Posted in Arie Fajar Rofian, Elex Media Komputindo, Review 2015, Romance

Everybody’s Man Review

***

Saya anak MIPA, bukan anak sastra, jadi ketertarikan saya untuk mengupas “kata” tidak sebesar ketertarikan saya untuk mengupas “angka” (berasa kayak bawang dikupas-kupas XD). Saya tidak tahu apa nama gaya penulisan novel ini, pokoknya saya yang membacanya merasa seperti mengumpulkan kepingan demi kepingan puzzle, dan saya suka sekali.

Sama seperti buku “Berikutnya Kau yang Mati” dari pengarang yang sama, buku ini juga sempat membuat saya terkecoh. Pada awalnya saya kira novel ini satu cerita utuh, tapi begitu selesai membaca chapter pertama, saya berubah pikiran, oh oke ternyata ini kumpulan cerpen. Tapi setelah membaca chapter-chapter berikutnya, oh ya bener ternyata ini memang satu ceritaūüėĄ

Dari satu sisi, saya rasa novel ini ga ada cacatnya. Tidak ada typo, ceritanya sangat menarik untuk diikuti, saya dengan mudahnya tenggelam dalam ceritanya, dan seperti yang saya bilang sebelumnya, saya semangat sekali mengumpulkan kepingan-kepingan puzzle untuk membuat ceritanya utuh.

Tapi dari sisi lainnya, saya seball sekali sama tokoh Rian (sebalnya pakai dobel L).

Dan sebenarnya saya ingin ngasih 4 bintang untuk buku ini. Tapi ini cuma masalah selera sebenarnya. Saya cenderung lebih suka sama cerita cinta tipe putri-putri Disney. Tahulah tipe-tipe seperti love at the first sight, you’re the one and the only, happily ever after, dsb. Bukan kisah cinta ala Rian yang sepertinya gampang sekali jatuh hati sama cewek, meskipun ngakunya masih keingat-ingat sama kenangan lagu dari cinta pertama dsb. Somehow, itu membuat saya ingin berkata “hellowwwww, please deh”.

Karena, meskipun pada kenyataannya kisah cinta ala putri Disney susah sekali ditemukan di dunia nyata, namun kadang, bagi saya sih sebetulnya, justru itulah salah satu manfaat membaca cerita cinta dalam novel. Untuk setidaknya sejenak kabur dari dunia nyata dan menemukan harapan bahwa cerita cinta yang manis seperti itu memang ada. Yah setidaknya ada di dalam novel lah.

Tapi lagi, seperti yang sudah saya bilang di awal, saya suka sekali dengan gaya penceritaan (errrr…atau apapun istilah sastranya) dari novel ini. Saya juga suka dengan judul-judul chapternya. Judulnya asik, semuanya mengandung kata “love”, seolah-olah memberitahu saya “ini loh dek contohnya Fool Love, ini loh contohnya True Love, ini loh yang disebut Just Love”, dsb.

So, 3 dari 5 bintang untuk Everybody’s Man. Dan kalau misalnya penulis ini menulis buku baru, saya pasti tertarik untuk membacanya lagi. Menurut saya, gaya penceritaannya keren sekali. I liked it.

***

Title: Everybody’s Man¬†| Author: Arie Fajar Rofian¬†|¬†Edition: Indonesian language, 2015, 195 pages |¬†Publisher: Elex Media Komputindo¬†|¬†Status: Owned Book ¬†|¬†¬†My rating:¬†3 of 5 stars

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s