Posted in Books, Children, Classic, Family, Louisa May Alcott, Qanita, Review 2015

Little Women Review

 photo little_women_zps4qt2qubn.png

***

Dia merasa melihat lukisan kecil yang cukup indah. Keempat saudara perempuan itu duduk bersama di sudut yang teduh, sementara cahaya matahari dan kegelapan berkeredep mengelilingi mereka. Angin yang semerbak mengangkat rambut mereka dan menyejukkan pipi panas mereka, sementara seluruh warga hutan kecil sibuk dengan urusan mereka, seolah gadis-gadis itu bukan orang asing melainkan teman lama.

—hal 263

Membaca buku klasik itu asik. Ada sensasi magis gimana gitu saat memikirkan kalau cerita yang saya baca ini sudah berumur ratusan tahun. Ada juga sensasi iri kalau membaca adegan-adegan di hutan seperti yang saya kutip di atas. Rasanya ingin sekali bermain-main di hutan seperti itu. Duduk-duduk di dalam kerimbunan hutan sore hari sambil merasakan semilir angin dan memandang indahnya senja.

Oh ya sebelumnya, mari kita simak dulu blurb yang saya contek dari sampul belakang buku berikut:

Karya klasik yang tak lekang oleh waktu ini bercerita tentang kehidupan empat bersaudari, suatu masa di Concord, Massachusetts. Meg, si Cantik keibuan yang bermimpi menjadi ratu bergaun idnah. Jo, si Tomboi yang sangat mencintai buku dan sastra. Beth, si Pendiam yang begitu berbakat memainkan piano. Dan Amy, Michelangelo kecil dengan sketsa-sketsa memukau di kertas gambarnya.

Hari-hari mereka sederhana, tapi dilingkupi kehangatan. Walaupun tak pernah luput dari masalah, kesedihan, ketidakpuasan, bahkan pertengkaran, mereka tak pernah berhenti saling mencintai dan teramat bersyukur memiliki satu sama lain. Sang Ibu yang selalu berada di samping mereka memberi banyak inspirasi dan semangat, sementara bocah laki-laki kaya bernama Laurie, yang ikut serta dalam setiap petualangan keempat gadis itu, membawa keceriaan tak tergantikan.

Diterbitkan pada abad ke-19, novel ini disebut sebagai karya paling realis di antara novel-novel sejenis yang lebih menawarkan mimpi dan idealisme. Lewat Little Women, Loisa May Alcott menyuratkan kebahagiaan dalam kesederhanaan, dan menunjukkan bahwa rumah mungil pun dapat menjadi istana indah dengan kehadiran orang-orang tercinta.

Nah itu dia, persis seperti itulah yang saya dapat setelah membaca cerita Little Women. Kebahagian dalam kesederhanaan serta rumah mungil pun dapat menjadi istana dengan kehadiran orang-orang tercinta.

Pada awalnya, saya merasa cerita Little Women mirip sekali dengan cerita The Story Girl dan The Golden Road-nya L.M. Montgomerry. Tapi lama kelamaan saya mulai menyadari kalau Little Women punya …. errrr …. jiwanya sendiri.

Saya paling suka dengan pesan kebahagian dalam kesederhanaan itu. Pasti sulit sekali menjadi anak-anak perempuan di jaman tersebut. Melihat teman-teman mereka sendiri yang seakan-akan bisa memiliki segalanya sementara gadis-gadis kecil itu harus bekerja keras dan hidup sederhana. Tapi mereka mempunyai ibu yang selalu ada disamping mereka. Mempunyai saudari-saudari yang saling menyayangi satu sama lain. Dan mereka jauh lebih bahagia daripada orang-orang kaya tersebut.

Sebuah contoh situasi kehidupan yang tampaknya masih banyak terjadi di jaman sekarang. Ada orang kaya dengan rumah sebesar istana tapi sering bertengkar.  Ada rumah keluarga sederhana yang selalu dipenuhi tawa bahagia. Ada bibi yang kaya tapi menjengkelkan. Ada tetangga yang jahat adapula tetangga yang baik hati.

At last, menurut saya cerita klasik ini indah, lucu, dan menghangatkan hati. 4 dari 5 bintang untuk Little Women, I really liked it ^_^

***

Judul: Little Women| Pengarang: Louisa May Alcott| Penerbit: Qanita | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, 2013 | Cetakan Pertama: 1868 | Jumlah halaman: 436 halaman | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Submitted for CLRP 2014-2017New Authors RC 2015, and Lucky No. 15 RC Category Bargain All The Way

childlit_01

narc2015

lucky-no15

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s