Posted in Fantasy, Lumatere Chrocnicles, Melina Marchetta, Review 2015, Ufuk, Young Adult

Winterlicht Review

***

Saya kasih tiga dari lima bintang untuk buku ini. Tiga yang bukan berarti saya suka dengan bukunya. Tapi tiga yang artinya saya tidak terlalu suka sebenarnya, hanya saja saya tidak tega ngasih dua😄

Ngintip di Goodreads, buku ini mendapat penghargaan yang lumayan banyak. Secara teori buku ini kemungkinan seru ya? Tapi saya sama sekali tidak merasa begitu.

Jalan ceritanya tidak membangkitan rasa penasaran. Saya tidak merasakan sifat kepahlawanan dari tokoh utamanya. Endingnya membuat saya ingin memutar bola mata.

Mungkin ini cuma karena saya tidak terlalu suka dengan genre YA, tapi setidaksukanya saya dengan genre tersebut, saya masih bisa menikmati buku Twilight, Divergent dan Delirum. Berbeda dengan Winterlicht ini. Mungkin ada sedikit … err … kekurangan dalam penerjemahannya. Tapi cuma mungkin juga sih, soalnya saya tidak pernah membaca versi aslinya😄

Untungnya, masih ada yang seru dari buku ini, yaitu saat siapa sebenarnya Evanjalin terkuak. Sempat membuat saya tidak bisa berhenti membaca bukunya. Untuk sesaat saja sih, sebelum sifat ngambek Finnikin merusak suasana😄

Oh ya saya belum memperkenalkan siapa Finnikin dan siapa Evanjalin ya. Dalam Winterlicht, dikisahkan ada sebuah negeri bernama Lumatere. Sebuah peristiwa yang mengenaskan membuat Lumatere menjadi negeri yang dikutuk. Seakan ada kabut yang menyelubungi Lumatere, sehingga mereka yang melarikan diri saat bencana terjadi tidak bisa kembali. Sebaliknya mereka yang tidak sempat melarikan diri tidak bisa keluar.

Finnikin adalah putra dari Kepala Keamanan Kerajaan sekaligus sahabat putra mahkota. Bersama sang Pangeran dan sepupunya, Finnikin sudah bersumpah untuk melindungi Lumatere yang sangat mereka sayangi. Namun Putra Mahkota dikabarkan hilang, sepupu sang Pangeran juga tidak terdengar kabarnya. Sementara Finnikin termasuk orang-orang yang sempat keluar dari Lumatere. Bersama Tangan Kanan Raja, Finnikin berencana mencari tanah baru dan mengumpulkan orang Lumatere yang berhasil selamat untuk mendirikan Lumatere kedua. Namun, seorang gadis bernama Evanjalin, yang mengaku juga berasal dari Lumatere, mengarahkan mereka agar merebut kembali tanah mereka yang telah dikutuk.

Ngomong-ngomong, saya masih penasaran dengan banyaknya penghargaan yang diraih oleh buku ini. Mungkin saya harus membaca ulang buku ini. Siapa tahu nanti penilaian saya berubah. Atau mungkin nanti saya akan reread yang versi aslinya saja, bukan yang terjemahan.

***

Judul: Winterlicht | Pengarang: Melina Marchetta | Series: Lumatere Chronicles #1 | Penerbit: Ufuk | Edisi: Bahasa Indonesia, November 2012 | Tebal: 578 halaman | Status: Koleksi pribadi (Dapat gratis dari Nana @ Reading in The Morning| Rating saya: 3 dari 5 bintang 

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s