Posted in Books, Gramedia Pustaka Utama, Rhonda Byrne, Self Help

Hero (Reread) Review

***

Wah..wah…, setelah ditinggal kurang lebih 3 bulan, blog saya jadi lumayan berdebu. Saya melewatkan event ulang tahun BBI. Saya juga melupakan event Hari Buku Nasional yang sebetulnya bertepatan dengan tanggal lahir saya, *uhuk*. Terus ada juga beberapa komentar yang baru sempat saya balas sekarang, maaaf, *pasang tampang memelas*.

Tapi untunglah sekarang saya sudah punya waktu untuk nge-blog kembali. Meskipun sempat rehat dari bikin review, alhamdulillah saya masih tetap punya waktu untuk baca buku, walaupun jumlahnya jauh berkurang dari tahun lalu. Dan sekarang saya ingin membayar hutang-hutang review itu sebelum saya lupa.

Oke langsung saja, terakhir kemarin saya lagi demen-demennya baca buku dari seri The Secret. So, ini review dari buku Hero. Buku terakhir yang saya punya dari seri ini.

Duluuu, waktu saya pertama kali membaca Hero (lihat reviewnya di sini), efeknya sangat berasa. Saya langsung merasakan contoh nyata dari sifat Hero. Sekarang efeknya terasa berbeda. Terasa kurang dibandingkan buku-buku pendahulunya. Tapi bagi saya, masih bisa tetap menghangatkan hati, *eaaaa*.

Ngomong-ngomong, Hero itu apa atau siapa sih? Hero itu adalah diri kita sendiri. Menurut buku ini, kita semua berpotensi untuk menjadi pahlawan. Bagaimana caranya dijelaskan dengan panjang lebar di buku ini.

Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, untuk reread kali ini, saya kurang merasa terinspirasi untuk menjadi pahlawan. So, saya bingung mau menulis apa lagi. Mungkin saya perlu membaca ulang Hero lagi di lain kesempatan, atau membacanya lebih sering. Soalnya di review pertama Hero, saya pernah berjanji untuk berusaha menjadi pahlawan. Tapi semangat untuk menepati janji itu hilang seiring memudarnya ingatan saya tentang berbagai kisah inspiratif yang ada di buku ini.

At last, secara keseluruhan, saya masih suka dengan buku Hero. Ilustasinya cantik. Dan dibanding buku-buku lainnya dari seri The Secret, Hero lah yang benar-benar mengakui keberadaan hal negatif. Hal-hal negatif tersebut kemudian digunakan sebagai bahan bakar untuk menjadi seorang pahlawan. Cool. So, tetap bintang penuh untuk Hero, it was amazing 😉

***

Judul: Hero| Pengarang: Rhonda Byrne | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Jakarta, 2014 | Penerjemah: Susi Purwoko | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Tebal: 253 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 5 dari 5 bintang

Advertisements

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s