Posted in Alice Munro, Books, BukuKatta, Review 2014

The Bear Came Over The Mountain Review

Baca Bareng Desember Tema Paket Sastra Terjemahan dari Penerbit BukuKatta

Ya Tuhaaaaan ceritanya😥

Oke, sebelum saya mewek, mari kita cek dulu sinopsis di cover belakang buku:

Sinopsis:

“Kukira itu tak perlu dikhawatirkan,” kata Fiona. “Mungkin aku hanya kehilangan ingatanku.”

Grant bertanya apakah dia telah meminum pil tidur.

“Aku tak ingat,” katanya. Lalu dia minta maaf karena terdengar begitu ceroboh. “Aku yakin tak meminum pil apapun. Mungkin aku seharusnya meminum sesuatu. Mungkin vitamin.”

Vitamin tak membantu. Dia sering berdiri di ambang pintu, bingung ke mana dia akan pergi. Dia lupa menyalakan api ketika memasak sayur atau lupa menaruh air di mesin pembuat kopi. Dia menanyakan kapan mereka pindah ke rumah ini.

“Apakah tahun lalu atau tahun sebelumnya?”

“Dua belas tahun yang lalu,” kata Grant.

Pasti sedih sekali rasanya melihat orang yang kita cintai mulai mengalami kemunduran untuk mengingat sesuatu. Lebih sedih lagi kalau saking parahnya penyakitnya, mereka bahkan tidak bisa mengingat kita lagi. Tapi yang namanya orang yang kita cintai, tidak peduli apakah mereka ingat kita atau tidak, kita akan tetap mencintai dan tidak ingin jauh dari mereka.

Jujur cuma itu sih yang bisa saya tangkap setelah membaca novelet ini. Ternyata setelah membaca bagian “Tentang Penulis” di bagian akhir buku ini, saya baru paham kalau ceritanya ternyata tidak sekedar cerita cinta seorang suami kepada isterinya sampai mereka lanjut usia, bahkan saat isterinya lupa siapa dia.

Dan ini ada hubungannya dengan lagu anak-anak yang menjadi judul cerita ini, The Bear Came Over The Mountain. Saya jadi penasaran bagaimana lagunya, dan setelah bertanya kepada “Om Google”, ternyata judul yang lebih umum untuk lagu tersebut adalah The Bear Went Over The Mountain. Nah, silakan disimak dulu bagaimana lagunya😀

Kata terakhir di buku ini yang diucapkan oleh Grant untuk Fiona membuat saya tidak bisa melihat apa hubungan lagu dengan cerita. Yang saya tangkap dari cerita ini hanyalah meskipun Grant bukan lelaki setia, tapi dia tidak pernah ingin meninggalkan Fiona meskipun mereka berdua sudah lanjut usia dan Fiona mulai mengalami kemunduran untuk mengingat sesuatu.

Kalau dilihat dari ulasan-ulasan mengenai cerita ini, sepertinya banyak sekali pesan yang bisa diungkapkan dari kisah Fiona dan Grant. Tapi karena kemampuan sastra saya tidak terlalu bagus, saya masih tidak paham, hehehehe. Mungkin saya harus menonton filmnya juga supaya lebih mengerti.

At last, 3 dari 5 bintang untuk The Bear Came Over The Mountain. Untuk ceritanya yang bisa membuat saya merasa sedih dan untuk kata terakhir yang sangat manis dari buku ini yang diucapkan oleh Grant untuk Fiona. So, I really liked it.

***

Judul: The Bear Came Over The Mountain | Pengarang:  Alice Munro | Edisi bahasa: Indonesia | Penerbit: BukuKatta (Cetakan pertama, Solo, 2014) | 1st Published: 1999| Jumlah halaman: 64 halaman | Status: Owned book (Menang GA SoT 1st Anniversary| Rating saya: 3 of 5 stars

 

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s