Posted in Books, Dastan Books, Fantasy, Terry Brooks

The Sword of Shannara Review

 photo theswordofshannara_zps1a7ad4fe.jpg

IMO susah sekali mau memberikan 2 bintang untuk sebuah buku. Seperti The Sword Shannara ini, cerita awalnya membosankan sekali. Saya rasa gaya ceritanya terlalu bertele-tele, mungkin maksud penulisnya untuk membuat ceritanya lebih detail, tapi saking detailnya, hal-hal yang saya rasa tidak perlu juga disebut-sebut, disebutnya berulang kali pula. Tapi, karena bukunya tipe bantal, ujung-ujungnya saya jadi terbiasa dan akhirnya memberikan 3 bintang.

Perlu waktu sebulan lebih untuk menamatkan buku ini. Sayangnya, saya sedang terkena sindrom setia *eaaa*. Jadi saya tidak bisa pindah ke lain hati buku.

Well, ternyata sangat butuh kesabaran ekstra. Saya membaca buku ini sedikit demi sedikit. Untunglah akhirnya selesai juga.Ceritanya, sangat mirip The Lord of The Ring. Di bagian kata pengantar, penulisnya sendiri memang mengakui kalau gagasan penulisan buku ini terinspirasi oleh TheLoTR.

Saya bisa menemukan sosok Gandalf, Frodo, Sam, Legolas, Aragorn, Boromir, Legolas dan Gimli di buku ini. Bahkan putri Eowin dan Faramir juga ada.

The Sword of Shannara sendiri menceritakan tentang sebuah dunia baru yang terbentuk pasca perang besar yang memusnahkan segala pengetahuan. Dunia kembali ke keadaan di mana sihir masih berkuasa dan ras-ras yang selama ini hanya ada di dalam dongeng kembali bermunculan.

Diantara ras-ras ini, ada ras yang disebut sebagai Druid. Terdiri dari para cendekiawan yang berusaha mengumpulkan kembali semua pengetahuan yang pernah hilang. Diantara para Druid ini ada Druid pembelot bernama Brona. Pengetahuan hitam telah menguasainya dan merubahnya menjadi sosok jahat bernama Lord Warlock. Nah, dialah tokoh antagonis yang jadi biang kerok di cerita ini dan hanya bisa dimusnahkan dengan pedang Shannara.

Sayangnya, pedang ini berada di bawah kekuasaan Lord Warlock. Seakan belum cukup, yang bisa menggunakan pedang itu hanyalah keturunan Shannara. Shannara adalah seorang Raja Elf. Masalahnya, semua keturunan Shannara telah dibunuh oleh Lord Warlock, kecuali satu yang terlewat karena dia separuh manusia dan separuh Elf, Shea Ohmsford.

Shea hanyalah pemuda biasa yang tinggal di desa kecil. Ketika seorang Druid bernama Allanon memberitahunya bahwa dia adalah keturunan terakhir Raja Shannara, Shea tidak percaya. Sampai anak buah Lord Warlock, sosok bayangan hitam besar terbang, yang disebut Skull Bearer, berhasil melacak jejak keturunan terakhir sang Raja sampai ke desa Shea yang damai. Mau tak mau, Shea bersama saudara angkatnya, Flick meninggalkan desa dan meminta bantuan kepada sahabat mereka, Menion Leah, seorang Pangeran petualang dari sebuah kerajaan kecil.

Bersama mereka akhirnya bergabung sebuah rombongan untuk merebut pedang Shannara. Seorang Pangeran dari Kerajaan Perbatasan yang bernama Balinor; dua Elf bersaudara, Durin dan Dayel, sepupu dari Eventin, Raja Elf yang berkuasa saat ini; Hendel, seorang Dwarf yang sangat berpengalaman dalam perang; dan Allanon sendiri.

Berhasilkah rombongan ini menemukan pedang? Yah, kalaupun berhasil ditemukan, ada masalah lain. Masalahnya adalah Shea. Bagaimana mungkin Allanon meminta Shea menggunakan pedang itu untuk memusnahkan Lord Warlock, sementara Shea hanyalah seorang pemuda desa yang sama sekali tidak memiliki keahlian bertarung apapun. Shea bahkan meragukan dirinya sendiri.

Well, inilah yang saya rasa ingin disampaikan oleh cerita ini kepada pembaca. Ada yang jauh lebih berharga dibandingkan kekuasaan, keahlian bertarung, bahkan seberapa banyak pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Dan hal itu adalah keberanian untuk ….

Ah tidak seru sepertinya kalau saya beritahu. Silakan baca sendiri bukunya. Bersabarlah sampai kira-kira … err … 85% dari buku dan kalian akan menemukannya, haha. *kena keplak*.

At last, 3 dari 5 bintang untuk buku ini. Walaupun membosankan, ide awal dan pesan yang disampaikannya cukup bagus. Oh ya, endingnya juga lumayan. Cukup bisa memancing saya untuk membaca buku kedua. Tapi mengingat seberapa tebal dan membosankannya buku pertama, well, nanti saja deh😀

***

Judul: The Sword of Shannara – Pewaris Terakhir Sang Raja Elf | Pengarang: Terry Brooks | Penerbit: Dastan Books | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan 1, November 2011 | Jumlah halaman: 801 halaman | Status: Owned book | Tempat beli: Obral Buku Murah Perpustakaan Daerah Banjarbaru 2014

***

Submitter for:

New Author RC 2015

narc2015

Lucky No. 15 Category Chunky Brick

lucky-no15

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s