Posted in Books, Gramedia Pustaka Utama, Paulo Coelho, Review 2015, Spirituality

Aleph Review

wpid-photogrid_1422778723096.jpg

***

Saat pertama kali melihat judul buku ini, saya kira ceritanya ada hubungannya dengan pegunungan Alpen, hahhahh, Aleph Ra, bukan Alpen *jedotinkepalakedinding*

Nah, saya baru tahu kalau Aleph itu bisa diartikan sebagai huruf alif dalam bahasa Arab. Aleph sendiri adalah alif versi bahasa Ibrani. Aleph dibuku ini berarti titik dimana segala sesuatu berada di tempat serta waktu yang sama.

Saat membaca sinopsisnya, saya kira ceritanya model cerita fantasi ala The Alchemist. Ternyata bukan. Aleph berisi kisah tentang si penulis sendiri, yang melakukan perjalanan suci untuk mencari … err … kedamaian dan membuat lompatan. Mencari orang-orang yang pernah dia sakiti dan meminta maaf kepada mereka. Yah, setidaknya begitulah yang berhasil saya tangkap.

Perjalanan sucinya dilakukan dengan melintasi jalur Trans-Siberian dengan kereta api. Perjalanan ini juga sekaligus sebagai sarana untuk mengadakan tur buku dengan bertemu para pembaca disetiap stasiun persinggahan kereta api.

Diperjalanan ini Coelho akhirnya menemukan apa yang dicarinya. Lewat teman-teman seperjalanannya, Yao, Hilal, penerbitnya, dan editornya. Yao adalah seorang penerjemah yang tampaknya sangat mengenal Coelho. Hilal adalah gadis Turki yang ngotot ingin ikut dalam perjalanan itu. Ternyata apa yang dicari Coelho paling erat kaitannya dengan Hilal. Meskipun Coelho juga belajar dari Yao dan yang lain.

Sejujurnya saya speechless setelah membaca buku ini. Rasanya ingin menuliskan lebih banyak tapi tidak tahu ingin menuliskan apa. Terasa absurd sekaligus paham. Ada beberapa yang tidak saya percayai dan ada yang kebenarannya terasa sangat nyata. Semuanya jadi campur aduk. Buku yang berat eh bagi sayaūüėÄ

Tapi yang saya suka dari buku ini adalah pesan untuk dapat meminta maaf dan memaafkan, menerima sakit dan luka, tidak menyiksa diri dengan dinding prasangka yang kita buat sendiri. Dan yang paling berkesan adalah pesan bahwa masa sekaranglah yang paling penting. Bukan masa lalu bukan pula masa depan. Hidup kita dibentuk oleh apa yang kita lakukan saat ini. Jadi berdamailah dengan masa lalu dan sambutlah masa depan dengan segala kemungkinannya.

At last, 3 bintang untuk buku keempat #ProyekCintaPerpustakaan ini. Oh ya, teman-teman yang ikut meramaikan proyek ini bisa menyetorkan link reviewnya di kolom komentar di bawah yaa. See yaa ^_^

***

Judul: Aleph | Pengarang: Paulo Coelho | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, Agustus 2013 |  Jumlah halaman: 315 halaman | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru |  Tanggal pinjam: 29 Januari 2015 | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Review ini diikutkan dalam event #ProyekCintaPerpustakaan dan Lucky No. 15 RC Kategori One Word Only!

proyek-cinta-perpustakaan

lucky-no15

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s