Posted in Books, Children, Fifa Dila, Indonesian Literature, Islamic, Noura Books

Mahkota Cahaya untuk Ayah Bunda Review

***

Blurb

“Kamu tidak usah sekolah, toh mengaji sama saja dengan belajar. Semua pelajaran dunia dan akhirat sudah ada dalam Al-Quran.”

Hafiz tak bisa terima Kakek melarangnya sekolah. Kakeknya, Guru Alimuddin, yang mengasuh Hafiz setelah orangtua anak itu meninggal, ingin cucunya fokus menghafal Al-Quran. Padahal Hafiz ingin bersekolah seperti Jidan, Nur, Mahmud, dan Riski, yang bahkan bisa jalan-jalan ke kota bersama sekolah mereka. Ia juga ingin menjadi dokter seperti Pak Dokter yang di Puskesmas.

Nekad, diam-diam Hafiz ikut teman-temannya bersekolah. Namun tak lama kegembiraan “anak sekolahan” itu dirasakan Hafiz, Guru Alimuddin meninggal. Hafoz kecil pun harus bergulat dengan berbagai pertanyaan dan penyesalan. Seandainya aku hafal Al-Quran, benarkah Allah takkan membiarkanku sebatang kara? Benarkah itu berarti Kakek takkan meninggal dunia? Benarkah dengan menghafal Al-Quran, aku mempersembahkan mahkota cahaya untuk ayah dan bunda di surga?

My Review

“Anak-anak memang belum bisa bersyukur. Yang belajar banyak dari sekolah, mau libur. Sebelumnya, dia yang tidak pernah sekolah, malah nantang ingin sekolah sambil hafalan.”

(Mahkota Cahaya untuk Ayah Bunda, hlm. 226)

Sepertinya bukan cuma anak-anak yang belum bisa bersyukur, kebanyakan orang tua juga ^^

Buku yang cukup lama nangkring di rak currently reading. Ternyata tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Sepertinya saya-nya saja yang akhir-akhir ini lagi malas membaca, hahhah.

Ceritanya tentang Hafiz, anak kecil yatim piatu yang dibesarkan oleh kakeknya untuk menjadi penghapal Al Quran. Tidak tanggung-tanggung, keseharian Hafiz diisi dengan program menghapal Al Quran. Sampai-sampai Hafiz tidak punya waktu untuk bersekolah.

Tapi Hafiz bukannya tidak dibolehkan bersekolah sih. Kata Kakek, Hafiz diijinkan bersekolah asalkan dia sudah khatam menghapal Al Quran. Nah bisakah Hafiz menjadi penghapal Al Quran untuk memenuhi impian kakeknya?

Kisahnya lumayan mengharukan dan cukup menginspirasi saya untuk ikutan menjadi hafizah juga, *ehm*.

Meskipun saya kurang sreg dengan pengalaman Hafiz dengan Pino di kota besar. Tapi itu bukan masalah besar kok, saya-nya saja yang merasa kurang pas gimana gitu, heheh.

Terus sepertinya ada beberapa kata yang hilang diantara halaman 131 dan 132. Jadi kalimatnya rada tidak nyambung.

Kemudian saya juga serius nanya tentang Al-Naba yang disebut-sebut dalam buku ini. Itu surat An-Naba kan ya? Saya jadi keseleo membacanya kalau tidak ingat itu adalah salah satu hukum tajwid. Kok tidak ditulis An-Naba saja ya?

Dan ngomong-ngomong tentang keseleo, kutipan-kutipan surah Al-Quran yang diselipkan di beberapa halaman di buku ini dicetak dengan font yang hurug “Q”-nya mirip huruf “Z”.

Okeh itu saja, at last, 3 dari 5 bintang untuk buku ini. Yaaa, saya suka (‘▽’ʃƪ) ♥

***

Judul: Mahkota Cahaya untuk Ayah Bunda | Pengarang: Fifa Dila | Penerbit: Noura Books | Edisi: Bahasa IndonesiaCetakan pertama, Jakarta, Juni 2015, 256 halaman| Status: Owned Book | Rating saya: 3 dari 5 bintang

Posted in Books, Dreamedia, Indonesian Literature, Islamic, Nayla Hafiza, Romance

Mutiara Cinta Dari Bangil Review

***

SPOILER ALERT

***

Blurb:

Sosmed, alias Sosial Media. Siapa yang tidak tahu? Semua orang tahu. Ada facebook, instagram, BBM dan masih banyak lagi. Dari yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sampai yang sudah bercucu memilikinya. Novel ini mengisahkan seorang perempuan biasa bernama Nayla, yang jatuh cinta kepada santri yang sedang menuntut ilmu di Bangil, bernama Fadhil. Perkenalan mereka hanya melalui facebook dan BBM. Namun cinta tumbuh subur begitu saja di hati Nayla, setelah ia tahu siapa sebenarnya Fadhil. Sifat Fadhil yang cuek membuat Nayla galau. Ditambah lagi ketika Fadhil mengganti Display Picturenya menjadi foto perempuan yang dirabunkan. Nayla hampir pingsan. Ketika galau, gelisah, dan gundah membuncah, hadirlah sosok Ilham yang mengaku temannya Fadhil. Ilham sangat romantis dan perhatian terhadap Nayla. Sangat kontras dengan Fadhil. Namun lagi-lagi, perkenalan mereka hanya melalui dunia maya. Ketika Nayla dan Ilham mulai akrab, hadirlah sosok Fahmi di dunia nyata Nayla. Fahmi melamar Nayla. Meskipun bahagia, Nayla masih belum bisa melupakan Fadhil. Kesetiaan Nayla kepada Fahmi diuji ketika ia dipertemukan dengan cinta sejatinya, yaitu Fadhil. Sementara Ilham pun sangat cemburu dan marah ketika Nayla menerima lamaran Fahmi, dan hendak bertunangan. Kepada siapa cinta Nayla akan berlabuh? Apakah kepada Fahmi yang sudah jelas menjadi tunangannya? Atau kepada Ilham yang selalu ada ketika ia merasakan sakit hati? Atau kepada Fadhil yang selalu ia simpan dalam laci hatinya? Temukan jawabannya di Mutiara Cinta Dari Bangil.
Continue reading “Mutiara Cinta Dari Bangil Review”