Posted in Books, Cornelia Funke, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, Inkworld

Inkheart Review

***

“Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa lebih indah daripada huruf-huruf di atas kertas? Lambang keajaiban, suara mereka yang bungkam, dunia yang tak terbayangkan, dan lebih hebat lagi dari itu, merekalah pengusir kesedihan, teman dalam setiap kesepian. Pelindung rahasia, pengungkap kebenaran…”

(Inkheart, hlm. 510)

Blurb

Mo—ayah Meggie—memiliki kemampuan ajaib: ia bisa mengeluarkan tokoh-tokoh dari buku yang dibacanya. Sayangnya, kehadiran mereka ternyata harus ditukar dengan manusia-manusia di dunia nyata.

Sembilan tahun yang lalu, Mo membaca Tintenherz. Tanpa sengaja ia memunculkan berbagai tokoh jahat buku itu, dan membuat ibu Meggie lenyap karena masuk ke buku. Capricorn dan Basta, dua tokoh jahat dari buku tersebut, lantas menculik Mo, karena ingin Mo memunculkan lebih banyak lagi tokoh jahat dari Tintenherz. Termasuk sang Bayangan, monster menakutkan yang akan bisa membunuh semua musuh Capricorn. Capricorn juga menyuruh Mo mengeluarkan harta dari berbagai buku untuk membiayai kejahatannya di dunia ini.

Maka bermunculanlah tokoh dari berbagai buku, termasuk Tinker Bell dari buku Peter Pan, Farid dari Kisah Seribu Satu Malam, troll, goblin, bahkan si prajurit timah.

Situasi makin rumit karena Meggie ternyata memiliki kemampuan yang sama dengan ayahnya!

My Review

Pernah berharap seandainya tokoh-tokoh dari buku yang kita baca bisa mewujud? Well, hati-hati dengan harapan itu. Karena Mo, seorang dokter buku, ternyata mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan sesuatu dari buku yang dibacanya. Sayangnya, Mo tidak tahu kalau dia mempunyai kemampuan tersebut. Dan ketika dia menyadarinya, semua sudah terlambat.

Mo tidak sengaja mengeluarkan Capricorn dan Basta, dua tokoh jahat dari buku berjudul Tintenherz. saat dia membacakan buku tersebut untuk istrinya. Bersama mereka, Mo juga mengeluarkan Staubfinger, si penakluk api. Kehadiran mereka harus dibayar mahal. Istri Mo jadi masuk ke dalam buku. Untunglah anak mereka yang bernama Meggie, yang saat itu baru berumur 3 tahun, tidak ikut menghilang bersama ibunya.

Sampai Meggie berumur 12 tahun, Mo masih belum menemukan bagaimana caranya mengembalikan kekacauan yang telah dibuatnya. Mo juga harus terus bersembunyi karena baik Capricorn maupun Staubfinger sama-sama mengejar Mo, namun dengan maksud yang berbeda. Staubfinger ingin kembali ke dalam buku, sedangkan Capricorn tidak. Capricorn malah menginginkan agar Mo mengeluarkan lebih banyak makhluk jahat dan kekayaan untuknya.

Sampai akhirnya Mo berhasil ditangkap oleh Capricorn dan Meggie berusaha menyelamatkan ayahnya. Bersama bibinya yang galak dan juga Staubfinger, Meggie nekat mendatangi markas angker milik Capricorn. Bisakah Meggie menyelamatkan ayahnya?

Atau mungkin malah sebaliknya. Mungkin Mo yang harus menyelamatkan Meggie, karena tiba-tiba Tinker Bell muncul, saat Meggie membaca Peter Pan.

***

Wow…buku ini saya rasa cocok sekali untuk para pecinta buku. Covernya bernuansa buku. Judulnya bertema buku. Tokoh-tokohnya pecinta buku akut. Dan penjahat-penjahatnya keluar dari buku😄

Saya kenalan sama Inkheart gara-gara filmnya. Sejak menonton filmnya, saya selalu memasukkan Inkheart ke dalam daftar belanja kalau nanti pergi ke toko buku. Tapi, kalau kesempatan langka itu datang, saya selalu saja mundur teratur. Pasalnya, Inkheart ternyata adalah buku pertama dari sebuah trilogi, yang artinya, mau tidak mau, saya harus membeli ketiga bukunya, yang harganya waktu itu sangat memberatkan kantong mahasiswa.

Dan seperti biasa, kalau saya menunda-nunda membeli sebuah buku, apalagi buku tersebut berseri, saya ujung-ujungnya pasti menyesal. Saya menyesal kenapa tidak dari dulu saja saya membeli bukunya. Soalnya sekarang, seri lengkapnya susah didapatkan di toko buku. Buku pertama ini pun saya dapatkan dalam keadaan tidak bersegel dan hanya tinggal tiga eksemplar yang tersisa.

Uppss, maaf atas curcolnya😀

Kembali ke Inkheart. Jadi seperti yang sudah saya bilang sebelumnya. Saya duluan melihat filmnya daripada membaca bukunya. Ternyata ceritanya cukup banyak yang berbeda. Sehingga kalau ditanya seruan mana antara buku atau film, saya akan jawab keduanya berbeda, kesan yang ditimbulkan juga berbeda. Cuma intinya tetap sama, yaitu tentang bagaimana jadinya kalau ada orang yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan sesuatu yang dia baca.

Ngomong-ngomong, menurut saya, karakter Staubfinger benar-benar pas antara buku dan filmnya. Dia pemberani sekaligus pengecut. Pengkhianat sekaligus setia kawan. Bisa dibilang si Staubfinger ini kena penyakit galau permanen.

Terus, apa lagi ya. Saya speechless sebetulnya. Buku ini meskipun kelam, tapi terasa indah. Apalagi tokoh-tokohnya ternyata sangat menyukai buku. Banyak kutipan-kutipan indah tentang kecintaan mereka terhadap buku. Salah satunya sudah saya pajang di atas.

Saya juga terkesan dengan Meggie yang sanggup membawa-bawa banyak buku saat bepergian. Saya membawa diri aja repot, apalagi membawa buku-buku yang berat.😄

Terus, buku ini idenya asik. Saya baru nyadar kalau saya sepertinya belum pernah membaca buku keras-keras. Layak dicoba. Siapa tahu ada karakter yang keluar beneran dari buku. Walaupun saya sangsi saya bisa membaca sebagus Mo.😄

At last, ini adalah tipe buku yang bisa meningkatkan mood baca saya. Bukunya cantik luar dalam kayak Cinderella *ganyambung*. 4 dari 5 bintang untuk Inkheart. I really liked it  (‘▽’ʃƪ) ♥

***

Judul: Inkheart | Seri: Inkworld #1 | Pengarang: Cornelia Funke |Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Jumlah halaman: 536 halaman | Edisi: Cetakan pertama, Januari 2009 |Status: Owned Book | Rating saya: 4 dari 5 bintang

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s