Posted in Angie Sage, Books, Fantasy, Noura Books, Review 2015

Fyre Review

 photo fyre_by_angie_sage_uploaded_by_irabooklover_zps39382654.png

***

Rasanya saya tidak mau percaya kalau seri petualangan Septimus sudah tamat. Jadi ingat waktu pertama kali berkenalan dengan Septimus. Rasanya sudah lama sekali. Dulu kakak saya membeli buku Magyk karena covernya keren. Tapi setelah dibaca, ceritanya tidak sekeren covernya. Apalagi waktu itu ada testimonial yang mengatakan kalau Septimus adalah the next Harry Potter. Hahhah, saat itu Harry sedang booming-booming-nya, dan cerita Septimus dengan dunia Magyk-nya yang kelam menurut saya masih kalah jauh dengan dunia sihir Harry.

Untungnya saya selalu keki kalau tidak menamatkan sebuah seri. Saya masih bertahan untuk membeli buku kedua Septimus Heap, Flyte. Flyte sendiri, masih tidak terlalu menarik. Tapi lumayan, lebih seru dari Magyk. Sampai akhirnya saya membeli Physik dan Queste berbarengan, membacanya keduanya langsung secara berurutan, dan sejak itu saya jatuh cinta setengah mati dengan Septimus. Saya hampir galau tingkat dewa menunggu terbitnya Syren. Dan kecewa luar biasa saat mengetahui kalau Darke dan Fyre tidak bakalan diterjemahkan.

Sampai saat event Secret Santa 2013, Santa saya, Tammy, secara mengejutkan memberikan saya Darke edisi bahasa Inggris. Tidak bisa digambarkan bagaimana senangya saya saat itu. Saya tidak akan pernah berhenti mengucapkan terima kasih kepada Tammy karena telah membawa saya kembali kepada Septimus. *peluk Tammy*.

Tidak lama berselang, penerbit Mizan mengumumkan akan menerjemahkan 2 seri terakhir seri Septimus Heap. Saya pun dengan antusias menunggu terbitnya Fyre. Sayangnya, harganya membuat saya sempat terjungkal di toko buku Gramedia Banjarmasin. Saya yang saat itu sudah bekerja dan merantau di kota orang tidak bisa lagi dengan seenaknya mengeluarkan uang untuk membeli buku. Dengan sabar saya menunggu event Buku Murah Mizan yang biasanya rutin diadakan di kota tempat saya tinggal.

Begitu event itu hadir, tanpa membuang waktu, saya langsung membeli Fyre walaupun hanya didiskon 15%. Saking antusiasnya saya, saya sampai lupa kalau saya sudah memasukkan buku Fyre didalam wishlist Secret Santa 2014. Dengan cemas, saya berharap Santa saya tidak memilih buku Fyre untuk dijadikan hadiah.

Dan inilah akhirnya, Fyre sudah ada di tangan saya. Sempat terpukau saat membuka bungkusnya karena Fyre tampak begitu cantik. Apalagi setelah disampul. Saya galau saat ingin mulai membaca karena inilah buku akhir petualangan Septimus.

Dengan menarik napas panjang, saya pun memberanikan diri untuk mulai membaca, dan saya langsung larut dalam cerita petualangan Septimus. Buku setebal 687 halaman ini langsung saya tamatkan sekali duduk.

Ceritanya …. sungguh …. luar biasa.

Pasca berhasil menyegel cincin bermuka dua yang jahat, Septimus dan kawan-kawan mulai menyiapkan Fyre untuk menghancurkan cincin tersebut. Sayang, ada yang dirahasiakan oleh Marcellus terhadap Septimus dan Marcia sehubungan dengan Fyre yang dinyalakannya dan bencana hebat alkemi yang menghancurkan reputasinya beratus tahun silam. Beetle yang cerdik menemukan bukti bahwa Marcellus sedang menyembunyikan sesuatu. Namun, Marcellus lebih cerdik lagi untuk berpura-pura menutupi perbuatannya.

Sementara itu, Septimus masih jadi murid yang diperebutkan. Marcia dan Marcellus masih ngotot untuk menjadikan Septimus murid mereka masing-masing. Septimus sendiri bingung memilih apakah dia mau menjadi seorang penyihir atau seorang alkemi. Dengan bimbang, Septimus memutuskan untuk memilih Magyk. Dan betapa kecewanya Septimus saat mengetahui posisinya sebagai murid alkemi digantikan oleh Simon.

Saat Fyre sudah dinyalakan, dan Marcellus siap membeberkan rahasianya kepada para penyihir, cincin bermuka dua yang menjadi masalah dicuri oleh saudara kembar Silas Heap. Bencana pun kembali terjadi. Penyihir jahat yang terkurung di dalam cincin berhasil melepaskan diri dan ingin menghancurkan Fyre yang dengan susah payah dinyalakan dan dijaga oleh Marcellus Pye.

Seakan belum cukup, masalah lain muncul karena perseteruan lawas antara penyihir cincin dengan Ratu yang membuat nyawa Jenna terancam. Hanya Ratu yang bisa menyegel kembali penyihir cincin dan untungnya Jenna tahu caranya. Hanya saja mantra yang dilafalkan oleh Jenna tidak berfungsi. Ada yang salah dengan mantaranya dan hanya Penyihir Luar Biasa pertama yang tahu bagaimana cara memperbaikinya. Dan ini membawa Septimus mau tidak mau harus kembali ke rumah Foryx untuk menemui si Penyihir Luar Biasa.

Di petualangan Septimus kali ini, hampir semua tokoh dari buku pertama sampai keenam muncul. Bahkan Dom Daniel juga. Sedih sekali harus mengucapkan selamat tinggal kepada mereka semua. Diakhir kisah, Septimus akhirnya memberitahukan setting waktu dan jujur saya kaget saat mengetahuinya.

Senang sekali melihat perkembangan Septimus. Dari awalnya hanya seorang bocah menyedihkan yang hampir mati kedinginan karena menjadi laskar penjaga sampai menjadi Murid Penyihir Luar Biasa yang begitu pintar. Saya juga terkesan tentang bagaimana Septimus akhirnya harus memilih salah satu cabang ilmu yang benar-benar dicintainya. Seperti kata Simon, kadang tidak semua yang kita inginkan menjadi milik kita. Saya juga terkesan dengan Simon yang akhirnya merelakan jabatan sebagai Murid Penyihir Luar Biasa menjadi milik Septimus. Kesediaannya untuk mengakui kesalahan juga membawa akhir yang manis.

Ada lagi yang saya suka dari cerita Septimus. Tentang bagaimana si penulis mampu menyelipkan adegan humor bahkan di saat serius-seriusnya sekalipun. Lucu sekali memikirkan bahkan orang segalak Marcia pun bisa bersikap konyol. Belum lagi yang sudah konyol dari sananya seperti Jim Knee😀

Ngomong-ngomong, saya sebelumnya tidak pernah mempemasalahkan masalah terjemahan karena saya tidak pernah membaca antara terjemahan yang satu dengan yang lain atau membaca sebuah terjemahan dengan versi aslinya. Nah, untuk seri Septimus Heap ini, untuk pertama kalinya, saya akhirnya mengalami membaca tiga versi sekaligus. Untuk buku 1-5 saya membaca terjemahan dari penerbit Matahati, buku ke-6 versi asli, dan buku ke-7 versi terjemahan penerbit Mizan. Ternyata memang terasa beda ya, hahhahhh.*baru tahu*.

At last, seri Septimus Heap sudah menjadi salah satu seri terfavorit saya dan selalu mendapat nilai 5 dari 5 bintang untuk semua bukunya. It was amazing. Always😀

***

Judul: Fyre | Seri: Septimus Heap #7 | Pengarang: Angie Sage | Penerbit: Noura Books| Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama, April 2014, 687 halaman | Status: Owned book | Tempat beli: Buku Hemat Mizan @ TB Riyadh Banjarbaru|  Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

NB: Review ini diikutkan untuk event Lucky No. 15 RC kategori Super Serieslucky-no15

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s