Posted in Alicia Lidwina, Books, Gramedia Pustaka Utama, Metropop, Review 2016, Romance

3 Review

 photo Screenshot_2016-02-19-20-39-07_zpslklmttq1.png

***

“Selama kau masih hidup, pasti akan ada seseorang yang jatuh cinta kepadamu. Kau tidak bisa melarangnya, tapi kau bisa menolaknya. Tapi… hal yang sebaliknya juga berlaku.

… Ketika kau jatuh cinta… kau bisa melarangnya, tapi kau tidak bisa menolaknya.”

(3, hlm. 89)

Jujur sebelum tantangan #GPU42, saya tidak terlalu ngeh sama lini metropop, awalnya saya kira metropop itu sebuah genre. Sebelum 3 (Tiga), sepertinya saya sudah membaca beberapa metropop, seperti Runaway Ran, One Last Chance, Autumn in Paris sama Spring in London. Tapi kok mereka tidak punya label metropop di covernya ya?

Karena penasaran, saya memutuskan untuk membaca setidaknya satu buku yang ada label metropop-nya. Setelah pencarian singkat di Goodreads, 3 menarik perhatian saya. Covernya cantik, judulnya juga unik. Cuma 3 (Tiga) gitu doang. Saya memutuskan untuk membaca 3 (Tiga) tanpa melihat sinopsisnya.

Sayangnya, karena saya tinggal di kota kecil di Kalimantan, saya tidak bisa mendapatkan buku tersebut secara langsung. Tidak ada toko buku besar yang menjual buku-buku tersebut. Mesan online terlalu lama, minimal kurang lebih seminggu kalau lancar, kalau ga, bisa sebulan lebih.

Akhirnya, saya pinjam ebooknya di iJakarta. Walaupun sebetulnya saya tidak terlalu suka membaca buku digital.

Eh tapi, setelah mulai membaca, 3 (Tiga) ternyata penuh kejutan. Pertama, saya bisa menamatkan ebooknya dalam 2 hari, yang artinya, 3 (Tiga) seru buat dibaca. Saya yakin kalau saya baca buku cetaknya, saya bisa menamatkannya dalam sekali baca.

Kedua, dalam pikiran saya, metropop itu ceritanya seperti Runaway Ran atau One Last Chance, cerita tentang wanita dewasa yang hidup di kota besar yang terkesan ceria lengkap dengan masalah karir dan cintanya . Saya tidak menduga kalau 3 (Tiga) ceritanya gloomy.

Ketiga, sekali lagi, karena rujukan saya tentang metropop adalah Runaway Ran dan One Last Chance, jadi saya kira semua metropop setting-nya di Jakarta atau kota-kota besar di Indonesia. Saya kaget ternyata 3 (Tiga) setting-nya ada di Jepang, tokoh-tokohnya juga orang Jepang.

Terakhir, saya kira semua cerita metropop itu ala sinetron, tapi yang ini tidak. Ini kisah tentang persahabatan, impian dan cinta yang dihantui oleh penyesalan dan masa lalu.

Terus, bagaimana dengan ceritanya? Ceritanya membuat saya speechless. Ini kisah tentang persahabatan 3 orang dengan karakter yang sangat berbeda. Sakamoto, pria yang seksi dan populer; Hashimoto, gadis pintar yang begitu aneh sampai dikira orang gila; dan Nakamura, yang menganggap dirinya sendiri gadis yang biasa-biasa saja.

Mereka bertiga mempunyai impian, namun mewujudkan impian tersebut ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Mereka bertiga memang berjanji untuk selalu bersama, namun janji tersebut tidak mudah untuk ditepati. Cepat atau lambat, perubahan akan datang. Dan Nakamura adalah orang yang paling tidak bisa menerima perubahan. Nakamura tidak suka dengan perpisahan, namun ironisnya, untuk menghindari perpisahan, justru dialah yang memulai perpisahan tersebut.

Selama kita memiliki impian yang sama, aku percaya kita akan bertemu lagi.
Tapi, jika suatu saat nanti salah satu dari antara kita ada yang tersesat dan tidak bisa menemukan jalan untuk kembali ke impian itu…
Tidak peduli meski sepuluh atau seratus tahun sekalipun.
Karena kebetulan belakan atau karena keinginan kita sendiri.
Kita bisa bertemu.
Di sebuah tempat di mana kita bisa melihat langit dengan lebih dekat.

Yah, itu adalah pesan perpisahan Nakamura. Nakamura sebenarnya gadis yang kuat menghadapi perubahan, hanya saja dia tidak menyadarinya. Sama seperti dia tidak menyadari apa akibat dari perbuatannya terhadap impian mereka bertiga. Nakamura jadi selalu dihantui oleh rasa bersalah dan juga masa lalunya, juga cinta terpendamnya untuk Sakamoto.

“Jangan menanggalkan hal-hal yang baik, Nakamura. Jangan sekalipun melakukannya. Kalau kau melakukannya, bukan saja kau kau akan kehilangan hal-hal tersebut, tapi lebih buruk lagi, mereka akan menjadi kenangan.”

(3, hlm. 136)

Saya terkesan sekali dengan arti dibalik angka 3 (Tiga) yang menjadi judul dari novel ini. Kematian Hashimoto, meskipun menimbulkan luka bagi sahabat-sahabatnya, tapi juga mengungkapkan banyak hal yang selama ini terpendam dan juga harapan baru. Salah satunya adalah pertanyaan tentang tempat di mana mereka bisa melihat langit dengan lebih dekat.

At last, 4 dari 5 bintang untuk buku ini. I really liked it ^_^

***

Judul: 3 | Pengarang: Alicia Lidwina | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama: Jakarta 2015, 320 halaman | Status: Pinjam di iJak | Rating saya: 4 dari 5 bintang

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s