Posted in Bentang Pustaka, Books, Dan Brown, Mystery, Thriller

Angels & Demons Review

***

Ngeri. Pembunuhannya termasuk ke dalam standar ngeri menurut saya. Tapi kisahnya keren. Luar biasa keren. *nangisterharu*.

Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan di sini. Saking penasarannya saya sampai googling. Pengen liat karya seni yang ini dan yang itu, meskipun cuma lewat dunia maya. *kasian*.

Belum nonton filmnya. Pengen nonton tapi rada ragu. Saya mengkhawatirkan kondisi korban pembunuhannya, bagaimana kalau pas dengan bayangan saya? Saya jadi ngeri sendiri, hahhah.

Kisah tentang pertarungan antara ilmu pengetahuan dan agama. Padahal mereka berdua kan seharusnya hidup bersama, jangan dibikin berantem.

Menurut saya masalah yang terjadi di buku ini terjadi karena kesalahpahaman. Si pembunuh terlalu fanatik dan informasi yang diterimanya setengah-setengah. Coba aja sedikit lebih open-minded dan jangan nge-judge orang duluan sebelum dengar penjelasannya, *jadisewotsendiri*.

At last, saya jadi speechless. 4 dari 5 bintang deh untuk Angels dan Demons. I really liked it.

***

Judul: Angels & Demons | Pengarang: Dan Brown | Penerbit: Bentang | Edisi: Bahasa Indonesia, Yogyakarta, 2014, 738 halaman | Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno | My Rating: 4 dari 5 bintang

Posted in Andrea Hirata, Bentang Pustaka, Books, Family, Indonesian Literature, Romance

Ayah Review

ayah_uploadedby_irabooklover

***

Seorang ayah, tak boleh menyerah untuk anaknya

—Ayah, hlm. 373

***

Selamat Hari Ayah Nasional! #telat

Sebenarnya saya sudah membaca buku ini sejak kemarin, tapi karena ada insiden “the moment when you read a line that is so beautiful, you just close the book and stare at the wall for a minute” yang terjadi berkali-kali selama saya membaca buku ini, ditambah dengan ceritanya yang masuk kategori “sangat mengharukan” dalam standar saya yang artinya, … errrr … (silakan disimpulkan sendiri), akhirnya saya baru selesai membacanya hari ini.

Ngomong-ngomong, novel Ayah yang saya baca ini ternyata sudah edisi cetakan kesebelas. Tjakkeb!!!

Asiknya, membaca buku ini membawa kembali “rasa” yang muncul saat saya membaca karya-karya Andrea Hirata sebelumnya. Lucu, konyol, mengharukan, dan menghangatkan hati. Walaupun yang paling memorable tetap buku Laskar Pelangi.

Awalnya saya bingung dengan banyaknya tokoh yang ada di dalam buku ini. Tapi setelah terus membaca, akhirnya saya menemukan benang merahnya. Apalagi saat momen “aha” itu terjadi, saya benar-benar tenggelam dalam ceritanya dan sedang mewek-meweknya. Keren.

Jadi, novel Ayah menceritakan tentang kisah cinta Sabari dan Marlena. Sabari jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Lena. Sayangnya, perasaan Sabari tidak berbalas. Namun, bukan Sabari namanya kalau dia tidak sabar dan menyerah begitu saja. Bertahun-tahun, Sabari berjuang untuk mendapatkan cinta Marlena. Apakah Sabari akhirnya berhasil? Hayuk, silakan dicari tahu sendiri :D.

Terus, apa hubungannya dengan kata “Ayah” yang menjadi judul dari novel ini?  Kalau menurut saya sih banyak. Dari kisah cinta Sabari ini, kita akan diajak berkenalan dengan berbagai macam tipe Ayah. Ada ayahnya si anu dan si anu dan si anu, dengan masalah “bagaimana menjadi seorang ayah” mereka masing-masing. Intinya (kalau menurut saya sih ya *pasang tampang sotoy* ), adalah, kutipan yang saya pajang di atas, “seorang ayah, tak boleh menyerah untuk anaknya”.

Di dalam kisah cinta Sabari, saya menemukan betapa besarnya cinta seorang ayah kepada anaknya. Untunglah tidak seperti kisah cinta Sabari yang tak berbalas, cinta si ayah juga dibalas oleh anaknya dengan sama besarnya. Walaupun ada juga sih beberapa anak yang membandel, tapi akhirnya mereka kena batunya dan menyesal, meskipun sepertinya sudah terlambat.

Jadi satu pelajaran lagi buat saya untuk selalu mematuhi dan menyayangi kedua orang tua saya. Ya keduanya, walaupun ayah saya sudah tiada. Saya juga merasakan penyesalan untuk setiap harapan-harapan ayah kepada saya yang tidak sempat saya wujudkan ketika beliau masih hidup. Saya hanya bisa berharap saya masih bisa memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan untuk menjadi anak saleh (semoga) yang doanya bisa tetap mengalir untuk beliau. *jadi mau nangis lagi*. *kangen ayah*.

At last, 4 dari 5 bintang deh untuk novel Ayah. Untuk berbagai “rasa” yang membuat saya sadar kalau saya juga pernah memiliki  ayah yang juga pantang menyerah untuk saya. And I won’t give up for you too, Dad. Saya dan harapan-harapanmu untuk saya. I never give up!

Oh ya hampir lupa, puisi-puisi yang ada di novel ini, amboi indahnya. Kisah tentang Keluarga Langit itu juga keren. Itu harapan yang sama yang saya sampaikan kalau mau hujan, agar hujan jangan turun dulu, setidaknya setelah saya sampai di rumah. Dan sekarang saya tahu kenapa hujan tetap saja turun dan membuat saya basah kuyup. Mungkin karena saya hanya tahu meminta, tetapi tidak menerbangkan layang-layang untuk awan 🙂

***

Judul: Ayah | Pengarang: Andrea Hirata | Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Kesebelas, Maret 2016, 412 halaman, 20,5 cm | Status: Owned book | Rating saya: 4 dari 5 bintang

Posted in Bentang Pustaka, Books, Indonesian Literature, Review 2016, Riawani Elyta, Shabrina W.S.

Ping! A Message from Borneo Review

 photo ping_a_message_from_borneo_zpsokpftoek.jpg

***

Tertarik membaca buku ini karena ada “Borneo” dijudulnya. Nah, ada pesan apa dari Borneo?

Well, tidak jauh-jauh dari hutan dan orang utan. Ga tau ya, tapi menurut saya sih, perlu orang yang sangat berkuasa dan mungkin yang sangat kaya juga, untuk menghentikan pihak-pihak tertentu yang membakar hutan seenaknya. Soalnya kayaknya protes-protes kita ga didengar deh. Mungkin perlu lebih keras lagi.

Hampir setiap tahun selalu saja terjadi kabut asap gara-gara kebakaran hutan. Untuk fenomena kabut asap yang terakhir kemarin, kalau saja udara tidak menjadi sebegitu mencekiknya selama sebulan lebih, saya bakalan kasihan sekali dengan orang yang ngebakar hutan. Siapapun dia, sumpah serapah yang dilontarkan mengerikan sekali. Hampir semua orang melemparkan kutukannya masing-masing. Sepertinya, jangankan dengan hewan-hewan, dengan sesama manusia saja orang-orang yang membakar hutan itu juga ga peduli. Jadi yah, jadi saya aminkan saja deh sumpah serapahnya. Maafkan saya.

Sebenarnya, saya suka sekali dengan pesan yang disampaikan oleh buku ini. Jarang-jarang ada buku yang mengangkat isu tentang hutan dan orang utan kan? Apalagi tokoh antagonisnya jelas-jelas disebutkan di sini XD

Tapi buku-buku ber-tema “belia” memang bukan “makanan” saya. Ga tahu juga sih kenapa saya selalu tidak bisa konek dengan cerita-cerita seperti ini.

Saya sebel sekali sama Archi yang…kalau kata Molly sih…Archi ini terlalu protektif dan bossy.

Saya juga merasa tokoh Ping terlalu melankolis. Dalam bayangan saya sudah terpatri, kalau orang utan dan sebangsanya itu punya tampang bandel, jadi rasanya ga cocok kalau terlalu melankolis. *dikeroyokmonyet*.

Saya juga merasa kurang nyaman dengan bahasa daerah yang diselipkan di dalam kalimat. Saran saja sih, saya rasa bahasa Banjar itu lebih cocok digunakan dalam satu kalimat. Bukan setengah-setengah atau hanya beberapa kata di dalam satu kalimat. Soalnya jatuhnya kayak olok-olokan.

Tidak tahu kalau di daerah Borneo yang ada di cerita ini ya, tapi kalau di tempat saya kuliah, bahasa Banjar yang setengah-setengah itu jadi bahan olok-olokan. Bukan mengolok-ngolok orang luar yang menggunakan bahasa Banjar, bukan. Tapi mengolok-ngolok orang daerah yang mau sok berbahasa Indonesia, tapi bahasa Indonesianya ga benar karena bahasa daerahnya masih banyak yang ngikut keselip.

At last, meskipun saya tidak terlalu suka dengan gaya ceritanya, tapi saya suka sekali dengan pesannya. Dan semoga pesan ini bisa menyadarkan siapapun yang membaca bukunya, untuk menyelamatkan Ping dan rumahnya 😉

***

Judul: Ping! A Message from Borneo | Pengarang: Riawany Elyta dan Shabrina W.S. | Penerbit: Bentang Belia | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama, Maret 2012, 142 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Posted in Bentang Pustaka, Books, Dewi Lestari, Review 2016, Romance

Majalah Pecinta Buku No. 2 dan #BacaBukuPerpus Giveaway Winners

Majalah Pecinta Buku No. 2

EDITORIAL

 photo 05865-banner2bposbar2b2016_zpswx291h9a.jpg

Halllooooo..masih dalam rangka Posting Bareng Blogger Buku Indonesia 2016, kami memutuskan untuk ikut muncul kembali di blog saudari kami tercinta.

Di edisi sebelumnya, kami … katakanlah … terlalu banyak bereksperimen dengan tampilan yang membuat kami akhirnya capek sendiri. Di edisi ini kami akan menampilkan Majalah Pecinta Buku dengan format yang lebih sederhana namun tetap penuh warna.

Di edisi kedua ini, Majalah Pecinta Buku akan menampilkan sajian utama dari Posting Bareng BBI bulan Maret. Mengusung tagar #BBILagiBaca, dari tanggal 14 – 30 Maret 2016, Ira sudah meluncurkan tweet-tweet di akun twitter-nya sehubungan dengan buku yang sedang dia baca. Dan yang mendapat tugas untuk mengumpulkan tweet-tweet tersebut adalah saudari Bungsu dan Cili. Sepertinya akan mudah, sebab Ira tidak sempat nge-tweet terlalu banyak.

Review dari buku tersebut, tentu saja akan ditulis oleh Ira. Kami rasa dia tidak bisa melemparkan tugas ini kesiapa-siapa XD

Karena buku yang dia baca untuk Posting Bareng ini adalah buku perpustakaan, tanggal 14 Maret kemarin Ira mengadakan giveaway untuk para peserta Proyek Baca Buku Perpustakaan. Pengumuman pemenangnya akan diumumkan di post ini. Selamat buat yang beruntung. Bagi yang belum menang, mari kita doakan bersama-sama agar Ira lebih sering mengadakan giveaway.

Terakhir, mungkin ada yang bertanya-tanya siapa itu Komandan Mama. Saya adalah editor untuk majalah ini. Saya adalah saudari tertua. Adik-adik saya bilang saya orangnya galak plus ngebos, dan itulah asal-muasal julukan Komandan Mama. Padahal saya aslinya adalah kakak yang baik hati dan tidak sombong.

SALAM EDITOR,

KOMANDAN MAMA

(IRA, BINGUNG: “Siapa yang menyuruh Komandan Mama memperkenalkan diri?”

(CILI, BUNGSU, SEREMPAK: “Kami lebih setuju dengan kakak yang galak dan ngebos daripada yang baik hati dan tidak sombong”)

 

KLIPING TWEETS

 photo bbilagibaca_zpsrmgc65lg.png

DISUSUN OLEH:

CILI DAN BUNGSU

 

PERAHU KERTAS REVIEW

Dulu sekali, saat masih SMA, saya mempunyai sedikit drama saat membaca Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh. Apa dramanya? Nanti deh saya ceritakan setelah saya baca ulang Supernova. Yang pasti, drama tersebut membuat saya selalu menunda-nunda untuk membaca karya Dee lagi. *sungkem*.

Tapi, buku Perahu Kertas ini, seperti memanggil-manggil dari rak perpustakaan. Apalagi bukunya sebentar saja sudah kucel, tanda banyak yang pinjam.

So, akhirnya bukunya saya pinjam, dan setelah membaca beberapa halaman-halaman awal, bukunya langsung saya tutup lagi. Bukan karena tidak bagus, tapi karena saya merasa ceritanya bikin nagih. Saya punya feeling kalau saya sudah mulai baca, saya tidak akan bisa meletakkannya lagi. Jadi, mengingat bukunya lumayan tebal, saya rasa, saya perlu menyiapkan waktu khusus untuk membaca Perahu Kertas.

Dan benar seperti dugaan saya, Perahu Kertas benar-benar susah buat dilepaskan sebelum selesai dibaca. Belum lagi isu yang diangkat terasa dekat. Tentang impian dan cita-cita yang bertentangan dengan realita. Belum lagi kalau keingat lagunya, wuiiih, saya rasa saya kena demam Perahu Kertas walaupun sepertinya sudah telat sekali.

Sayang saya belum menonton filmnya. Meskipun begitu, kisah Kugy dan Keenan terus terngiang-ngiang di kepala dalam wujud Adipati Dolken dan Maudy Ayunda XD.

Ide tentang melarutkan Perahu Kertas untuk curhat dengan Neptunus saya rasa keren sekali. Kalau saja tetangga-tetangga saya tidak terlalu kepo, saya mungkin akan menghayutkan Perahu Kertas juga di sungai dekat rumah. *dikeplaktetangga*. Jadi agen Neptunus sepertinya asik juga, siapa tahu bisa ketemu Percy, *salahcerita*.

Selain Neptunus, hal yang paling berkesan bagi saya dari buku Perahu Kertas ini ada di adegan berikut:

Sepeninggal istrinya, Adri kembali menatap teve dengan pandangan kosong, seperti yang ia lakukan sedari berjam-jam yang lalu. Di dalam kepalanya ada program yang berjalan sendiri. Kenangan, pertanyaan, lamunan tentang satu orang. Keenan.

Keenan … di mana kamu sekarang, Nak? Bertahun baru di mana? Apakah kamu kesepian? Kelaparan? Kedinginan? Dan ia hanya bisa menyapa dan menanyakan itu semua dalam hati. Dalam kesunyian. Dalam ketidadaan.

Setengah mati, Adri berusaha menahan. Hingga pada satu titik rasanya tidak lagi tertahankan. Dan sebutir air mata pun bergulir di pipinya.

(Perahu Kertas, hlm. 215)

Nah, ini nih, entah kenapa saya merasa adegan ini sedih sekali. Mungkin karena terasa familiar. Kita sebagai anak biasanya tidak menyadari betapa orang tua sangat menyayangi kita. Apalagi kalau sikap orang tuanya dingin dan tidak mau mengalah seperti Papa-nya Keenan ini. Sama sekali tidak menunjukkan kalau sebenarnya beliau sangat sayang dan peduli kepada Keenan.

Errr…tidak tahu ini termasuk spoiler atau tidak, tapi bagi yang sudah membaca Perahu Kertas, pasti sudah tahu kalau akhirnya, gara-gara mikirin Keenan, Adri jadi kena stroke.

Biasanya, kalau ada masalah orang tua – anak seperti ini, saya bakalan mendukung si anak. Tapi kali ini, sepertinya saya mendukung Papa-nya Keenan deh. Benar sih, apa yang diharapkan Adri ke Keenan salah, tapi bukan berarti salah sama sekali kan? Adri hanya berharap yang terbaik bagi Keenan. Meskipun yang terbaik itu menurut versi si Bapak.

Saya lebih setuju dengan sikapnya Kugy, ambil jalan memutar dulu, setelah mapan, baru TERSERAH. Jadi tidak ada drama kabur dari rumah atau stroke segala. Ngomong-ngomong kok saya yang sewot ya? Ini kan cuma cerita, *garuk-garuk gingsul*.

At last, kalau menurut saya sih ya, buku Perahu Kertas ini bisa membuat kita “terhanyut” dan kena “mabuk laut” setelahnya :D. Keren deh, saya suka.

Judul buku: Perahu Kertas | Pengarang: Dewi “Dee” Lestari | Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan XVIII, September 2012, 444 hlm. | Rating saya: 4 dari 5 bintang

IRA

 

PENGUMUMAN PEMENANG #BACABUKUPERPUS GIVEAWAY

Saatnya mengumumkan pemenang #BacaBukuPerpus Giveaway. Terima kasih untuk semua peserta yang telah berpartisipasi.

Sudah banyak buku-buku perpustakaan yang kalian baca ya. Hebaaaaat. Saya malah baru nambah satu o(≧∇≦o)

Oke langsung saja. Berikut adalah link yang masuk berdasarkan rekapan saya. Satu orang pemenang akan dipilih secara acak dari sini.

  1. Ring Ding Dong – Alexandra (FBTwitter – IG)
  2. Ring Ding Dong – Cewephobia (FBTwitter – IG)
  3. @IpinKaramel – Reputation (FB – Twitter – IG)
  4. @IpinKaramel – Travel Writer Diaries (FB – Twitter – IG)
  5. Pelahap Kata – Jack and Jill Go Skating (FBTwitterIG)
  6. Ring Ding Dong – Count to Ten (FBTwitterIG)
  7. Ajeng Bercerita – Memilikimu (FB – Twitter – IG)
  8. Panda Kapiler – Hablu Minannas (FB – Twitter – IG)
  9. Ring Ding Dong – Sulaiman Sang Penakluk Hati (FBTwitter – IG)
  10. Pelahap Kata – How Do Dinosaurs Love Their DOGS? | How Do Dinosaurs Love Their CATS? (FBTwitter IG)
  11. The Bookish Fever – Please Look After Mom (FB – Twitter – IG)
  12. The Bookish Fever – Looking for Alaska (FB – Twitter – IG)
  13. Ring Ding Dong – Selamat Malam Kabutku Sayang (FB Twitter – IG)
  14. Ring Ding Dong – Hannah, Misteri Gadis Terpasung (FB Twitter – IG)
  15. Mysterious Mistery – Pusaran Energi Ka’bah (FB – Twitter – IG)
  16. The Bookish Fever – Rumah Lebah (FB – Twitter – IG)
  17. Ring Ding Dong – In Paris Where I Meet You (FB Twitter IG)
  18. Pelahap Kata – The Little White Owl (FBTwitterIG)
  19. Resensi Buku Nisa – Ziarah (FB – Twitter – IG)
  20. The Bookish Fever – If I Stay (FB – Twitter – IG)

Dan yang beruntung dipilih oleh Mr. Random adalah nomer: photo bacabukuperpusgarandom1_zpsyerjsenp.png@IpinKaramel – Reputation (FB – Twitter – IG)

Satu orang pemenang lagi diambil dari link-link di bawah.

 photo bacabukuperpusga_zpsetk7bntx.png

Dan yang beruntung adalah nomor:
 photo bacabukuperpusgarandom2_zpsacyooo8q.png
@ntarienovrizal – Galau Putri Calon Arang

Selamat buat  @ipinkaramel dan @ntarienovrizal  \^_^/. Hadiahnya adalah buku pilihan kalian sendiri seharga maksimal Rp80.000,-. Silakan pilih bukunya di BukaBuku.com atau BukuKita.com saja ya, saya familiarnya cuma sama yang dua itu 😀 . Silakan DM NAMA, ALAMAT LENGKAP, NO TELPON dan LINK BUKU YANG KALIAN INGINKAN ke akun Facebook atau Twitter saya. Ongkos kirim saya yang tanggung ^_^

Sekali lagi terima kasih buat peserta Proyek Baca Buku Perpustakaan yang sudah berpartisipasi. Yang belum beruntung jangan berkecil hati, semoga nanti kalian beruntung di akhir periode proyek atau mungkin … di giveaway berikutnya, semoga 😉

IRA

 

NB

—Proyek Buku Jalan-Jalan saya bersama Zelie @ Book-admirer dimundurkan ke bulan depan. Neptunus mengabarkan bahwa perahu kertas yang saya layarkan kepada Zelie menghadapi cuaca buruk di perjalanan. Tapi dia baik-baik saja, dan masih mampu melaksanakan misi “jalan-jalan” kami. Nantikan kabar yang dibawa oleh perahu kertas bulan depan ya 😉

IRA

 

***

Submitted for Proyek Baca Buku Perpustakaan

 photo proyek_baca_buku_perpustakaan_zpsbae5o9ei.png