Posted in Bentang Pustaka, Love Flavour, Review 2016, Romance, Yoana Dianika

The Chocolate Chance Review

 photo 20160123_074639_zpsclrg6ous.jpg

 photo 05865-banner2bposbar2b2016_zpswx291h9a.jpg

***

First Book Shopping saya di bulan Januari. Sebenarnya saya juga ikutan event Secret Santa sih, tapi kebetulan saya juga punya buku pertama yang saya beli di bulan Januari, ngikut teman saya yang nitip beli buku online. Kebetulan saya sudah menunggu-nunggu kesempatan untuk membeli The Chocolate Chance. Dengan ini, maka saya sudah khatam membaca semua seri Love Flavour \^_^/

Rasa cinta menurut The Chocolate Chance adalah manis dan pahit. Saya bisa merasakan manisnya, tapi tidak bisa merasakan pahitnya. Lebih ke rasa sedih sih, kalaupun sedih itu ada rasanya. Mungkin sedih itulah yang merupakan bagian pahitnya, walaupun saya tidak bisa merasakan ke-‘pahit’-annya.

The Chocolate Chane ini kisahnya tentang cinta masa lalu antara Orvala dan Juno. Juno dan Orvala sudah pacaran waktu mereka SMA. Orvala tipe cewek sederhana, pintar dan baik, Juno tipe siswa kaya tapi berandalan. Tapi cokelat menyatukan mereka dengan manis.

Dan seperti cokelat juga, mereka merasakan sisi pahitnya cinta ketika Juno menghilang begitu saja. Meninggalkan Orvala disaat gadis itu menghadapi masalah yang membuatnya terpuruk. Dan disaat itulah, lagi-lagi cokelat menyatukan Orvala dengan seorang cowok baik hati bernama Aruna.

Aruna ini pemilik kafe cokelat. Orvala yang juga sangat mencintai cokelat ditawari oleh Aruna untuk bekerja di sana. Bersama mereka membangun kafe cokelat itu dengan manisnya cinta.

Dan lagi-lagi, yang namanya cokelat, ada pahitnya. Juno tiba-tiba hadir kembali di kehidupan Orvala. Orvala jadi bimbang, antara memilih Juno atau Aruna. Dua-duanya sama-sama memberikan cinta yang manis dan pahit seperti cokelat.

Well, saya benar-benar terhanyut dengan kisah cinta Orvala. Walaupun dari segi rasa cinta, saya rasa The Mint Heart, The Strawberry Surprise, dan The Vanilla Heart lebih berasa.

Ada banyak kutipan favorit saya di sini. Terutama saya tertarik dengan yang ini:

Dia hanya ingin memastikan kata-kata itu, tetapi terasa berat. Bukankah sesuatu yang dipastikan itu akan memiliki hasil yang bertolak belakang dan itu yang saat ini sedang ditakutkan Aruna.

(The Chocolate Chance, hlm 179)

 

Nah, ini kok pas banget ya sama pengalaman pribadi saya. Ternyata bukan hanya saya yang mengalami kejadian saat memastikan sesuatu, maka hasilnya akan bertolak belakang, #curcolmodeon.

Kutipan favorit saya berikutnya adalah kutipan dari Orvala:

Di dunia ini ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan manusia hebat sekalipun—membaca masa depan, apakah aku bisa bersamamu atau tidak…

(The Chocolate Chance, hlm 307)

Mungkin enak kali ya kalau kita diberi anugerah berupa kekuatan super untuk melihat siapa jodoh kita, *maunya*. Dengan begitu, mungkin kita tidak perlu merasakan sakit hati, baik karena harus menolak ataupun mungkin … ditolak, #curcolpart2.

At last, saya jatuh cinta dengan semua seri Love Flavour. Kalau saya ditanya What’s Your Love Flavour? Saya bingung mau pilih yang mana. Baik  Mint, Coffee, Vanilla, Strawberry, Mocha maupun Chocolate, semuanya enak dan memiiliki sisi tidak enaknya sekaligus.

Nah, bagaimana denganmu? What’s Your Love Flavour?😉

***

Judul: The Chocolate Chance | Pengarang: Yoana Dianika | Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Maret 2013, 350 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s