Posted in Non Review

Opini Bareng Tema Alur Cerita: Each Chapter Ended With A Cliffhanger

Banner_OpiniBareng2015-300x187

Opini Bareng BBI Maret 2015 Tema Alur Cerita

Hai hai, berjumpa kembali di post Opini Bareng untuk bulan Maret. Tema opini kali ini adalah tentang alur cerita. Seperti biasa, silakan disimak dulu hal-hal yang bisa kita pikirkan dari tema tersebut.

Apakah kamu tipe yang ingin alur cerita maju teratur atau melompat-lompat? Buku dengan alur yang paling menyenangkan dan paling menyebalkan yang pernah kamu baca?

Saya tidak pernah jago dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu materi yang paling sering membuat saya frustasi adalah saat disuruh menentukan unsur-unsur di dalam sebuah cerita. Ya termasuk menentukan alur.

Tapi setelah belajar menuliskan kesan saya terhadap buku yang saya baca di blog, meskipun masih tidak paham-paham amat, tapi sedikit demi sedikit, saya mulai berdamai dengan pelajaran tersebut. Saya mulai menyadari kalau alur cerita itu ternyata banyak jenisnya. Memang dulunya kamu tidak sadar Ra? Iyah, dulu saya tahunya cuma baca doang, hahhahh :3

Nah, saya sadarnya saat membaca trilogi Silo by Hugh Howey. Tepatnya di omnibus kedua, Shift.

Shift

Mungkin alur seperti yang ada di trilogi Silo inilah yang disebut dengan alur melompat-lompat. Ada konflik disetiap chapter, dan saat sedang seru-serunya, jleb, kisahnya putus dan disambung dengan chapter lain dengan kisah berbeda. Bikin gregetan sekali karena setiap chapter diakhiri dengan cliffhanger. Dan ya, saya suka sekali tipe alur seperti ini. Shift merupakan buku berbahasa Inggris pertama yang bisa saya selesaikan sekali duduk.

Lalu apakah ada alur yang menyebalkan? Hmmm … sepertinya ada, tapi batas menyebalkannya mungkin tidak terlalu parah sampai saya lupa-lupa ingat😀

Mungkin buku-buku dari seri The 13 Treasures, seri Inheritance, trilogi Shannara, dan trilogi The Lord of The Ring bisa dijadikan contoh. Benar tidak ya kalau saya katakan alur cerita ketiga seri ini sangat lambat? Soalnya awalnya bikin bosan dan rasanya sudah berlembar-lembar halaman yang saya baca tapi tidak ada kemajuan peristiwa yang berarti.

Tapi toh meskipun bosan di awal, ujung-ujungnya saya juga tidak bisa berhenti membacanya. Apalagi trilogi The Lord of The Ring dan Eragon.

Yah, mungkin bagaimana alur sebuah cerita tidak terlalu berpengaruh bagi saya. Saya hanya perlu terus membaca sampai akhirnya bisa masuk ke dalam cerita dan semuanya akan baik saja-saja. *apacoba*  :D

Okeh, ini opini saya tentang alur cerita. Silakan klik banner di atas untuk melihat opini anak-anak BBI yang lain ya. Sampai jumpa di opini bareng bulan depan \^_^/

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “Opini Bareng Tema Alur Cerita: Each Chapter Ended With A Cliffhanger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s