Posted in Books, Gramedia Pustaka Utama, J. K. Rowling, Mystery, Review 2016, Robert Galbraith

The Silkworm Review

***

Blurb

Seorang novelis bernama Owen Quine menghilang. Sang istri mengira suaminya hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari—seperti yang sering dia lakukan sebelumnya—lalu meminta Cormoran Strike untuk menemukan dan membawanya pulang.

Namun, ketika Strike memulai penyelidikan, dia mendapati bahwa perihal menghilangnya Quine tidak sesederhana yang disangka istrinya. Novelis itu baru saja menyelesaikan naskah yang menghujat orang banyak—yang berarti ada banyak orang yang ingin Quine dilenyapkan.

Kemudian mayat Quine ditemukan dalam kondisi ganjil dengan bukti-bukti telah dibunuh secara brutal. Kali ini Strike berhadapan dengan pembunuh keji, yang mendedikasikan waktu dan pikiran untuk merancang pembunuhan yang biadab tak terkira.

My Review

Gara-gara The Cuckoo’s Calling (kasus kematian super model yang diduga bunuh diri), dan gara-gara judulnya “The Silkworm”, saya menduga pembunuhannya tidak sesadis ini. Memang sekeji apa sih kisah pembunuhan yang diberi judul “Ulat Sutra”?

Oke, ternyata saya salah. Dan sayangnya, saat membaca deskripsi kondisi mayat, konsentrasi saya terpecah. Saya jadi sedikit kebingungan karena baik Cormoran maupun Robin, tampak terguncang sekali kalau mengingat kondisi korban. Jadi, saya baca ulang deh deskripsi mayatnya, dengan konsentrasi penuh…dan sepertinya itu bukan tindakan yang bijaksana.*hueeek*.

Tapi ya sudahlah. Kembali ke “Ulat Sutra”. Jadi kali ini Cormoran menyelidiki kasus suami hilang. Asiknya, meskipun kliennya (si istri yang kehilangan suaminya) tampaknya tidak punya uang, Cormoran tetap menerima kasus itu karena alasan-alasan simpel, salah satunya cuma karena penasaran.

Dan dengan cepat kasus suami hilang berubah nama menjadi kasus suami yang dibunuh. Insting detektif Cormoran memang hebat. Kasus ini menjadi besar, dan terancam akan kembali sangat mempermalukan pihak kepolisian, tergantung apakah polisi penyidiknya, yang kebetulan adalah “teman akrab” Cormoran, mau mendengarkan Cormoran atau tidak.

Jadi seperti yang ada di blurb, korban kita kali ini adalah penulis. Jadi settingnya adalah dunia penulis dan penerbit. Dan sama seperti dunia super model di The Cuckoo’s Calling, setelah membaca kisah pembunuhan ini, tiba-tiba dunia penulis dan penerbit terlihat lumayan menakutkan bagi saya, hahhah.

Ngomong-ngomong, saking senangnya dengan buku fantasi, saya sampai lupa kalau saya juga menyukai cerita detektif macam Cormoran ini. Karena saya payah sekali kalau main detektif-detektifan, jadi saya telan bulat-bulat saja semua petunjuk yang ada tanpa harus capek-capek menebak kira-kira siapa pembunuhnya. Saya menikmati ketidaktahuan tersebut sampai pelan-pelan kasusnya terungkap sendiri. Asik. Seru. Dan sedikit dongkol juga karena buku ini terlalu tebal. Saya jadi harus begadang untuk menyelesaikannya. Soalnya saya tidak sanggup menunggu esok pagi untuk mengetahui siapa pembunuhnya😄

Oh ya, ada pengetahuan baru. Rupanya, di buku ini, nama Cormoran lebih identik dengan nama raksasa dibandingkan dengan nama burung.

Terus ada kutipan favorit dari tokoh favorit saya, Robin:

Robin kesulitan menelan makanan dengan gumpalan besar di tenggorokannya. Dia merasa terguncang tapi bahagia. Dia tidak salah: Strike melihat dalam dirinya sesuatu yang juga dia miliki. Mereka bukan orang yang sekadar bekerja demi gaji…

(The Silkworm, hlm. 318)

Iri? Tentu saja. Semoga suatu saat saya juga seperti Cormoran Strike dan Robin. Bisa bekerja karena kita suka pekerjaan tersebut.

So, 4 dari 5 bintang lagi untuk detektif Cormoran Strike. Belum bisa 5 bintang Cormoran, maaf. saya tetap lebih lebih suka dengan Holmes. Soalnya Holmes cuma butuh waktu singkat untuk memecahkan kasus rumit. Beda denganmu yang perlu…berapa halaman? 536? dan saya masih dongkol karena itu membuat saya begadang semalaman😉

***

Judul: The Silkworm – Ulat Sutra | Pengarang: Robert Galbraith | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, 2014, 536 halaman | Status: Owned book | Harga: Rp137.000,- (Gramedia Duta Mall Banjarmasin) | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

One thought on “The Silkworm Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s