareng-bareng dengan teman-teman satu komunitas. Kita bisa membaca buku yang persis sama, atau membaca buku dengan tema yang sama, baru setelah itu di post bareng-bareng di blog. Nisa kangen melakukan hal kaya gini, tapi bukan di review di blog sih lebih ke secara langsung. Apalgi kalau novel atau buku yang bikin penasaran pasti dah itu seru banget review nya :))

    Like

  4. Aku tau penulis mana yg bilang gituu, hahahaha, dia penulis favoritku mba, 25 novelnya sudah kuhabiskan setahun terakhir ini…. Aku cuma pernah 2x nulis review buku di blog, dan keduanya selalu terbayang kata2 si master itu, takuut banget kalo salah karena yang dikatakannya emang benar, nulis buku itu susah jadi kalo mau kritik pedas harus bisa nulis buku dulu supaya tau rasanya gimana, hihihi

    Like

    1. Wkwkwk, imo, beliau benar tp ga bener2 amat sih. Kasian kn yg mau kasih kritik bagus, masa kalau mau bilang buku beliau bagus, harus nulis buku dulu, biar tahu senangnya gimana, repot deh kita 😂

      Like

  5. buku pertama yang saya tamatin baca itu novel Ayu Utami, Si Parasit Lajang. Kemudian Eka Kurniawan, Cantik Itu Luka. Ternyata saya lebih suka baca novel ketimbang buku pelajaran. hadeeuuhh..

    Sekarang udah jarang baca. lebih sibuk nulis artikel di blog. saya gak bisa atur waktu kapan buat nulis, kapan buat membaca.. ckckckc..

    tetapi yang terlupakan adalah “penulis yang baik adalah pembaca yang rakus”

    setuju?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s