Posted in Author, Books, Fantasy, Genre, Mizan Fantasi, Publisher, Review 2015, Rick Riordan

The Serpent’s Shadow Review

***

Aku tidak yakin bagaimana dia tahu mengenai pidatoku, tetapi sebuah gumpalan terbentuk di tenggorokanku. Ayahku tidak gampang memberikan pujian. Bersamanya lagi membuatku teringat betapa hidup dulu begitu mudah, saat berpetualang bersamanya. Dia selalu tahu apa yang harus dilakukan. Aku senantiasa dapat mengandalkan kehadirannya yang menentramkan. Hingga Malam Natal itu di London ketika dia menghilang, aku belum menghargai betapa aku sangat bergantung padanya.

—hal 378

Kapan ya saya terakhir kali membaca seri The Kane Chronicles? Tahun 2013 kalau tidak salah. Sudah dua tahun berarti. Saya hampir lupa dengan petualangan Kane Bersaudara. Saya lupa siapa musuh mereka. Saya bahkan lupa dengan Walt dan Anubis. Well, kalau sampai saya lupa dengan dua cowok keren berarti ini sudah terlalu lamaūüėÄ

Yah jujur saja, petualangan para penyihir Mesir ini tidak terlalu membuat penasaran. Saya selalu menunda, baik untuk membeli ataupun membaca bukunya sampai akhirnya saya hanya ingat detail samar dari petualangan mereka.

Di The Serpent’s Shadow, Carter, Sadie dan kawan-kawan penyihir mereka harus mencari cara untuk mengalahkan Apophis, Dewa Kekacauan yang berwujud ular hitam super besar. Si Apophis ini berniat menghancurkan dunia dan mengubahnya menjadi lautan kekacauan tak berbatas.

Si ular juga mengadu domba sesama penyihir agar saling bentrok. Taktik perang lama yang ampuh. So, mereka jadi punya dua musuh alih-alih satu. Seakan menghadapi satu ular kekacauan masih tidak cukup saja.

Para penyihir muda kita benar-benar dibuat sibuk kali ini. Tenggat waktunya sempit dan rencana-rencana yang mereka buat tampaknya mustahil untuk dilaksanakan. Apa yang mereka pertaruhkan sangat besar, berhubungan dengan orang licik yang haus akan pengetahuan. Dan yang paling parah adalah keluarga Kane tampaknya harus bersiap-siap untuk merasakan kehilangan orang-orang yang mereka sayangi sekali lagi.

By the way, menurut saya, buku ini, luar biasa. Rasanya saya baru membaca sebentar, tapi tahu-tahunya saya sudah membaca setengah buku. Bahasanya lancar sekali. Tokoh-tokohnya kocak. Aksinya cukup seru. Dan bonus kisahnya keren.

Di kisah itu, kita bakalan ketemu Percy lagi, yang digambarkan dalam sudut pandang Carter. Yang membuat Percy tampak semakin keren. Ahahaha.

Ngomong-ngomong lagi, soal quote yang saya pajang di atas, itu dari Carter, saat dia diserahi tanggung jawab untuk ¬†menjadi penguasa tertinggi Mesir. Carter yang sebelumnya hanyalah anak culun yang selalu bergantung kepada ayahnya, sekarang harus mengemban tanggung jawab yang tampak mustahil. Saat bertemu ayahnya kembali, Carter merindukan momen ketika dia mempunyai seseorang yang dapat dijadikan tempat bergantung. Sepertinya saya tahu bagaimana rasanya. *miss you so much, Dad*.ūüė¶

At last, buku terakhir dari seri The Kane Chronicles ini lumayan menghibur lah. ¬†So, 4 dari 5 bintang deh untuk The Serpent’s Shadow. I really liked it.

***

Title: The Serpent’s Shadow¬†¬†| Series: Kane Chronicles #3 |¬†Author: Rick Riordan |¬†Genre: Fantasy – Mythology¬†| ¬†Page: 468 pages |¬†Publisher: Mizan Fantasi (Indonesian,¬†2nd¬†edition, September¬†2013 |¬†Status: Owned book¬†¬†| Price: Rp67.000,- |¬†Purchase location:¬†Pameran Buku Pintar Mizan¬†@ Toko Buku Riyadh Banjarbaru¬†| Date purchased: December, 6th 2014 |¬†My rating: 4¬†of 5 stars

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s