Posted in Uncategorized

Marginalia Review

***

Blurb

Aku Yudhistira, aku Arjuna, aku Bima, aku Nakula Sadewa. Berapa Bharatayudha harus kujalani. Demi kamu, Drupadiku?

ARUNA
Cengeng! Tulisan singkat dan rapi di kumpulan puisi Rumi kesayangan almarhum Padma membuatku terbakar. Kurang ajar! Berani-beraninya cewek dingin berhati belatung itu menodai kenangan Padma. Belum tahu dia berhadapan dengan siapa. Aruna, vokalis Lescar, band rock yang paling diidolakan. Tunggu pembalasanku.

DRUPADI
Aku tak punya waktu untuk cinta. Meski tiap hari aku berhubungan dengan yang namanya pernikahan, ini hanya urusan bisnis semata. Aku tak percaya romantisme, apalagi puisi menye-menye. Hidup ini terlalu singkat untuk jadi melankolis. Namaku memang Drupadi, tapi hatiku sudah tertutup untuk laki-laki.

“Kekasih tak begitu saja bertemu di suatu tempat, mereka sudah saling mengenal sejak lama.” – Rumi

My Review

Mengapa ketiadaan seseorang justru meningkatkan kerinduan

—hlm.221

Cerita tentang Drupadi, gadis realistis+dingin yang “kena batunya” karena sembarangan menulis marginalia disebuah buku.

Memang masalah apa sih yang bisa disebabkan oleh sebuah marginalia ?

Oh banyak. Setidaknya bagi Drupadi. Karena marginalianya tersebut ternyata membuat Aruna, seorang vokalis rock ngetop, jadi pengen mencekik si penulis marginalia.

Maka terjadilah perang marginalia….

Tapi itu dulu, sebelum Aruna bertemu langsung dengan Drupadi. Dan ketika melihat si pembuat onar itu untuk pertama kalinya, Aruna tiba-tiba tidak ingin marah-marah lagi. Wah wah… kenapa ya? 😉

Hmmm…saya kurang bisa…errrr… terkoneksi dengan tokoh-tokohnya. Ga tau ya, kok berasa kurang pas aj gitu. Baik Aruna maupun Drupadi terkesan plin-plan bagi saya (catat, bagi saya loh ya ^^)

Terus saya kurang setuju juga dengan pendapat Padma tentang marginalia.

Tapi lumayan penasaran+tegang pas adegan konflik antara Aruna, Drupadi dan Inez.

At last, saya beri 3 bintang untuk buku ini. Terutama untuk kovernya yang cakep dan konsep pertemuan sepasang kekasih melalui marginalia-nya ^^

Oh ya, buku ini juga membuat saya ingat kalau saya punya buku puisi Rumi yang masih nongkrong manis ditimbunan. Jadi pengen segera baca, penasaran XD

***

Judul: Marginalia | Pengarang: Dyah Rini   | Penerbit: Qanita| Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Februari, 2013, Bandung, 304 halaman, 18 cm | Rating saya: 3 dari 5 bintang