Posted in Atria, Books, Children, Fantasy, Mary Downing Hahn

Witch Catcher Review

***

Buku tentang anak manusia, peri dan penyihir dengan setting di rumah tua besar di dekat hutan. Hmmm, setting seperti itu memang cocok untuk cerita peri dan penyihir ya. Hampir semua cerita tentang peri yang pernah saya baca setting-nya seperti itu.

Kali ini ceritanya tentang Jen dan ayahnya yang mendapat warisan rumah tua dari Paman Thaddeus. Jen sangat bersemangat dengan rumah itu. Dia mulai berkhayal akan menemukan harta karun di sana.

Benar saja, di menara di dekat rumah, Jen berhasil menemukan sebuah bola kaca indah yang memantulkan cahaya warna-warni.

Sayangnya, ada wanita cantik bernama Moura yang juga sangat menginginkan bola itu. Jen mempunyai firasat kalau Moura mempunyai niat jahat dengan si bola kaca.

Moura pun mencari cara dengan memikat ayahnya Jen dan berhasil membuat sang ayah berada di bawah pengaruhnya. Jen dan ayahnya jadi sering bertengkar.

Untunglah saat Moura dan temannya, Mr. Ashbourne, hampir berhasil mendapatkan bola tersebut, Tink, kucingnya Jen membuat bola itu pecah. Masalah sepertinya selesai karena tidak ada seorang pun yang berhasil memiliki si bola kaca tapi ternyata Jen keliru.

Masalah malah bertambah rumit. Jen bertemu dengan seorang gadis peri yang mengaku berasal dari bola kaca yang pecah. Gadis itu memperingatkan Jen kalau Moura adalah penyihir jahat. Gadis itu juga memohon agar Jen membantunya membebaskan keluarganya yang ditawan oleh Moura.

Dilain pihak, Moura yang identitasnya sudah ketahuan mengatakan kalau Jen tidak boleh mempercayai perkataan seorang peri.  Bahwa peri yang terkurung dalam bola kaca yang ternyata adalah sebuah alat perangkap penyihir itu merupakan peri yang jahat.

Nah, siapakah yang harus dipercayai oleh Jen? Tanpa disangka, Jen terjebak di dalam pertarungan kuno antara peri dan penyihir. Dan parahnya, nyawanya dan ayahnya jadi terancam bahaya.

Hmmm, lumayan seru, cuma ada sedikit hal yang membingungkan saya. Di awal disebutkan kalau Moura tidak bisa masuk ke menara karena menara itu tersegel. Tapi diakhir Moura bisa masuk ke dalam menara tanpa penjelasan pasti bagaimana cara segelnya terbuka.

Bagian ending-nya cukup membuat tegang dan sedikit mengkhawatirkan karena menurut saya pihak yang jahat belum benar-benar dihancurkan. Dan pihak yang baik ternyata cukup jahat juga.

At last, setting hutannya keren dan saya suka. 3 dari 5 bintang deh. I liked it.

***

Judul: Witch Catcher – Perangkap Penyihir | Pengarang: Mary Downing Hahn | Penerbit: Atria | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Juli 2012 | Penerjemah: Ferry Halim | Jumlah halaman: 291 halaman | Status: Owned book | Tempat beli: Pasar Buku Murah Perpustakaan Daerah Banjarbaru 2015 | Tanggal beli: 11 Maret 2015

***

Submitted for:

childlit_01

narc2015

and

lucky-no15Category Cover Lust

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s