Posted in Adventure, Atria, Books, Fantasy

A Tale Dark & Grimm Review

***

Bisa dibeli di  Belbuk.com dan BukaBuku.com

***

Blurb

Sebelum kau membaca buku ini, kuperingatkan: cerita ini bukan untuk anak-anak. Penyihir dengan mantra keji, pemburu berdarah dingin, serta tukang roti yang memanggang anak-anak, mengintip di halaman-halamannya.

Namun, jika kau berani, ikuti petualangan Hansel dan Gretel memasuki dunia penuh sihir, teror, dan sepercik kelakar yang berkilauan seperti kerikil putih di sepanjang jalannya.

Masuklah. Mungkin menakutkan, dan jelas-jelas penuh darah. Tetapi, tak seperti dongeng-dongeng yang kauketahui, yang ini sungguhan.

Dan kau tahu, dahulu kala, dongeng itu keren.

My Review

Penuh darah memang, hahhah. Tapi benar, ceritanya keren. Saat membaca setiap adegannya, saya rasa-rasanya ingat dongeng yang ini dan dongeng yang itu. Tapi lupa dongeng-dongeng apa tepatnya. Saya belum cek sih, tapi sepertinya dongeng-dongengnya adalah dongeng-dongeng Grimm. Kan dijudulnya ada memuat kata Grimm XD

Jadi ini adalah cerita beberapa dongeng yang digabung dalam satu petualangan, dan dongengnya dirubah jadi dongeng yang gelap (dongeng-dongeng Grimm memang gelap kan ya?, hahhhah). Ada komentar dari narator di setiap adegan. Komentarnya…errrrr….lumayan kocak, so, dongengnya jadi tidak seram-seram amat.

So, bingung mau nulis apa lagi. Yang pasti lumayan lah. Saya kasih 3 bintang saja deh.

***

Judul: A Tale Dark & Grimm | Pengarang: Adam Gitwitz | Penerbit: Atria | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Juni 2011, 244 halaman | Status: Owned book* | Beli di: Amuntai Book Super Sale 2018 | Harga: Rp20.000 | Rating saya: 3 dari 5 bintang

 

Advertisements
Posted in Adventure, Bentang Pustaka, Biography, Books, Islamic, Tasaro G.K.

Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan Review

***

Bisa dibeli di belbuk.com dan BukaBuku.com

***

Blurb:

Kashva pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.

Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Seorang Pangeran Kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci yang dia cari dari setiap ungkapan ayat-ayat Zardusht sampai puncak-puncak salju di perbatasan India, Pegunungan Tibet, biara di Suriah, Istana Heraklius, dan berakhir di Yatsrib, sang Kota Cahaya.

Hasrat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou tak juga menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammad.

Kisah pencarian Kashva yang syahdu dalam novel ini akan membawa kita menelusur Jazirah Arab, India, Barrus, hingga Tibet.

My Review

Akhirnya rasa penasaran saya tentang kenapa judul buku ini adalah Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan terpuaskan. Meskipun sepertinya saya rasa saya salah memahami blurb-nya. Setelah membaca blurb tersebut, saya mengiranya Kashva benar-benar akan melakukan apapun untuk bertemu Nabi Muhammad SAW. Tapi kesan yang saya dapat setelah membaca bukunya tidak seperti itu. Menurut saya Kashva justru lebih tertarik untuk berburu pengetahuan-pengetahuan kuno dari berbagai agama yang akan meyakinkannya tentang kenabian Rasulullah ketimbang ingin bertemu langsung dengan beliau. Yah tapi itu menurut saya saja sih, huehehe.

Sama seperti buku The Great Episodes of Muhammad Saw,  saya juga membaca buku Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan ini dalam rangka  memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Meskipun seperti biasa, momennya sudah lewat saat saya berhasil menamatkan buku tebal ini. Kemampuan membaca saya sepertinya menurun. Dan ditambah berbagai faktor luar seperti banyaknya kerjaan yang harus diselesaikan di momen-momen akhir dan awal tahun. Libur akhir tahun yang panjang itu seakan tidak berlaku bagi saya, hahhah.

Jadi buku ini menceritakan tentang seorang pemuda Persia bernama Kashva. Kashva ini adalah seorang cendekiawan tipe jaman dulu yang sangat tertarik dengan ilmu pengetahuan dan pandai berkata-kata. Kashva dijuluki sebagai sang Pemindai Surga dan dia menjadi kesayangan penguasa Persia saat itu, Khosrou.

Namun, Kashva memberikan sebuah “hadiah” yang membuat Khosrou murka, dan ini ada hubungannya dengan munculnya agama baru yang menurut kabar dibawa oleh seorang lelaki Arab yang mengaku sebagai nabi.

Biasanya murkanya penguasa jaman dulu ini berarti kematian kan ya, nah, Kashva pun terpaksa lari. Bersama gulungan-gulungan perkamennya yang berharga, Kashva melakukan pencarian pengetahuan tentang Lelaki Penggenggam Hujan yang diramalkan akan hadir oleh berbagai agama di seluruh dunia.

Selain kisah Kashva, kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dan para keluarga beserta sahabat beliau juga ada di buku ini. Jadi chapter-chapternya terbagi dua. Ada kisah Kashva dan juga kisah Rasullullah.

Ngomong-ngomong, saya salut tentang bagaimana penulis bisa mengisahkan kisah hidup Rasulullah dalam bentuk novel biografi yang ringan dibaca. Saya rasa menulis novel biografi Nabi Muhammad SAW itu sulit. Soalnya setiap perkataan dan perbuatan beliau adalah sunnah. Tidak bisa dituliskan sembarangan dan harus ada referensi yang kuat.

Berhubung saya sebelumnya baru saja membaca buku sirah nabi, sedikit banyak saya bisa membandingkan kisah hidup Rasullullah yang ada di buku ini, dengan yang ada di buku The Great Episodes of Muhammad Saw. Seingat saya cocok sih, kecuali bagian dimana perempuan ikut berperang. Tapi saya tidak berani ngomong banyak-banyak. Ilmu saya jelas belum cukup dan saya jelas bukan ahli sirah,  plus bisa saja saya yang salah baca atau kurang paham. Mengingat kalau ada adegan menegangkan seperti adegan perang, saya bawaannya selalu pengen cepat-cepat membaca saking serunya:D

Btw, buku ini ternyata sudah terbit lama ya? Ya ampun kemana saja sih saya, hahhah. Meskipun bagi saya, butuh perjuangan untuk membaca buku ini di chapter-chapter awal, tapi endingnya begitu berkesan. Membaca kisah hidup Nabi Muhammaad SAW memang selalu memberikan efek seperti itu, selalu membuat rindu. Ditambah lagi dengan cerita Kashva yang melakukan pencarian pengetahuan yang sangat ilmuwan banget. Oh I love it. Yes! XD Pencariannya itu cocok dengan buku The Great Episodes of Muhammad Saw. Tentang bahwa sebenarnya semua agama yang dibawa oleh para nabi, sejak Nabi Adam,  memerintahkan hal yang sama. Bahwa hanya ada satu Tuhan untuk disembah dan nanti akan ada nabi akhir jaman yang akan lahir.

Saya penasaran sekali ingin membaca buku-buku selanjutnya. Tapi setelah diusut, well, bukunya ternyata ada 4 dan tebal-tebal pula, hiks. Ga kebayang berapa total harga + ongkirnya, wkwkwk. Terpaksa belinya pelan-pelan, hohoho. Sayang sekali akhir-akhir ini tidak ada lagi bazar Mizan di kota saya. Kira-kira kenapa ya?

At last, saya suka sekali dengan buku ini. 4 dari 5 bintang tentunya. Semoga nanti saya berjodoh dengan keempat bukunya. Amiiin.

NB:

Kutipan-kutipan favorit:

Rahasiakanlah ini sampai waktunya tiba. Engkau akan menjadi saksi yang menguatkan dan aku sungguh iri kepadamu. Nabi ini, seperti para nabi Tuhan sebelumnya, akan dimusuhi oleh orang-orangnya sendiri. Alangkah bahagianya jika aku bersamanya tatkala dia terusir dari kaumnya. (hlm. 15)

Dibantu oleh beberapa orang, ‘Aisyah lalu meninggalkan biliknya untuk mendatangi rumah ayah-ibunya. Tampaknya dia sangat ingin dirawat oleh ibunya saat ini. Pada saat-saat tertentu seorang anak akan selalu merindukan tangan ibunya. Perawat terbaik di dunia. (hlm. 90)

Tidak semua hal boleh kau lakukan hanya karena kau bisa melakukannya, berkuasa untuk melakukannya. (hlm. 158)

Bagiku lebih meyakinkan kesungguhan seseorang dalam perbuatan dibanding kata-kata yang sejuta. (hlm. 222)

Di dalam dada Kashva merekah energi pengetahuan yaang memang selama ini, menjadi sumber kekuatannya menempuhi hari-hari. (hlm. 433)

Di tanah kelahirannya, agama pun telah menjadi alat kekuasaan. Tinggal remah-remahnya saja. Unsur-unsur yang digunakan Khosrou untuk mengendalikan kepala-kepala rakyatnya. Agama yang hanya ritual semata. Tak jelas lagi apa inti dan tujuannya. (hlm. 435)

***

Judul: Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan | Pengarang: Tasaro GK | Penerbit: Bentang, Edisi II, Cetakan V, Yogyakarta, September 2016, 640 halaman | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

NB part 2:

Setelah membaca buku ini jadi rindu dengan Nabi Muhammad SAW. Ayo bershalawat ^^

Posted in Adventure, Books, Luis Sepulveda, Marjin Kiri

Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta Review

***

bisa dibeli di BukaBuku.com

***

Blurb:

Di desa kecil di tengah rimba raya Ekuador, seorang kakek tua menyepi mencari kedamaian ditemani novel-novel cinta picisan yang didapatnya dari rumah bordir hilir sungai. Tapi kedamaian rupanya mustahil saat “peradaban” terus merangsek masuk menembus hutan. Ladang minyak. Demam emas. Perburuan. Alam pun membalas dendam lewat seekor macam kumbang. Seisi desa terancam dan si kakek tua tahu tak ada yang sanggup menghadapi hewan itu selain dirinya.

Kisah memukau tentang belantara Amazon dari seorang penulis Cile yang diasingkan oleh rezim militer Pinochet. Telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa dan difilmkan ke layar lebar.

My Review

Jadi setelah membaca Rumah Kertas, saya membaca buku ini, masih dalam “suasana morning sickness” dan sepertinya membaca buku ini dalam keadaan badan sedang tidak fit bukanlah ide yang bagus. Ada beberapa adegan di bukunya yang membuat saya eneg. Padahal adegan tersebut tidak ngeri-ngeri amat.

Saya tertarik membaca buku ini karena blurb-nya. Namun setelah selesai membacanya, saya merasa buku ini tidak seseru yang dijanjikan. Tetapi, mungkin kalau saya membacanya dalam keadaan sehat, kesan saya akan berbeda. Atau bisa juga ini karena saya memang kurang suka membaca kisah petualangan di belantara hutan ala ala Amazon seperti ini. Ntah kenapa kalau setting ceritanya semacam ini, saya jadi teringat film Anakonda, hohoho.

Jadi, yaaa, seperti yang blurb-nya bilang, ini cerita tentang Pak Tua yang mempunyai segudang pengalaman tentang bagaimana caranya hidup di belantara hutan hujan yang penuh dengan binatang liar yang ganas. Pak Tua belajar langsung dari suku asli yang tinggal di hutan tersebut. Tapi seperti biasa, para orang asing perlahan-lahan merangsek masuk dan mengambil alih hutan untuk kepentingan pribadi tanpa peduli dengan alam. Sampai akhirnya, hanya gara-gara kesalahan satu orang pemburu, nyawa banyak orang jadi terancam karena ada seekor macan pintar yang ingin membalas dendam.

Nah, sepertinya hanya Pak Tua yang bisa mengalahkan si macan. Padahal Pak Tua hanya ingin hidup tenang dengan membaca novel-novel cinta. Belum lagi penguasa daerah itu, yang meminta Pak Tua untuk menangani si macan sepertinya punya maksud tersembunyi karena Pak Tua sering membuatnya sebal.

At last, saya rasa sudah berulang kali diceritakan (plus dirasakan akibatnya juga), bagaimana alam bisa membalas dendam kalau manusia merusak alam seenaknya. Tapi manusia memang bandel sih. Dan buku ini bisa jadi pengingat untuk kita agar tidak seenaknya merusak alam. Kalau alam sudah balas dendam, baru tahu rasa deh. *sotoy mode on*. So, 3 dari 5 bintang untuk buku ini. Lumayan.

***

Judul: Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta | Pengarang: Luis Sepulveda | Penerbit: Marjin Kiri | Penerjemah: Ronny Agustinus | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, Agustus 2017, 133 halaman | Status: My Owned Book | Rating saya: 3 dari 5 bintang

Posted in Adventure, Bentang Pustaka, Books, Jonas Jonasson

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared Review

DSC_0001

 photo 05865-banner2bposbar2b2016_zpswx291h9a.jpg

SecretSanta

***

Saya rasa kalau Anda pernah bertanya kepada diri sendiri, “Haruskah saya…”, jawabannya adalah “Ya!”. Kalau tidak bagaimana, Anda tahu bahwa jawabannya adalah tidak?

(The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared, hlm 508)

Satu lagi buku bagus pemberian Santa. Ceritanya rada absurd, tapi bagus.

Ngomong-ngomong, ada Indonesia loh di sini. Aseeekk, I liked it. Meskipun cerita tentang Indoesia terkesan tidak bagus, but, it’s OK. Bisa dianggap sebagai kritikan yang membangun, ahaha. Karena, kalau dipikir-pikir,  meskipun tidak semua, tapi dalam banyak kasus, sepertinya Indonesia memang seperti itu ya, ehm, *ngumpet*.

Nah, bagaimana Indonesia di petulangan kakek berusia 100 tahun ini? Well, silakan baca sendiri. Pokoknya peristiwa pasca si kakek memanjat keluar dari jendela kamarnya benar-benar penuh kejutan.

Sama seperti buku pemberian Santa yang satunya, buku ini juga membuat saya speechless. Saya suka sekali. Terutama tentang pelajaran untuk selalu berpikir positif. Saya iri sekali dengan si kakek yang mampu menganggap semua masalah secara simpel. Apa pun yang akan terjadi akan terjadi juga. Yeap, itu kalimat pamungkasnya.

Saya juga tertarik dengan khayalan si kakek tentang Nirwana. Menurutnya, harmoni sempurna dan absolut dapat ditemukan di sebuah kursi pantai di bawah sebuah payung di iklim yang cerah dan hangat di mana kita minum beraneka minuman dingin.

Well, berkebalikan dengan khayalan kakek, menurut saya harmoni sempurna itu dapat ditemukan di sofa empuk di depan perapian di iklim bersalju yang dingin di mana kita dapat minum minuman hangat. Haha, mungkin perbedaan khayalan ini ada hubungannya dengan tempat kita dibesarkan.

Terakhir, saya benar-benar menyukai wawancara dengan penulis di bagian akhir buku. Terutama kalimat yang ini:

Tetapi, menurut saya banyak orang yang harus memanjat keluar dari jendela mereka. Perspektif saya adalah kita hidup sekali saja, saya tidak yakin, tetapi itu yang saya percayai. Saya rasa kalau Anda pernah bertanya kepada diri sendiri, “Haruskah saya…”, jawabannya adalah “Ya!”. Kalau tidak bagaimana, Anda tahu bahwa jawabannya adalah tidak?

Nah, saya jadi langsung ingin memanjat jendela agar dapat mengerti bahwa hidup adalah petualangan yang sangat layak dijalani.

Terima kasih Santa sudah memberikan saya buku ini. Tebakan tentang siapa Santa saya ada di review buku Sabtu Bersama Bapak yang saya post sebelum post ini. Doakan semoga tebakan saya benar yaaa, thank you (‘▽’ʃƪ) ♥

***

Judul: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared | Pengarang: Jonas Jonasson | Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Ketujuh, September 2015, 508 halaman | Status: Owned book, Hadiah dari Secret Santa 2015 (‘▽’ʃƪ) ♥ |  Rating saya: 5 dari 5 bintang