Posted in A Series of Unfortunate Events, Books, Children, Gramedia Pustaka Utama, Lemony Snicket, Mystery, Review 2016

The Bad Beginning Review

 photo DSC_0076_zpsmbxlwnf6.jpg

***

Akhirnya setelah sekian tahun menunggu, dapat juga buku pertama dari seri Unfortunate Events. Berarti koleksi saya tinggal kurang yang no 2, 3, 4, 6, dan 8. *masih banyak*.

Dulu saya masih ingat, saya ingin sekali membeli buku ini karena covernya yang cakep dan sinopsisnya yang beda. Tapi selalu saya tunda-tunda sampai akhirnya bukunya sudah susah di dapat. *nyesel*.

Ternyata awal ceritanya begini ya. Asik juga, mencocokkan hasil tebakan saya dengan yang aslinya. Saya sudah nonton filmnya dan sudah membaca buku-buku akhirnya. Jadi sedikit banyak, secara tidak langsung, saya sudah tahu bagaimana awal masalah yang menimpa anak-anak Baudelaire.

Kisah petualangan anak-anak ini unik. Satu-satunya kisah yang pernah saya baca, dimana kemalangan-kemalangan terus menimpa tokoh-tokoh utamanya.

Violet, Klaus dan Sunny Baudelaire. Tiga anak malang yang secara tiba-tiba kehilangan orang tua dan rumah mereka dalam sebuah kebakaran hebat. Malangnya, sepeninggal orang tua mereka, ketiga anak yatim piatu ini harus tinggal dengan Count Olaf, seseorang yang katanya adalah kerabat mereka.

Tinggal bersama Count Olaf ternyata tidak menyenangkan. Count Olaf jahat. Selain jahat, Count Olaf juga pintar. Misi Count Olaf ternyata adalah mendapatkan harta warisan anak-anak Baudelaire.

Tapi meskipun Count Olaf jahat dan pintar, anak-anak Baudelaire juga tidak kalah pintarnya. Ada Violet si penemu, Klaus yang gemar membaca, dan Sunny yang suka menggigit. Kekurangan mereka cuma satu, yaitu selalu tertimpa kemalangan.

Kalau di buku satu ini anak-anak sudah ditimpa kemalangan yang bertubi-tubi, masih ada 12 buku lagi yang merekam kemalangan-kemalangan tersebut. Membuat hati miris saja, tapi justru disitulah menariknya.

Cara penceritaannya juga unik. Saya terutama suka dengan definisi dari kata-kata yang sengaja diselipkan di dalam cerita.

Saya juga suka dengan judul-judul dari seri ini. Huruf dari setiap katanya selalu sama. The Bad Beginning, The Reptile Room, The Wide Window, The Miserable Mill, dll. Kerennya lagi, terjemahan Bahasa Indonesianya juga bisa menemukan padanan yang tepat. Mula Malapetaka, Ruang Reptile, Jendela Janggal, Gelondongan Gila, dsb. Hebaaat😉

***

Judul: The Bad Beginning – Mula Malapetaka | Pengarang: Lemony Snicket | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama: Jakarta Mei 2003, 156 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 4 dari 5 bintang

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

3 thoughts on “The Bad Beginning Review

    1. Ahaha, iya bener. Jadi kayak sinetron Indonesia. Tapi kisah anak-anak ini ketiban sialnya entah kenapa terasa lebih heroik dibanding sinetron. Mungkin karena masalah mereka berhubungan dengan harta warisan dan kadang-kadang masalah hidup dan mati.

      Like

      1. Bener Bener. Penguasaan harta warisan orang itu isu paling santer di dunia sinetron. Saya paling kasihan sama si sunny yg masih kecil

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s