Posted in Books, Fantasy, Gramedia Pustaka Utama, Neil Gaiman, Review 2014

Neverwhere Review

neverwhere_uploaded_bt_irabooklover

Hampir saja tidak suka dengan buku ini. Untung ending-nya — walaupun sudah bisa ditebak — berhasil meninggalkan kesan yang mendalam *eaaaa*. Okeh sebelum saya cuap-cuap panjang lebar, mari kita lihat dulu sinopsis buku ini yang saya contek dari cover belakang buku ^_^

Sinopsis:

Hidup Richard Mayhew di London biasa-biasa saja. Dia punya pekerjaan bagus dan tunangan cantik. Suatu hari, dia menemukan gadis gelandangan yang terkapar berdarah di jalan. Richard menolong gadis itu —  dan hidupnya yang biasa menghilang begitu saja.

Tiba-tiba Richard tak punya pekerjaan, rumah, tunangan, bahkan identitas. Ia terlempar masuk London Bawah yang sangat berbeda. London yang terdiri atas bayangan, kegelapan, monster, pembunuh, malaikan, dan segala hal ajaib lainnya. London yang berada dalam labirin, kanal-kanal saluran pembuangan dan stasiun kereta bawah tanah.

Inilah dunia Door, gadis gelandangan yang ditolongnya. Tanpa tujuan dan pilihan, Richard terpaksa bergabung dengan Door, pengawalnya Hunter, dan Marquis de cCarabas. Mereka berusaha mencari pembunuh keluarga Door sambil menghindar dari berbagai bahaya yang menghadang. Dan mungkin di akhir perjalanan ini Richard bisa kembali ke hidupnya di London Atas….

***

Saya cenderung kurang suka dengan buku yang tokoh utamanya — kalau dalam istilah saya sih — tidak berguna. Yaah, Richard Mayhew bukannya tidak berguna sama sekali sih, tapi tetap saja, Richard tampaknya sangat payah. Sifat pahlawannya yang paling menonjol di sini hanyalah kebaikan hati. Soal bertarung dan sebagainya, jangan diharap deh. Walaupun dengan sedikit keberuntungan Richard ternyata bisa mengalahkan “musuh” juga.

Tapi itu cuma pendapat saya yang sedikit ilfil sama Richard sih, hehehe. Ceritanya sendiri menurut saya cukup bagus. Tentang kehidupan lain di kota London yang penuh dengan keajaiban yang sayangnya suram. Tempat ini disebut London Bawah. Tempat dimana ada malaikat, pembunuh bayaran yang doyan menyiksa dan memakan makanan aneh, pengisap jiwa, suku berbau busuk, keluarga pembuka pintu, monster, dan hal aneh lainnya.

Richard awalnya adalah pemuda biasa dengan kehidupan biasa yang sempurna. Tapi karena kebaikan hatinya, dia menolong gadis yang terluka di jalan. Tanpa disangka gadis itu adalah penghuni London Bawah. Akibatnya, Richard pun ikut terjebak bersamanya di dunia itu. Mau tidak mau, Richard harus mengikuti gadis itu karena dia tidak punya tempat lagi di London Atas. Selain itu dia berharap gadis itu bisa menolongnya agar bisa kembali ke hidupnya yang dulu.

Bisakah? Karena kata gadis itu, seseorang yang sudah terjatuh ke London Bawah tidak akan bisa kembali ke London Atas. Belum lagi misi gadis itu ternyata sangat berbahaya, yaitu mencari pembunuh keluarganya. Berhasilkah Richard bertahan menghadapi “keanehan” dunia bawah?

Well, silakan dibaca sendiri kisahnya. Yang pasti bersiaplah menghadapi dunia bawah London yang penuh hal ajaib dan … errr … kejam, gelap, bau, dan basah.

Awalnya ceritanya datar-datar saja, bagian tengahnya juga, tapi ending-nya berhasil memukau saya. Suasana suramnya juga kena. Saya jadi merasa suram sepanjang membaca buku ini. Mungkin gara-gara aura suram ini (selain Richard tentunya) yang membuat saya sempat merasa tidak suka tapi tanpa sadar terus membaca buku ini sampai selesai sekali duduk.

So, 3 dari 5 bintang untuk Neverwhere, I liked it ^_^

***

Judul: Neverwhere — Kota Antah Berantah | Pengarang:  Neil Gaiman | Edisi bahasa: Indonesia | Alih Bahasa: Donna Widjajanto | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Cetakan Pertama, Jakarta, Maret 2007) | 1st Published: 1996 | Jumlah halaman: 440 halaman | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Banjarbaru | My rating: 3 of 5 stars

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

6 thoughts on “Neverwhere Review

  1. Ini buku Gaiman pertama yg kubaca. Kesannya hampir sama kaya kamu, cuma setelahnya aku dihantui oleh banyak aspek dari buku ini, sampe akhirnya langsung ngefans sama Gaiman. Berawal dari 1 buku ini aja🙂

    Like

    1. Whoaa, keren Bzee, kalau aku cuma dapat kesan di endingnya kalau Richard akhirnya berubah dan ada perasaan iri juga sama Richard karena dia mendapat kesempatan dan berani keluar dari zona nyaman hidupnya.

      Btw, ini buku ketiga Gaiman yang kubaca. Yang pertama Coraline, yg kedua The Ocean at The End of Lane. Cuma Coraline yang bisa kunikmati dari awal sampai akhir. Dua sisanya baru kagum saat di ending😀

      Like

      1. Mungkin kamu lebih cocok buku anak2nya, coba The Graveyard Book deh. Kalau buku dewasanya memang karakternya agak ‘payah’, awalnya agak gimana gitu, tapi setelah banyak lihat bukunya malah itu jadi ciri khasnya.

        Like

      2. Iya, sepertinya ak memang cocok ke buku anak-anaknya.

        Jadi memang karakter dewasanya payah-payah ya.

        Siip ntar aku cari yg The Graveyard Book.

        Btw aku sudah lama pengen baca Stardust tp bukunya sudah susah dicari di sini. Kalau nemu yg diskonan kasih info yaa Bzee *mental diskonan*😀

        Like

      3. Oiya, minggu depan bakal terbit terjemahan buku anak2nya lagi, yg Fortunately, the Milk.
        Wah, dulu Stardust banyak di obralan, sekarang sudah jarang lihat lagi. Oke, nanti aku akan mengingatmu kalo ada lagi😉

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s