Posted in Non Review

Scene on Three #46: The Eternal War

Scene on Three hosted by Bacaan Bzee

Disisi lain api unggun, Lincoln meringis, bingung, dan frustasi. “Bagaimana bisa dunia menjadi begitu berbeda karena ketidakhadiran seorang pria?” gumam Lincoln. “Itu seperti sebuah gagasan yang sangat tidak masuk akal. Apalagi pria seperti diriku.” Dia menggaruk janggut gelapnya. “Aku memang berharap membuat beberapa peninggalan, tapi untuk menyebabkan sebuah dunia yang benar-benar baru muncul … dari ketidakhadiran-ku? Aku masih kesulitan memahaminya.”

(hal 377)

Saya kembali di Scene on Threeeee \^_^/ . Sepertinya sudah lama sekali ya sejak terakhir saya ikut SoT. Pergantian tempat kerja plus langsung diserahi tanggung jawab terhadap sebuah kegiatan membuat saya sedikit kelabakan. Tapi sekarang sudah lumayan terbiasa sih, jadi bisa mengatur waktu buat main SoT lagi.

Tapi yang paling saya sayangkan adalah saat saya melewatkan event ulang tahun SoT. Tapi kalau saya ikut, sepertinya saya tidak bisa menebak riddle-nya juga sih, ahahahaha *kenakeplak*

Oke, kembali ke SoT. Scene di atas diambil dari buku The Etenal War, buku keempat dari seri TimerRiders by Alex Scarrow.

Masalah yang dihadapi oleh agen perjalanan waktu kita kali ini adalah karena menghilangnya Abraham Lincoln. Ketidakhadiran Abraham Lincoln di masanya sendiri menghasilkan gelombang waktu yang sangat besar. Amerika di tahun 2001 bukanlah Amerika yang seperti yang kita kenal, melainkan Amerika yang masih terjebak perang saudara.

Lincoln masih muda waktu bertemu dengan para agen. Dia hanyalah seorang pekerja pelabuhan miskin. Namun, ketidakhadirannya mengubah dunia menjadi sangat berbeda. Lincoln sendiri merasa bingung. Bisa-bisanya dirinya membuat perbedaan yang menghasilkan gelombang waktu yang nyaris menghancurkan Amerika.

Gara-gara scene ini, saya jadi ingat wejangan dari senior saya di kantor yang lama. Kata beliau kita tidak boleh sombong. Kita harus berbuat baik kepada semua orang tidak peduli apapun status sosialnya. Kita tidak pernah tahu orang tersebut, entah besok atau beberapa tahun lagi, mungkin menjadi orang yang sangat hebat.

Kayak Abraham Lincoln. Awal mulanya beliau hanyalah pemuda miskin yang berasal dari keluarga miskin. Tidak ada yang menduga kalau beliau bakalan menjadi Presiden Amerika. Berkat beliau, perang saudara Amerika bisa diakhiri. Dan ketidakhadirannya pada masa itu, menurut buku ini,  membuat sejarah menata ulang dirinya sendiri secara tidak mengenakkan bagi Amerika.

Yah kira-kira seperti itulah. Intinya kita harus ramah dan baik kepada semua orang tanpa memandang status sosialnya.

Oke, ini scene pilihan saya kali ini. Ayo bagi scene pilihanmu juga. Silakan klik gambar paling atas untuk mengetahui aturan mainnya ya. Sampai jumpa lagi di scene on three berikutnya. Dadah  \^_^/

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “Scene on Three #46: The Eternal War

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s