Posted in Beyonders, Books, Brandon Mull, Fantasy, Noura Books, Review 2015

A World Without Heroes Review

 photo beyonders _zps6triexvz.jpg

***

… kepahlawanan berarti melakukan kebenaran, apa pun konsekuensinya. Kendati siapa pun bisa, hanya sedikit yang cocok dengan gambaran tentang pahlawan. Pilihlah hari ini untuk menjadi salah satu dari mereka.

—hal 141

Bisa dibayangkan tidak bagaimana sebuah dunia tanpa pahlawan? Semuanya diem aja ditindas sama penguasa yang jahat. Kalaupun ada pahlawan, si penguasa ini terlalu cerdik untuk mengatasinya. Si pahlawan jadi hancur secara menyakitkan sehingga orang-orang lain tidak mau mengikuti jejaknya.

Mengerikan sekali. Saat membaca buku ini, saya merasakan keputusasaan. Musuhnya terlalu cerdik. Sehebat apapun pahlawannya, mereka selalu kalah.

Hebatnya, meskipun judulnya adalah A World Without Heroes, tapi saya rasa buku ini mengajarkan tentang bagaimana menjadi pahlawan yang sesungguhnya. Seperti kata Galloran, salah satu tokoh favorit saya dalam buku ini:

Begitu banyak konsep yang keliru mengenai kepahlawanan. Bagi begitu banyak orang pahlawan adalah orang yang menang di medan pertempuran, komandan legiun, penguasa suatu bakat atau keahlian yang langka. Memang, banyak pahlawan yang juga cocok dengan gambaran itu. Dengarkan aku baik-baik, pahlawan berkorban untuk kebaikan yang lebih besar. Pahlawan memiliki hati nurani. Singkatnya, kepahlawanan berarti melakukan kebenaran, apa pun konsekuensinya. Kendati siapa pun bisa, hanya sedikit yang cocok dengan gambaran tentang pahlawan. Pilihlah hari ini untuk menjadi salah satu dari mereka.

Nah, kata-kata inilah yang menjadi pegangan tokoh utama kita di buku ini, Jason Walker. Menurut saya Jason ini luar biasa.

Kalau saya yang berada di posisi dia, saya rasa saya akan gila. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau seandainya saya yang tercerabut dari dunia nyata yang nyaman. Masuk ke dunia lain yang sayangnya tidak seindah dunia dongeng. Menjadi orang asing yang masih katro dengan dunia yang baru. Tidak sengaja terlibat ke dalam misi yang mustahil. Menghadapi permasalahan yang seakan tidak ada habisnya dengan nyawa taruhannya.

Dan yang paling membuat saya menaruh hormat kepada Jason adalah saat di bagian dekat ending-nya. Kalau saya beri tahu mungkin spoiler yak. Intinya apa yang terjadi pada Jason menegaskan kalau konsep pahlawan seperti yang dikatakan oleh Galloran-lah yang benar.

Sebetulnya saya bingung memutuskan apakah saya sangat menyukai buku ini atau tidak. Apa yang terjadi dengan Jason di bagian-bagian akhir membuat saya putus asa. Namun, ending tersebut juga membuat saya penasaran dengan buku -buku selanjutnya.

Setelah mengintip di Goodreads, saya jadi makin penasaran dengan akhir petualangan Jason. Apalagi saya suka dengan tampilan cover buku ketiganya. Semoga nanti ada Bazar Mizan lagi di kota saya, semoga ada buku Beyonders-nya juga di sana, Jadi saya tidak terlalu lama penasarannya😀

At last, setelah ditimbang-timbang, saya memutuskan untuk memberikan 4 dari 5 bintang untuk A World Without Heroes. Ceritanya cukup membuat saya terhanyut, ikut deg-degan, ikut putus asa, jadi penasaran dengan lanjutannya, dan yang paling penting adalah, saya menemukan kata-kata heroik yang cukup memotivasi. So, I really liked it.

***

Judul: A World Without Heroes | Seri: Beyonders #1 | Pengarang: Brandon Mull | Penerbit: Noura Books | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama, November 2013, 590 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 4 dari 5 bintang 

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s