Posted in Books, Jentera Pustaka, Review 2015, Sunardi Albanyumasi

Warna Berbeda Negeri Sakura Review

warna_berbeda_negeri_sakura_by_sunardi_albanyumasi

***

Waktu mereview A Game of Thrones, saya bilangnya kalau sekilas, buku tersebut ketebalannya masih bisa ditoleransi. Tapi kenyataannya, buku tersebut tebalnya amit-amit. Target saya yang awalnya selesai baca dalam 1 hari malah molor jadi 3 hari.

Berkebalikan dengan buku ini. Tampak sekilas, Warna Berbeda Negeri Sakura memiliki ketebalan sekitar tiga ratusan halaman. Setelah dibaca ternyata tebalnya cuma 180 halaman. Selesai sekali baca :V

Kalau tidak salah, buku ini diterbitkan secara self-publishing. Jadi saya sudah siap-siap dengan keberadaan typo. Sebenarnya saya tidak terlalu teliti sama yang namanya typo. Tapi kalau typo-nya muncul langsung di halaman pertama. Well, saya yang biasanya tidak aware pun jadi langsung ngeh.

Kalau dari segi bahasa, buku ini enak dibaca. Lancar seperti tulisan-tulisan di dalam blog. Tapi saya lebih senang kalau bahasanya mendapat sentuhan editor sekali lagi. Meskipun bahasa santai ala blog sebenarnya juga tidak apa-apa. Tapi, somehow, rasanya lebih nyaman saja membaca tulisan yang tata bahasanya lebih rapi ^^

Ngomong-ngomong, saya sudah sering membaca buku tentang pengalaman orang Indonesia yang tinggal di luar negeri. Tapi saya belum pernah membaca tentang mereka yang tinggal Jepang. Jadi, semua informasi yang ada di buku ini baru bagi saya. Kebanyakan membuat kaget malah.

Total ada 23 kisah di buku ini. Salah satunya adalah kisah tentang Coretan Orang Indonesia di Gunung Fuji. Dulu saya pernah mendengar berita tentang peristiwa ini. Tapi saya tidak menyangka kalau orang Jepang sana benar-benar menganggap serius peristiwa tersebut. Well, sepertinya mereka benar-benar marah, ngeri juga yak 😦

Terus ada juga kisah tentang betapa repotnya membuang sampah di Jepang. Baca sendiri deh. Membayangkannya saja sudah repot. Saya jadi bimbang, maunya sih bilang enakan di Indonesia, buang sampah apa saja tinggal lempar ke tempat pembuangan akhir. Tapi kalau membaca bagaimana orang Jepang memperlakukan sampah mereka, sepertinya hasilnya bakalan lebih bersih dan bermanfaat.

Kemudian ada juga cerita tentang trend bunuh diri di Jepang. Menurut buku ini alasannya karena … errr … sepertinya ga seru deh kalau saya kasih tahu. Silakan baca sendiri bukunya 😀 Yang pasti hal ini merubah sedikit pandangan saya terhadap Jepang. Awalnya saya kira Jepang ini negara yang cukup agamis, etapi ternyata … .

Oh ya selain itu, di dalam kisah ini, ada sifat orang Jepang yang patut diacungi jempol. Sifat itu adalah kejujuran dan keberanian mereka untuk mengakui kesalahan. Keren banget itu mah kalau menurut saya.

Lalu ada juga kisah tentang Negeri Vending Machine. Nah ini salah satu hal di Jepang yang membuat saya iri. Kata buku ini, mesin minuman tersebar di setiap tempat dengan radius kurang dari 100 meter di seluruh pelosok negeri dari pusat kota sampai di pinggir hutan. Keren sekali.

Jadi ingat kalau dulu saya pernah ikut pertandingan olahraga yang baru selesai lewat tengah malam. Waktu itu pengen beli minuman. Tapi warung-warung yang masih buka dipenuhi cowok-cowok yang lagi nongkrong-nongkrong ga jelas. Saya jadi tidak berani mampir. Yah, seandainya saja ada banyak vending machine kayak di Jepang.

Kemudian yang paling membuat saya iri adalah bagaimana sepeda menjadi alat transportasi yang penting di Jepang. Beda sekali dengan di Indonesia ya, apalagi di daerah saya. Ga tahu juga kenapa, setiap kali saya memakai sepeda, tetangga-tetangga pada bertanya keheranan. Kata mereka, “kok pakai sepeda, kan kamu punya motor?”. Selalu saja seperti itu. Belum lagi orang-orang di jalan dan juga rekan kerja di kantor yang sepertinya juga terbengong-bengong kalau melihat saya bike to work. Memang kenapa sih kalau saya bersepeda? *garuk-garuk gingsul*.

Sebenarnya masih banyak cerita yang berkesan dari buku ini. Tapi kalau saya tulis semua sepertinya bakalan panjang sekali.

Ngomong-ngomong ada 2 hal lagi yang agak mengganggu saya. Pertama, kisah-kisah di buku ini diawali dengan pendahuluan tapi tidak ada penutupnya. Bukan masalah besar sebenarnya. Tapi saat saya selesai membaca kisah terakhir, tiba-tiba saja saya langsung berhadapan dengan daftar pustaka. Rasanya seperti … errrr … ditinggal begitu saja saat kita tur di sebuah tempat wisata oleh si pemandu.

Yang kedua, judul buku ini. Betul sih kalau judulnya Warna Berbeda Negeri Sakura dan isinya tentang perbedaan-perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia. Tapi saya rasa kata “warna berbeda” tidak tepat menggambarkan isinya. Somehow, I can’t feel the colour.

Errr… saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Mungkin begini ya. Dalam bayangan saya saat pertama kali membaca judul buku ini, “warna berbeda” itu berarti saya bisa merasakan perbedaan itu seperti saya merasakan perbedaan antara warna merah dan kuning, misalnya.

Kalau dari contoh buku, mungkin seperti buku The Mint Heart, The Strawberry Surprise, sama The Vanilla Heart. Membaca ketiga buku itu benar-benar membuat saya bisa merasakan rasa mint, strawberry dan vanilla-nya.

Untuk kasus buku ini, mungkin quotes yang ada disetiap awal kisah itu bisa diganti dengan quotes yang menggambarkan “warna berbeda”. Mungkin saja sih, hahhah.

At last, menurut saya loh ya, buku ini sangat informatif dan memberikan inspirasi. Kadang-kadang ada lucunya juga. Saya rasa buku ini juga jujur mengatakan kalau kuliah di negeri orang ternyata tidak semenyenangkan seperti yang sering dikatakan buku-buku lain, tapi somehow, buku ini sekaligus memberikan tantangan untuk membuktikan seberapa tangguh sih kita menghadapi shock culture. Huaahhh, saya jadi kepengen kuliah ke luar negeri jugaaaa.

So, 3 dari 5 bintang deh untuk Warna Berbeda Negeri Sakura. I liked it 🙂

NB: My Favourite Quote
Jadi bagi yang ingin ahli dalam menambal sepeda bersekolahlah di Jepang.
—hal 17

***

Judul: Warna Berbeda Negeri Sakura | Pengarang: Sunardi Albanyumasi | Penerbit: Jentera Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama, Mei 2015, 180 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 3 dari 5 bintang 

***

Review ini diikutkan dalam event New Authors RC 2015  dan Lucky No. 15 RC Category Dream Destination

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s