Posted in Bentang Pustaka, Books, Desi Puspitasari, Love Flavour, Review 2015, Romance, Series

The Strawberry Surprise Review

wpid-img_20150507_220857.jpg

***

The Strawberry Surprise. Love Flavour keeempat yang sudah saya baca. Setelah The Mint HeartThe Vanilla Heart, dan The Coffe Memory. Sejauh ini yang jadi favorit saya tetap The Mint Heart.

Untuk love flavour-nya, The Strawberry Surprise juga terasa rasa strawberry-nya. Surprisenya juga kena. Terutama di kisah cinta Aggi dan Timur yang unik dan penuh kejutan. Dan untuk cover, tetep bagus banget. Gambar strawberry-nya itu loh, membuat saya pengen mencomot satu (‘▽’ʃƪ) ♥

The Strawberry Surprise menceritakan tentang kisah cinta lama yang bersemi kembali. Sebelumnya, Aggi dan Timur sudah pernah pacaran. Aggi punya pekerjaan di Yogyakarta sedangkan Timur di Bandung. Kesibukan masing-masing membuat mereka jarang bertemu dan membuat Aggi takut sehingga dia memutuskan untuk memberikan jeda pada hubungan mereka.

Tidak tanggung-tanggung, Aggi memberi jeda selama 5 tahun. Selama itu Timur dilarang menemui dan menjalin kontak dengan Aggi. Sampai Timur mendengar suara tawa Aggi, saat itulah Timur boleh menemui Aggi lagi. Asalkan keduanya belum terikat hubungan dengan siapapun.

Eaaaaaa, lucu sekali. Bagaimana bisa Timur yang ada di Bandung mendengar tawa Aggi yang ada di Yogyakarta? Tapi meskipun kedengarannya mustahil, Timur sih oke oke saja. Dan apa mau dibilang, setelah 5 tahun berlalu, Timur memang benar-benar mendengar tawa Aggi. Oke, itu adalah pertanda jelas bahwa Aggi memang patut diperjuangkan.

Tapi apakah semudah itu? Tentu saja tidak. Aggi tetap seperti dulu. Mandiri, keras kepala, dan galak. Suka sekali dengan strawberry dan juga filosofinya. Bahwa rasa strawberry itu penuh kejutan. Kadang kita bisa memakan strawberry berpenampilan menarik tapi asam bukan main. Kadang bisa juga memakan strawberry yang penampilannya menyedihkan tapi ternyata sangat manis. Yah seperti itulah kehidupan menurut Aggi.

Benarkah? Well, sepertinya Aggi harus berusaha sedikit mengenali dirinya lagi. Meskipun Aggi tahu hidup penuh kejutan seperti rasa strawberry, tapi Aggi sebenarnya takut.

Lalu bagaimana dengan Timur? Yah, Timur masih berusaha untuk meyakinkan Aggi kalau dia benar-benar cinta dengannya. Timur bahkan tidak peduli seberapa konyolnya dirinya karena ngotot mengejar Aggi yang galak dan berpenampilan kumal dibandingkan dengan mantan pacarnya yang cantik dan kinclong yang sama gigihnya mengejar Timur seperti Timur mengejar Aggi. Timur sepertinya juga sudah termakan dengan filosofi strawberry, yang kadang berpenampilan tidak menarik, tapi sebenarnya sangat manis di dalam. Oh ya, saking gigihnya Timur ini, dia mau saja bolak-balik Bandung – Yogyakarta naik kereta api setiap akhir pekan hanya untuk menemui Aggi.

Membaca kisah cinta Aggi dan Timur ini memang penuh dengan kejutan. Ceritanya unik. Sayang waktu membaca novel ini suasana rumah sedang ribut-ributnya karena keponakan-keponakan kecil saya lagi pada ngumpul. Jadi ada beberapa hal yang tidak sempurna masuk ke otak, halah. Misalnya pekerjaan Aggi itu apa ya. Saya nangkapnya Aggi kerjaannya mengurus pelaksanaan pameran dan pergelaran-pergelaran seni gitu, hahhah. Tapi yang pasti Aggi juga seorang fotografer meskipun kamera yang sering dipakainya sudah termasuk kedalam kategori kamera antik. Kamera ini berperan besar merekam kisah cinta Aggi dan Timur. Saya juga lost dengan pekerjaan Timur. Yang saya tangkap cuma pekerjaan Timur ada hubungannya dengan editing iklan gitu. Oh ya, Timur juga jago main saksofon.

Nah, karena pekerjaan Aggi dan Timur erat kaitannya dengan seni dan budaya dengan setting tempat di Yogyakarta, saya jadi merasa suasana seninya berasa sekali dan saya suka. Seperti membaca kisah cinta dua seniman dengan kepribadian yang unik dan kisah cinta yang penuh kejutan. Kejutannya lagi saya baru tahu kalau buku ini sudah difilmkan saat saya tidak sengaja melihat trailernya di YouTube. Keren.

At last, benar-benar seperti strawberry. Kadang manis, kadang asam, penuh kejutan. 3 dari 5 bintang untuk The Strawberry Surprise. I liked it.

***

Judul: The Strawberry Surprise| Pengarang: Desi Puspitasari | Penerbit: Bentang Pustaka | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Mei 2013 |  Jumlah halaman: 270 halaman | Status: Owned book (Menang GA New Authors RC 2014 by Ren’s Little Corner) | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Submitted for Indonesian Romance RC 2015New Authors RC 2015Lucky No. 15 RC FCategory Frebies Time

irrc2015

narc2015

lucky-no15

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “The Strawberry Surprise Review

  1. Sy baru baca the coffee memory sama the mocha eyes. Yg strawberry ini sudah punya. Tp belum dibaca🙂 pengin punya yg mint dan vanila jadinya🙂

    Like

    1. Sy yg mocha sdang dibaca ^^

      Ayo ayo koleksi jg yg vanilla sm mint. Sy paling favorit sm mint😀

      Tp sy belum punya yg chocolate sih. Menurut beberapa review, yg chocolate bagus. Jd penasaran🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s