Posted in Alex Scarrow, Books, Elex Media Komputindo, Fantasy, Science Fiction, TimeRiders

City of Shadows Review

 

cityofshadows

** spoiler alert **

Akhirnya, siapa dan apa itu TimeRiders terungkap. Ternyata seperti itu ya? Kaget saya. Kasihan Foster ;(

Terus, apa itu Pandora juga dibeberkan di sini, cuma masih samar-samar. Ga puas kalau bukan Waldstein sendiri yang bilang langsung😄

Terus lagi, siapa yang ngirim robot pembunuh untuk membunuh TimeRiders juga ketauan di sini.

Robot pembunuh itu memaksa TimeRiders untuk memindahkan lokasi markas mereka. Tebak mereka pindahnya kemana? Mereka pindah ke London tahun 1888, pas lagi jamannya Jack The Ripper.

Kenapa mereka memilih markas di jaman sejadul itu? Well, silakan baca sendiri. Tapi kalau saya yang jadi anggota TimeRiders, saya masih belum puas dengan alasan Maddy memutuskan untuk pindah ke sana. Bagaimana caranya Sal mengamati perubahan sejarah kalau dia ada di tahun itu?

Ambil contoh kasus Hitler di buku pertama deh. Kontaminasi waktu kan terjadi di tahun 1900-an. Nah, kalau Sal ada di tahun 1800-an, Sal kan jadi tidak bisa melihat perubahan sejarah yang menurut teori seharusnya ber-efek ke tahun setelah tahun 1900-an.

Memang sih di buku kedua, ada contoh kasus kontaminasi waktu yang terjadi di masa depan. Tapi saat itu ada Waldstein yang memperingatkan para TimeRiders untuk memperbaiki keadaan.

Tapi sekarang kan Waldstein sudah mengirimkan pesan ke TimeRiders yang membuat Sal jadi terancam tidak punya pekerjaan.

Tapi lagi, it’s ok lah, mungkin misteri bagaimana cara Sal mengamati kontaminasi waktu di masa depan dijelaskan di buku berikutnya. Atau mungkin sebenarnya solusinya sudah ada di buku ini, cuma sayanya saja yang tidak ngeh. Soalnya saya kalau baca TimeRiders itu, bawaannya pengen cepet-cepet, ceritanya seru dan bikin penasaran pakai banget😄

Disini ada beberapa scene yang berkesan buat saya. Pertama saat Maddy menggunakan senjata yang bernama “penyangkalan” untuk meredam kekecawaan. Kedua saat Sal mengatakan kenapa manusia ujung-ujungnya selalu saja menghancurkan dirinya sendiri, bahkan ketika ada kesempatan untuk memperbaiki. Dan terakhir tentang kebaikan hati Liam yang membuatnya jadi banyak yang naksir. Meskipun terkadang disalahartikan sebagai b*d*h, tapi orang yang hatinya baik itu memang keren ya ^^

At last, saya makin penasaran sama petualangan TimeRiders berikutnya. Bagaimana akhirnya ya? Apakah sejarah yang berujung ke masa depan yang mengerikan memang tetap harus dijaga, bahkan ketika manusia pada akhirnya bisa menemukan cara untuk memperbaikinya?

***

Judul: City of Shadows | Pengarang: Alex Scarrow | Series: TimeRiders #6 | Penerbit: Elex Media Komputindo | Edisi: Bahasa Indonesia, 2016 | Status: Koleksi pribadi | Rating saya: 5 dari 5 bintang | Bisa dibeli di: bukabuku.com

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s