Posted in Books, Dystopia, Fantasy, Mizan Fantasi, Veronica Roth

Allegiant Review

Selesai bacanya  seminggu yang lalu, tapi sampai sekarang belum bisa move on dari Allegiant,*halah*.

Allegiant versi bahasa Indonesia ini terbitnya sudah lumayan lama.  Sayangnya saya baru sempat baca sekarang. Untungnya saya berhasil menghindari spoiler sampai sejauh ini.

Oke, pertama-tama, just FYI, saya tidak pernah terlalu bermasalah dengan trilogy Divergent. Menurut saya Divergent series ceritanya oke-oke saja. Paling-paling di buku pertama saya sempat merasa sedikit jengkel karena waktu itu rasanya dunia Divergent terlalu dipaksakan. Tapi kemungkinan besar itu karena sebelumnya saya membaca The Hunger Games dan Delirium secara berturut.

Dari ketiga bukunya, saya paling suka dengan Insurgent. Ironisnya, saya belum punya Insurgent. Waktu itu saya meminjam Insurgent dari perpustakaan. Jadi koleksi trilogi Divergent saya masih bolong satu. Beberapa kali ke toko buku tapi saya tidak menemukan lagi Insurgent cover lama, yang ada cuma cover film. Jadi sabar saya deh, semoga nanti berjodoh dengan Insurgent sampul lama biar matching ketiga-tiganya.

Saya masih ingat waktu itu ending Insurgent membuat saya penasaran dengan dunia di luar pagar. Nah, di Allegiant, semuanya terungkap.

Tris dan kawan-kawan menjalankan misi keluar pagar. Setiba diluar, mereka dihadapkan pada kenyataan yang menyakitkan. Salah satunya adalah bahwa mereka selama ini ternyata hanya dianggap sebagai obyek eksperimen alih-alih manusia. Selain itu, ada kesenjangan sosial antara divergent dan non divergent. Non divergent dianggap memiliki gen yang cacat. Mereka hanya dianggap sebagai pembuat masalah.

Sementara itu, di dalam pagar. Perselisihan antara factionless dan allegiant terus berlanjut. Saat perang hampir terjadi, Pemerintah di luar pagar memutuskan untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang dianggap keterlaluan oleh Tris. Sehingga lagi-lagi, Tris melakukan sesuatu yang sangat berbahaya.

Well, setelah membaca ending buku ini, saya merasa seperti … errr … kalau meminjam istilah TimeRiders … seperti dihantam gelombang waktu. Tiba-tiba kisah Tris di Divergent dan Insurgent terpampang kembali. Ada semacam rasa rindu dan juga penyesalan dengan apa yang terjadi di ending.

At last, saya beri 4 bintang deh untuk Allegiant karena sudah berhasil membuat saya baper berhari-hari😄

***

Title: Allegiant | Author: Veronica Roth | Genre: Dystopia | Edition language: Indonesian | Translator: Nur Aini & Indira Briantri Asni  | Publisher: Mizan Fantasi | Edition: Bahasa Indonesia, Cetakan IX, Juli 2015 | Page: 551 pages Status: Owned book | My rating: 4 of 5 stars

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

One thought on “Allegiant Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s