Posted in Books, Fairytale Retellings, Fantasy, Marissa Meyer, Review 2016, Spring, The Lunar Chronicles, Young Adult

Cress Review

***

“Tatkala gadis itu masih kecil, sang penyihir mengurungnya di menara yang tidak memiliki pintu dan tangga.”

(Cress, hlm. 6)

Gambar gadis yang memiliki rambut emas yang sangat panjang….pasti buku ketiga dari seri The Lunar Chronicles ini menceritakan tentang Rapunzel. ^^

Untuk pertama kalinya, saya tidak merasa kalau Cress merupakan versi retelling yang sempurna dari dongeng yang menjadi asal-usulnya. Itu sebelum saya menyadari, kalau kutipan-kutipan dongeng asli yang nyempil di buku ini sepertinya asing bagi saya. Kecuali kutipan yang saya pajang di atas.

Kalau dipikir-pikir, sepertinya ini karena saya belum pernah membaca dongeng asli Rapunzel. Saya kenal Rapunzel hanya dari film animasi Barbie dan Disney. Jadi kalau buku ini dibandingkan dengan kedua film animasi itu, sensasinya sepertinya tidak memberikan efek yang sama bagi saya. Terutama di bagian rambut, *eh*.

Tapi ceritanya sendiri tetap seru. Apa yang bisa ditemukan di dongeng Rapunzel, bisa ditemukan di Cress. Menyenangkan sekali saat saya menemukan bagaimana menara tinggi Rapunzel diganti dengan “menara lain” yang juga sangat tinggi dan tidak memiliki tangga. Siapa yang berperan sebagai penyihir yang menyekap Rapunzel di menara. Bagaimana ketika Rapunzel bertemu dengan pangerannya (si pangeran jelas lebih mirip Flynn Rider di film Rapunzel versi Disney daripada Pangeran Stefan di film Rapunzel versi Barbie). Bagaimana saat Rapunzel mengetahui siapa orang tua kandungnya (di bagian ini saya juga ikut tertipu mentah-mentah seperti Rapunzel). Dan terakhir, bagaimana Rapunzel mengalahkan si penyihir  (kalau di bagian ini saya kurang setuju dengan versi retelling-nya).

Oke, saya rasa cukup dengan serba-serbi retelling-nya dan sekarang kita kembali ke cerita petualangan Cinder dan kawan-kawan. Saya rasa blurb di belakang bukunya sudah cukup untuk memberi tahu kita tentang apa usaha Cinder berikutnya untuk menyelamatkan Bumi dan Bulan dari kekuasaan Levana,

Blurb:

Cinder dan Kapten Thorne masih buron. Scarlet dan Wolf bergabung dalam rombongan kecil mereka., berencana menggulingkan Levana dari takhtanya.

Mereka mengharapkan bantuan dari seorang gadis bernama Cress. Gadis itu dipenjara di sebuah satelit sejak kecil, hanya ditemani oleh beberapa netscreen yang menjadikannya peretas andal. Namun kenyataannya, Cress menerima perintah dari Levana untuk melacak Cinder, dan Cress bisa menemukan mereka dengan mudah.

Sementara itu di Bumi, Levana tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu pernikahannya dengan Kaisar Kai.

Jadi setelah bertemu dengan si Tudung Merah dan “serigala”-nya, Cinderella modern kita sekarang bertemu dengan Rapunzel. Dalam petualangannya, Cinder membutuhkan bantuan Cress untuk menjalankan rencananya yang kedengarannya mustahil untuk dilaksanakan. Tapi dengan kemampuan yang dimiliki Cress, Cinder sepertinya masih punya harapan. Asalkan setelahnya dia bisa selamat menghadapi penyihir jahat yang jelas tidak mau tawanan berharganya diambil begitu saja oleh Cinder.

Finally, saya senang sekali dengan peran yang dimainkan oleh Cress dalam petualangan Cinder, terutama di bagian dia yang paling tidak pandai beinteraksi sosial tapi punya otak yang paling brilian. Setiap anggota tim Cinder memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan mereka saling melengkapi satu sama lain. Termasuk Pangeran Kai yang sepertinya tidak bisa melakukan apa-apa kecuali pandai berbicara. Dan memang itulah yang diperlukan dari seorang Pangeran yang menghadapi masalah seperti Kai.

Sejauh ini, seri The Lunar Chronicles favorit saya tetap Cinder. Pasangan Pangeran dan Putri favorit saya tetap Cinder dan Pangeran Kai. Dan  4 dari 5 bintang untuk Cress (ga nyambung). Yeap, I really liked it.

***

Judul: Cress| Series: The Lunar Chronicles #3 | Pengarang: Marissa Meyer | Penerbit: Spring | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Mei 2016, 576 halaman, 20 cm | Penerjemah: Jia Effendie | Status: Owned book | Beli di: Online @shansterID | Rating saya: 4 dari 5 bintang

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “Cress Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s