Posted in Antoine de Saint-Exupéry, Books, Children, Gramedia Pustaka Utama, Review 2016

The Little Prince Reread Review

 photo the_little_prince_zps9n4hz1xu.jpg

***

Baca ulang buku Pangeran Cilik. Sebelumnya saya sudah membaca Le Petit Prince edisi bahasa Inggris yang reviewnya bisa di lihat di sini.

Di buku ini, saya dapat kosakata baru lagi, yaitu katebelece. Menurut KBBI, katebelece adalah surat pendek untuk memberitakan hal seperlunya saja; atau surat pengantar dari pejabat untuk urusan tertentu.

Menurut katebelece yang ada diakhir buku, Pangeran Cilik yang baru saja saya baca ini diterjemahkan oleh Henri Chambert-Loir, melalui perbandingan dengan buku Pangeran Kecil yang pernah diterbitkan oleh Pustaka Jaya tahun 1979, yaitu hasil penyuntingan Wing Kardjo atas terjemahan yang dilakukan oleh empat mahasiswi Universitas Indonesia: Hennywati, Ratti Affandi, Tresnati, dan Lolita Dewi.

Setelah mengubek-ngubek Goodreads, alih-alih menemukan edisi bahasa Indonesia Le Petit Prince yang diterjemahkan oleh Henri Chambert-Loir, saya malah menemukan Le Petit Prince edisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh Listiana Srisanti dengan judul Pangeran Kecil.

Nah, itu dia. Waktu buku ini direkomendasikan oleh Bzee, saya ingat waktu itu Bzee bilang judulnya adalah Pangeran Kecil bukan Pangeran Cilik. Saya kira buku yang saya pegang ini adalah edisi lama terjemahan GPU yang dicetak ulang, ternyata bukan ya. Ini edisi yang berbeda, oleh penerjemah yang berbeda, yang mengambil perbandingan dari terjemahan Pustaka Jaya tahun 1979.

Dan ngomong-ngomong, Listiana Srisanti adalah satu-satunya penerjemah yang nama beliau saya ingat karena profilnya pernah dimuat di Majalah Bobo sebagai penerjemah Harry Potter.

Ini saya mau baca buku aja kok repot banget ya, ahaha. Soalnya gini nih, sebelum punya blog buku, saya tidak pernah tahu kalau bagus tidaknya sebuah buku terjemahan tergantung dari siapa yang menerjemahkan. Satu buku terjemahan, ternyata bisa diterjemahkan oleh penerjemah yang berbeda-beda. Jadi istilahnya edisi terjemahan milikku belum tentu sama bagusnya dengan edisi terjemahan milikmu, *halah*. Dulu saya kira, kalau buku terjemahan tidak bagus, itu memang sudah dari sananya.

Gara-gara katebelece itu juga, saya jadi ingin belajar bahasa Prancis, (gayaaaa, bahasa Inggris aja belum becus XD). Saya penasaran sekali bagaimana cerita Le Petit Prince dalam bahasa aslinya. Saya juga penasaran bagaimana cerita Pangeran Kecil versi Pustaka Jaya dan versi GPU terjemahan Listiana Srisanti.

Di buku edisi terjemahan yang saya punya ini, entah kenapa saya kurang bisa masuk ke dalam ceritanya. Mungkin karena saya sudah pernah membaca edisi bahasa Inggrisnya atau mungkin juga karena saya sudah menonton film animasinya dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga yang ada di otak saya adalah bukan bagaimana kisah petualangan Pangeran Cilik, tapi bagaimana perbandingan edisi ini dengan edisi lainnya.

At least, buku ini dilengkapi dengan ilustrasi yang indah dan berwarna. Cantik sekali. Dan sudah bukan rahasia lagi kalau kisah Pangeran Cilik ini banyak mengandung pesan-pesan moral yang indah. So, tetap 5 dari 5 bintang untuk buku ini. It was amazing for me ^_^

***

Judul: The Little Prince – Pangeran Cilik |  Pengarang: Antoine de Saint-Exupéry | Penerjemah: Henri Chambert-Loir | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Ketiga: Desember 2015, 120 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

Submitted for CLRP

 

childlit_01

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “The Little Prince Reread Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s