Posted in Books, Classic, Gramedia Pustaka Utama, Henryk Sienkiewicz, Historical Fiction, Review 2015

Quo Vadis? Review

***

Buku ini saya beli di event Banjarbaru Book Fair yang ketiga. Buku ini membuat saya kaget karena booth-nya ternyata menjual buku dengan harga semurah ini. Buku ini membuat saya menyesal, karena kalau saja saya mengunjungi booth itu lebih awal, saya akan menemukan banyak buku bagus dengan harga super murah (noted, murah untuk ukuran buku di Kalsel), sedangkan saya sudah terlanjur memborong banyak buku (yang belum tentu bagus) di booth sebelah. Yah, seharusnya saya berkeliling dulu ya, baru memutuskan untuk memborong buku di sebuah booth atau tidakūüė•

Quo Vadis. Sampai selesai membaca bukunya pun saya tidak tahu apa artinya. Saya cuma bisa menebak dan ternyata tebakan saya meleset sedikit. Setelah googling, saya baru betul-betul ngeh apa artinya.

Kebetulan sekali, saya membaca Quo Vadis setelah membaca Gates of Rome. Dua-duanya sama-sama bersetting di Roma jaman dulu. Kalau Gates of Rome, di jaman pemerintahan Kaisar Caligula. Sedangkan Quo Vadis di jaman Kaisar Nero. Dari kedua buku ini, kalau saya tidak salah menebak, jaman pemerintahan kedua kaisar ini nyaris beriringan, hanya dipisahkan oleh Kaisar Claudius.

Di Quo Vadis dikisahkan ada seorang ksatria Romawi bernama Vinicius, yang jatuh cinta kepada seorang gadis bernama Lygia. Sayangnya, berkebalikan dengan Vinicius yang hidup penuh kesenangan ala bangsawan Roma, Lygia adalah seorang pengikut Kristus yang taat.

Pada awalnya Vinicius berhasrat mendapatkan Lygia dengan cara apapun, tidak peduli hal tersebut melanggar kehormatan atau tidak. Namun, cara tersebut tidak berhasil.

Ketidakberhasilan tersebut malah membuat Vinicius lebih mengenal ajaran Kristus dan akhirnya menjadi pengikutnya yang taat. Ketaatan Vinicius tidak berkurang, bahkan di saat semua pengikut Kristus di jaman itu harus menghadapi kekejaman Kaisar Nero.

Di sini dikisahkan bagaimana Kaisar Nero menghukum para pengikut Kristus dengan sangat kejam. Mereka diumpankan kepada binatang, disalib, dan dibakar hidup-hidup untuk kesalahan yang tidak mereka lakukan.

Awalnya, membaca buku ini sempat membuat saya merasa bosan. Ada terlalu banyak nama asing dan gaya bahasanya sangat berbeda dengan Gates of Rome yang saya baca sebelumnya.

Namun, lama-kelamaan, saya tenggelam ke dalam ceritanya. Saking asiknya, saya berhasil menamatkannya sekali duduk.

Setelah selesai membaca buku ini, saya merasa seperti … errr … ada dua hal yang terus menempel di kepala. *lebay*. Saya sangat terkesan dengan besarnya cinta Vinicius kepada Lygia. Dia sanggup menghadapi semua resiko demi wanita yang dicintainya.

Saya juga terkesan dengan kepercayaan umat Nasrani waktu itu kepada Tuhannya. Luar biasa sekali. Kekejaman yang dilakukan oleh Kaisar Nero terhadap mereka saya rasa sudah di luar batas. Tapi mereka tetap bisa tersenyum, tetap bisa memaaafkan, dan tetap percaya kepada Tuhannya.

Fiuh, rasanya saya iri sekali. Saya juga ingin bisa mencintai dan dicintai seperti Vinicius dan Lygia. Saya juga ingin bisa mempercayai dan mencintai Tuhan saya sebesar kepercayaan dan cinta mereka kepada Tuhannya.

Kalau boleh sotoy sedikit, saya rasa buku ini hebat sekali pengaruhnya. Saya yang berbeda kepercayaan saja merasa termotivasi untuk lebih mencintai Tuhan saya. Apalagi untuk teman-teman yang mempunyai keyakinan yang sama.

At last, buku ini begitu berkesan. Apalagi ditutup dengan epilog “Qou Vadis”-nya itu. Kereen. 4 dari 5 bintang untuk Qou Vadis. I really liked it.

***

Title: Qou Vadis? | Author: Henryk Sienkiewicz |  Publisher: Gramedia Pustaka Utama | Edition: Indonesian language, November 2009, 547 pages | Status: Owned book | My rating: 4 of 5 stars 

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s