Posted in Books, Five Ancestors, Historical Fiction, Jeff Stone, Review 2015, Series, Young Adult

Monkey Review

 wpid-wp-1430189693817.jpeg

***

Blurb:

Berpencarlah ke empat penjuru mata angin dan temukan rahasia kalian. Bukalah masa lalu, karena itu adalah masa depan kalian.” Mahaguru telah memberitahu mereka. Sembari melepaskan sulur dan bersalto ke salah satu dahan tinggi pohon elm, Malao bertanya-tanya. Kenapa Mahaguru hanya menyelamatkan kami berlima? Apa yang membuat kami begitu istimewa?

Malao adalah biksu pendekar termuda di antara saudara-saudaranya di Kuil Changzen. Dia menguasai kungfu gaya monyet: selalu penasaran, bergerak cepat, lincah, dan hanya tahu cara bersenang-senang.

Sekarang, kuil yang hancur dan kematian para saudara dan Mahaguru memaksanya menghadapi kesedihan yang tidak dia sukai. Selagi dia berjuang dengan perasaan asing itu, dia harus berhadapan dengan kelompok bandit berbahaya, gerombolan monyet yang dipimpin monyet albino, bahkan mendengar rumor tentang Raja Monyet, yang katanya sangat mirip Malao ….

***

Lanjutan seri The Five Ancestors. Saya membaca buku pertamanya, Tiger, pada akhir tahun 2013. Sudah lama sekali ya. Pantas saya sudah hampir lupa dengan ceritanya. Untunglah saya masih ingat sedikit-sedikit, hahhah.

Ceritanya tentang sebuah perguruan biksu pendekar bernama Kuil Changzen yang diserang oleh biksu pembelot. Tidak tanggung-tanggung, Ying, nama si mantan biksu tersebut, melululantakkan Kuil sampai tidak ada seorang pun yang tersisa. Namun perkiraan Ying sedikit meleset. 5 master biksu muda terhebat berhasil melarikan diri. Setelah di buku pertama diceritakan tentang pelarian biksu muda pertama, Fu yang jago kungfu macan, sekarang di buku kedua giliran adiknya, Malao si master kungfu monyet.

Nah, sama seperti Fu yang tingkah lakunya mirip macan, tingkah laku Malao juga sangat mirip monyet. Malao sepertinya juga mempunyai hubungan khusus dengan para monyet. Di sini, misteri-misteri yang ada di buku pertama mulai sedikit terungkap. Kalau di buku pertama saya dibingungkan dengan identitas si pemabuk dan komandan no. 1 Ying, Tanglong. Di sini mulai diungkapkan siapa mereka berdua walaupun masih berupa dugaan Malao. Yah, sifat Malao yang selalu ingin tahu ada gunanya juga😀

Sama seperti di buku pertama, di buku kedua ini ending-nya juga gantung. Terus kalau soal gaya kungfu saya rasa lebih keren kungfu-nya Fu. Tapi kungfu gaya Malao lebih aman. Soalnya prinsip Malao adalah kalau bisa kabur ya kabur saja, haha.

Btw, cerita ini mengingatkan saya sama cerita Kungfu Panda. Memangnya sejarah cerita kungfu selalu seperti ini ya? Ada 5 gaya kungfu inti, terus ada yang iri pengen dapat ilmu kungfu naga dan orang yang iri ini berusaha merebut gulungan yang berisi ilmu kungfu naga dan membuat kekacauan.

At last, saya mulai suka dengan seri ini. Semoga nanti serinya diterbitkan semua. Kalau tidak salah baru tiga buku yang diterjemahkan ya? 3 dari 5 bintang untuk Malao. I liked it🙂

***

Judul: Monkey | Seri: The Five Ancestors | Pengarang: Jeff Stone | Penerbit: Noura Books | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, September 2013 | Alih bahasa: Sujatrini Liza | Jumlah halaman: 270 halaman | Status: Owned book | Tempat beli: Mizan Bookk Fair @ Rakha Amuntai | Tanggal beli: 6 September 2014 | My rated: 3 of 5 stars

***

Submitted for:

Lucky No. 15 RC Category Bargain All The Way

lucky-no15

and

Asia and Pacific History RC 2015

logo asia pacific reading challenge

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s