Posted in Books, Fantasy, Mizan Fantasi, Review 2015, Rick Riordan, Series, The Heroes of Olympus

The Son of Neptune (Reread) Review

 photo the_son_of_neptune_by_rick_riordan_uploaded_by_irabooklover_zpsdhgkvrqu.jpg

***

Setelah diajak kembali ke Perkemahan Blasteran lewat The Lost Hero, mengira bakalan ketemu pahlawan favorit tapi ternyata malah ketemu pahlawan baru bernama Jason alih-alih Percy, well, sebenarnya tidak apa-apa sih mengingat Jason juga cakep, *eh*.  Tapi tetap saja, Percy dan Jason kan beda. Jason terkesan lebih serius dan Percy itu … errr … apa adanya dan lucu. Setiap nama Percy disebut di The Lost Hero, saya jadi kangen sama Percy, *halah*. Hei tapi rasa kangen saya terbayar tuntas dengan buku kedua ini. Tuh, judulnya aja The Son of Neptune. Jadi kita bakalan ketemu Percy lagi nih. Ahahaha.

Sama seperti Jason, Percy juga dibuat amnesia. Eh tapi selain namanya sendiri, Percy hanya ingat satu nama lain, yaitu Annabeth. Huaaahhh… menurut saya ini manis sekali.

Sama seperti Jason juga, Percy harus berjuang melawan para monster sebelum menemukan perkemahan yang membuatnya aman. Tapi karena Percy tersesat di sebuah area yang katakanlah lebih kejam sedikit dibandingkan Perkemahan Blasteran, Percy harus pontang-panting dulu seperti gembel yang dikejar-kejar monster.

Di sini, Percy menemukan keluarga baru meskipun pada awalnya mereka sama sekali tidak ramah. Dan memang sifat pahlawannya Percy itu selalu melindungi yang lemah kali yak sehingga dia lagi-lagi ditempatkan di sebuah kelompok yang dianggap pecundang dan mendapatkan dua teman baru bernama Hazel dan Frank yang juga dianggap payah.

Eh tapi lagi-lagi Percy mengajarkan kalau meremehkan orang itu bukan sifat yang baik. Percy percaya kalau Hazel dan Frank itu hebat. Mereka tergabung dalam sebuah misi dan Frank-lah yang jadi pemimpin. Satu lagi sifat baik Percy, walaupun dia kelihatannya adalah seorang demigod yang hebat dan berpengalaman, tapi dia sama sekali tidak mengklaim tampuk kepemimpinan dan tetap rendah diri. Bravo Percy.

Ngomong-ngomong ada yang membuat saya sedikit bingung di sini. Bukannya Raksasa itu hanya bisa dibunuh oleh Dewa dan demigod bersama-sama? Tapi kok Raksasa yang di Alaska bisa dibunuh tanpa bantuan Dewa? Atau Dewa yang terantai itu sebenarnya sudah membantu yak?

Whatever deh. At last, saking serunya saya sampai sengaja melambat-lambatkan membaca. Rasanya pengen lama-lama gimana gitu dalam petualangan Frank, Percy dan Hazel. So, tetap 5 dari 5 bintang lagi untuk The Son of Neptune. Love it.

NB:  Quote Favorit — Tanggung jawab. Pengorbanan. Itulah hal-hal yang sungguh bermakna. —hal 471

***

Judul: The Son of Neptune | Seri: The Heroes of Olympus #2 | Pengarang: Rick Riordan | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, Agustus 2012 | Penerbit: Mizan Fantasi | Penerjemah: Reni Indardini | Jumlah halaman: 547 halaman | Status: Owned book (Mizan Online Agustus 2012) | Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

Review ini diikutkan dalam event Lucky No. 15 RC Category Dream Destination

lucky-no15

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s