Posted in Atria, Books, Fairytale Retellings, Fairytale Retellings, Fantasy, Jackson Pearce, Review 2015, Series, Young Adult

Sweetly Review

 photo sweetly_zpsamq2vxbv.jpg

***

Fairytale Retellings buku kedua. Kalau dibuku pertama kemarin saya sudah bisa menebak dongeng apa yang diceritakan ulang dari judulnya, sekarang saya tidak bisa. Setelah membaca blurb dibelakang buku, saya baru tahu kalau Sweetly berasal dari dongeng Hansel dan Gretel. Saya juga baru ngeh kalau ternyata buku ini tidak menceritakan tentang dua saudari bertudung merah lagi. Tapi saya juga keliru, saya kira Sweetly tidak ada sangkut pautnya dengan Scarlett, Rosie dan Silas. Tapi ternyata … well … silakan baca sendiri kisahnya😀

Sweetly, jauh lebih memenuhi harapan saya daripada Sisters Red. Dalam bayangan saya, seperti inilah Fairytale Retellings. Cerita Hansel dan Gretel dalam versi baru. Disini kedua saudara itu bernama Ansel dan Gretchen. Sama seperti Hansel dan Gretel, mereka juga terjebak di dalam rumah biskuit milik penyihir yang ada di dalam hutan. Namun, rumah penyihir versi Ansel dan Gretchen ini dalam bentuk toko cokelat milik seorang gadis cantik bernama Sophia yang tinggal di dekat hutan di sebuah kota kecil bernama Live Oak.

Sayangnya, Sophia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia adalah seorang penyihir. Sophia sebaik Santa. Hanya saja ada rahasia yang sengaja dia tutup-tutupi. Namun, rahasia itu juga berhubungan dengan keluarga Sophia sehingga kedengarannya sah-sah saja kalau Sophia tidak mengungkit-ngungkit masalah pribadinya.

Ansel dan Gretchen juga mempunyai masa lalu yang buruk. Alasan kenapa mereka berdua pergi dari rumah dan tanpa sengaja terdampar di Live Oak. Untuk sementara, mereka bekerja dan tinggal di rumah Sophia untuk mengumpulkan uang. Awalnya mereka cuma berencana tinggal sehari. Namun, Sophia sepertinya selalu menemukan pekerjaan baru untuk mereka. Ansel dan Gretchen sama sekali tidak keberatan. Entah bagaimana, mereka merasa nyaman di rumah Sophia. Seakan Sophia dan cokelat-cokelatnya bisa membebaskan mereka dari masa lalu.

Meskipun Sophia sangat baik, namun orang-orang di Live Oak sangat membencinya. Pasalnya, setiap tahun Sophia selalu mengadakan festival cokelat. Dan setelah festival itu, selalu saja ada gadis yang menghilang. Selain itu ada seorang pemuda bernama Samuel Reynolds yang memperingatkan Gretchen untuk menjauhi Sophia. Namun Sam juga dianggap gila oleh orang-orang di Live Oak.

Sophia meminta Ansel dan Gretchen tinggal setidaknya sampai festival cokelat. Dan selama itu, rahasia Sophia sedikit demi sedikit mulai terkuak. Dengan bantuan dari Sam, Gretchen menemukan banyak hal tentang masa lalu Sophia. Rahasia dibalik festival cokelat dan alasan kenapa para gadis menghilang. Jadi, benarkah Sophia seorang penyihir?

Wow, manis dan mencekam. Saya jauh lebih suka Sweetly. Suasana Hansel dan Gretel-nya berasa sekali. Meskipun saya rasa alurnya sangat lambat sehingga kadang-kadang saya merasa bosan.

Saya juga lebih suka dengan Ansel dan Gretchen daripada dengan Scarlett dan Rosie. Ansel sangat pandai melakukan pekerjaan apa saja dan Gretchen sangat tangguh. Keduanya juga sangat pemberani. Saya juga suka dengan Sam. Tapi kalau dibandingkan dengan Silas sepertinya mereka sebanding.

At last, 4 dari 5 bintang untuk Sweetly. I really liked it.

***

Judul: Sweetly | Seri: Fairytale Retellings #2 | Pengarang: Jackson Pearce | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, November 2011 | Penerjemah: Ferry Halim | Jumlah halaman: 401 halaman | Status: Owned book (Pesta Buku Murah Perpustakaan Banjarbaru 2015) | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Review ini diikutkan dalam event Lucky No. 15 RC Category One Word Only

lucky-no15

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s