Posted in Books, Fantasy, Noura Books, Review 2015, Rick Riordan, Series, The Heroes of Olympus

The Blood of Olympus Review

 photo the_blood_of_olympus_by_rick_riordan_uploaded_by_irabooklover_zpsl8zrjpx6.jpg

***

“…. Kata Leo, karena Hazel dan aku orang Romawi, kami tentu paham bahwa pengorbanan itu perlu.””

—Frank, hal 483

Buku terakhir dari seri The Heroes of Olympus. Seru sekali. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membacanya.

Menurut saya, The Blood of Olympus ditutup dengan ending yang aman. Setidaknya aman bagi saya karena tidak membuat saya galau gara-gara harus berpisah sekali lagi dengan Percy.

Di The Blood of Olympus, ketujuh demigod kita berjuang untuk mencegah bangkitnya Gaea di Yunani. Sementara teman-teman mereka di Perkemahan Blasteran dan Jupiter juga dilanda ketegangan akan perang saudara yang sebentar lagi meletus. Dan sebentar lagi, Ramalan Tujuh akan sampai ke bait terakhir. Nah, siapa yang berhasil membuat dunia terjungkal? Badai atau api?

Ngomong-ngomong, lagi-lagi saya speechless sama buku ini. Bingung mau komentar apa lagi. Pokoknya seri The Heroes of Olympus seru banget deh.

At last,  5 dari 5 bintang untuk The Blood of Olympus. Karena tidak tahu mau menulis apa lagi, jadi review ini saya tutup dengan kutipan-kutipan yang membuat saya terkesan.

Saya harap Apollo segera melarikkan barisan ramalan baru biar Percy dan kawan-kawan bisa berpetualang lagi. Semoga kita bisa berjumpa lagi di Perkemahan Blasteran❤❤❤

“Annabeth tersenyum tipis. “Aku tidak pernah bertemu mereka. Ayah dan pamanku tidak akur. Saingan sejak dulu. Aku tidak tahu pasti. Orang-orang menjaga jarak satu sama lain karena alasan bodoh.”

—Annabeth, hal. 402

…. Nico teringat kali pertama kedatangannya di Perkemahan Blasteran, menumpang mobil matahari Apollo yang telah diubah menjadi bus sekolah nan menyala-nyala.

Nico teringat akan Apollo, yang tersenyum, berkulit kecokelatan, berkacamata hitam, dan berpenampilan keren.

Thalia sempat berkata, Dia benar-benar hot.

Dia ‘kan Dewa Matahari, Percy menimpali.

Bukan itu maksudku.

Kenapa Nico malah memikirkan itu sekarang? Kenangan yang muncul sembarangan itu membuat Nico jengkel dan resah.

—hal. 428

“Jadi, terima kasih,” pungkas Reyna. “Kepada kalian semua. Kita bisa saja memilih kebencian dan peperangan. Akan tetapi, kita justru menemukan penerimaan dan persahabatan.”

—Reyna, hal. 487

***

Judul: The Blood of Olympus | Pengarang: Rick Riordan | Penerbit: Noura Books | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan V, Februari 2015 | Tebal: 528 halaman | Status: Koleksi pribadi | Rating saya: 5 dari 5 bintang 

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s