Posted in Amore, Books, Gramedia Pustaka Utama, Review 2016, Romance, Vira Safitri

New York After The Rain Review

 photo Screenshot_2016-02-18-22-18-20_zpskoeo4gqg.png

***

“Setelah hujan reda, keadaan memang selalu terasa lebih baik”

(New York After The Rain, hlm. 261)

Satu lagi lini novel Gramedia yang baru saya tahu setelah ada tantangan dari #GPU42. Berbeda dengan novel metropop kemarin, saya sama sekali belum pernah membaca novel Amore. Dari Page FB Gramedia, saya baru tahu kalau novel Amore novel dewasa yang menampilkan kisah roman dalam negeri, ditulis oleh pengarang Indonesia, dan menampilkan kisah cinta yang menggugah hati. Oke, saya garis bawahi kata-kata “menggugah hati”-nya.

Nah, setelah pencarian singkat di Goodreads lagi, saya memutuskan untuk membaca novel dengan label Amore yang berjudul New York After The Rain. Alasannya simpel, saya penasaran ada apa setelah hujan😄

Dan saya kembali membaca buku ini lewat iJakarta, dengan alasan yang sama seperti saya membaca novel metropop kemarin *selfkeplak*.

Lalu… menggugah hatikah kisah cinta yang ada di novel Amore ini? Errr…maaf…kalau saya bilang sih tidak terlalu, *sungkem*. Tapi saya setuju dengan kutipan berikut:

“Kau tahu ada dua hal yang membuat cerita berkesan di mata pembaca,” katanya melamun.

“Yang pertama karena si penulis pandai mengemas ceritanya dengan baik sehingga membuat pembaca merasa hanyut, dan yang kedua karena cerita di novel itu pernah terjadi atau dialami si pembaca sehingga merasa begitu dekat dengan ceritanya.”

(New York After The Rain, hlm. 92)

Yep, saya mengalami salah satu dari dua hal di atas. Halaman-halaman awal dari kisah ini menurut saya sangat bagus. Saya jadi ingin terus membaca lanjutannya. Saya penasaran, apa yang terjadi dengan Julia Milano dan juga Jane Martin. Saya penasaran tentang bagaimana kisah cinta Julia, dan dengan siapa Julia nantinya, dengan Jacob atau Ethan. Ah kalau saya yang jadi Julia sih saya bingung, *sayangnyasayabukanJulia*, *nangisdipojokan*.

Saya rasa, saya juga perlu mengacungi jempol untuk peristiwa “setelah hujan”-nya. Bagus sekali, terutama untuk Julia, peristiwa-peristiwa itu membuatnya merasa lebih baik, sebagaimana perasaan Julia selalu setelah hujan reda.

Ada beberapa hal yang membuat saya merasa kurang sreg dengan novel ini, tapi begitu ingin menuliskannya, kok tiba-tiba terasa tidak penting ya?, hahhha, *kenatabok*. Jadi ya sudahlah, biarlah mereka reda seiring hujan, *halah*.

Walaupun tidak terlalu, tapi ada beberapa momen dari novel ini yang cukup menggugah hati saya, *ehem*. Saya rasa novel ini bagus bagi yang masih bingung menentukan apakah perasaan suka kita terhadap seseorang perlu disampaikan atau tidak. Kalau kata Ethan sih gini:

“Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun…

(New York After The Rain, hlm. 281)

Whoaaah Ethan manis sekali. Walaupun kata-kata ini ditujukan untuk Julia, tapi saya juga ikutan klepek-klepek, ahahaha, *selfkeplak*.

At last, novel ini sukses membuat saya penasaran untuk membaca novel-novel berlabel Amore lainnya. Saya masih penasaran untuk mencari, seberapa menggugah sih kisah cinta novel-novel Amore itu. So untuk itu. 3 dari 5 bintang untuk New York After Rain, I liked it😉

***

Judul: New York After The Rain | Pengarang: Vira Safitri | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama: Jakarta 2015, 288 halaman | Status: Pinjam di iJak | Rating saya: 3 dari 5 bintang

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s