Posted in Books, Gramedia Pustaka Utama, Rhonda Byrne, Self Help

The Power (Reread II) Review

***

Bisa dibeli di Belbuk.com dan BukaBuku.com

***

Selesai membaca The Power. Masih menginspirasi. Tapi tetap lebih banyak mengkhayalnya daripada berhasilnya, wkwkwk.

Direread sebelumnya, The Power berhasil membuat saya sedikit insyaf. Kali ini The Power berhasil memberikan efek yang sama seperti saya membaca The Secret, yaitu keinginan untuk secara langsung mempraktikkan bagaimana caranya menata perasaan (yaelah perasaan) agar bisa selalu merasa bahaaaaagia.

Masih belum dapat sih, hahhah. Tapi bukunya tetap menginspirasi. Tinggal sayanya aja lagi yang belum menemukan cara yang cocok agar bisa selalu bahagia.

Btw, yang paling jadi sorotan saya saat reread kali ini adalah masalah soal remeh temeh seperti yang saya kutip berikut:

Seberapa Besar Pengaruhnya?

“Dalam situasi yang berantakan, temukan kesederhanaan. Dalam pertikaian, temukan keselarasan. Dalam kesulitan terdapat peluang.”

Albert Einstein (1879-1955)

FISIKAWAN PERAIH HADIAH NOBEL

Bila pikiran Anda dipenuhi oleh terlalu banyak detail, soal kecil-kecil saja sudah bisa mengganggu pikiran Anda dan membuat Anda merasa kesal. Anda tidak bisa kaku dalam merasakan kesenangan bila Anda berputar-putar dalam soal-soal yang sepele. Apa pengaruhnya bila Anda membawa pakaian Anda ke binatu pas sebelum mereka tutup? Apa pengaruhnya bagi hidup Anda bila tim olahraga Anda tidak menang pekan ini? Kan masih selalu ada minggu depan. Seberapa pengaruhnya bila Anda ketinggalan bus? Apa pengaruhnya bila di pasar tidak jeruk yang Anda cari? Seberapa pengaruhnya bila Anda harus berdiri antre selama beberapa menit? Di atas segalanya, apa yang diakibatkan oleh hal-hal kecil itu?

Soal remeh-temeh membuat Anda merasa terganggu, dan yang kecil-kecil ini dapat memorak-porandakan hidup Anda. Bila Anda terlalu mempersoalkan hal-hal kecil, Anda tidak akan merasa nyaman. Tak satu pun dari soal remeh ini yang penting dalam keseluruhan hidup Anda. Sederhanakan demi melindungi kenyamanan perasaan Anda. Sederhanakanlah, karena bila Anda melepaskan diri dari soal tetek bengek, Anda dapat memberi ruang bagi segala sesuatu yang Anda inginkan untuk memasuki kehidupan Anda.

Bener banget kan ya? 😀

Sekarang kalau ada hal remeh yang membuat saya kesal, kata-kata di atas selalu terngiang-ngiang di telinga saya. Seberapa berpengaruhnya sih masalah itu? Cukup pantaskah masalah itu untuk membuat hati saya tidak nyaman? Saya sudah kesulitan untuk membuat hati saya luar biasa bahagia tanpa perlu ditambah lagi oleh hal remeh yang membuat hati saya malah menjadi tidak nyaman. Tapi ngomong lebih gampang sih daripada praktiknya, wkwkwk. Yang ada, hal-hal kecil yang mengesalkan itu tetap saja membuat saya kesal ;(

Selain masalah hal kecil, ada satu lagi hal yang paling berkesan direread kali ini, yaitu tentang PEP atau Pelatih Emosi Pribadi. PEP ini disamarkan dalam bentuk orang sehari-hari yang melatih kita untuk tetap memilih cinta disetiap situasi atau tidak. Dengan kata lain, PEP ini adalah orang-orang menyebalkan disekitar kita yang berpotensi untuk membuat kita kesal atau sedih, wkwkwk.

Kebetulan bulan ini, saya banyak berhadapan dengan PEP. Beberapa ada yang membuat saya kesal luar biasa. Ada yang membuat saya sampai menangis dan sebagainya. Susah memang untuk mengabaikan mereka, untuk tetap merasa bahagia. Jangankan merasa bahagia, merasa biasa-biasa saja jadi susah kalau PEP ini beraksi. Tapi benar, dengan menganggap mereka sebagai Pelatih Emosi Pribadi, kita jadi lebih mudah mengabaikan mereka. Mengabaikan dalam artian jangan sampai perilaku mereka membuat suasana hati kita jadi sedih berkepanjangan. Ingat, hukum tarik menarik yang positif hanya berlaku jika kita merasa bahagia luar biasa.

So, selalu ada hal baru yang bisa saya dapatkan dari me-reread sebuah buku. Next, saya pengen baca The Magic. Semoga aura positifnya selalu nempel. Saya benar-benar ingin selalu merasa bahagia. Semangaaat!!!

***

Judul: The Power | Pengarang: Rhonda Byrne | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Jakarta, 2010 | Penerjemah: Rani Moediarta | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Status: Owned book,  24 Januari 2011 | Rating saya: 5 dari 5 bintang

Advertisements

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s