Posted in Bentang Pustaka, Books, Family, Indah Hanaco, Love Flavour, Review 2014, Romance

The Vanilla Heart Review

the_vanilla_heart_uploaded_by _irabooklover

“Hingga aku menyadari bahwa hadirmu bagai vanila, mampu  mendatangkan kesederhanaan cinta yang tidak biasa. Tetapi tahukah kau, dirimu terkadang menyebalkan. Terlalu cepat berlari, hingga membuatku takut dan ragu.”

Cerita cinta yang manis seperti vanila. Well, sebelumnya,  mari kita simak dulu sinopsis yang ada di cover belakang buku ^_^

Sinopsis:

Komposisi: Cinta, Kejujuran, Ketulusan, dan Kesabaran.

Cara Penyajian: Tuangkan kejujuran, ketulusan, dan kesabaran ke dalam cangkir. Tambahkan 180 cc air cinta, aduk, dan sajikan.

Aroma lembut vanila itu sangat kuat menguar, merasuk, dan memengaruhi cita rasa hidup manusia. Karena kejujuran rasa vanila mengajarkan kita bahwa ketulusan dan kesabaran memampukan kita meraih cinta.

Kau membuatku sadar bahwa cinta itu perjuangan. Berjuang mendapatkan, meluluhkan, dan mempertahankan. Hingga aku menyadari bahwa hadirmu bagai vanila, mampu  mendatangkan kesederhanaan cinta yang tidak biasa. Tetapi kau, dirimu terkadang menyebalkan. Terlalu cepat berlari, hingga membuatku takut dan ragu.

Lagi, buku yang berhasil saya baca sekali duduk. Sejak membaca The Mint Heart, saya jadi berburu novel-novel dari seri The Flavour of Love-nya Bentang Pustaka. Hahhaah, telat banget yaa. Untungnya, kemarin nemu The Vanilla Heart di toko buku. Langsung deh saya comot. Sayang novel lainnya tidak ada. Jadinya saya baru baca dua dari enam novel yang ada di seri ini.

The Vanilla Heart mengisahkan cerita cinta antara Dominique dan Hugo. Hmmm…nama-nama yang aneh untuk orang Indonesia. But, that’s alright. Yang penting cerita cinta mereka menurut saya manis sekali.

Hugo ini jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Dominique. Wow, ditaksir sama cowok ganteng dalam pandangan pertama itu impian saya banget *eh*.

Tapi, pertemuan pertama Hugo dan Dominique ini ga enak banget. Hugo menabrak Dominique dan temannya Kyoko. Kyoko sampai berdarah dan baju sekolahnya kotor. Kontan saja Dominique langsung marah-marah sama Hugo. Tapi apa yang dilakukan Hugo setelah bengong? Well, Hugo malah meminta Dominique untuk menikah dengannya. Huehehehe, konyol sekali.

Nah, pertemuan mereka memang cuma sesaat. Setelah itu Hugo kuliah di Bristol, Inggris, selama lima tahun. Alasan Hugo kuliah di Bristol sih untuk meredam sakit hatinya karena Farah, yang sudah menjadi pacarnya selama 7 tahun, menolak untuk bertunangan dengannya.

Setelah balik lagi ke Indonesia, Hugo bekerja di perusahaan milik keluarganya. Tanpa disangka, di sana dia bertemu lagi dengan Dominique. Mereka berdua masih saling mengingat, komplit dengan peristiwa yang membuat Dominique marah. Well, tanpa pikir panjang, Dominique langsung menendang tulang kering Hugo tanpa sadar kalau yang ditendang adalah bos-nya. LOL.

Terus bagaimana kelanjutan kisah mereka? Hugo yang kaya dan ganteng luar biasa naksir Dominique yang pemarah dan keras kepala yang penampilannya seenaknya saja. Yang pasti, menurut saya sih, manis seperti vanila. Walaupun Hugo ini terasa sangat kekanak-kanakan. Masa hanya karena gadis yang dicintainya menolak untuk bertunangan atau menikah saja dia ngambeknya sampai mau putus segala. Eh, tapi orang dewasa seperti Hugo ini memang ada lo. Mereka memang tidak mau menerima kalau gadis yang disukainya menolak untuk diajak terikat ke hubungan yang lebih serius. *jadi curcol*. Kalau kata Hugo sih ini masalah harga diri ^_^

Nah, terus, apa yang dilakukan Dominique—yang tidak dilakukan oleh Farah—sehingga bisa meluluhkan ngambeknya Hugo? Sekali lagi, menurut saya, yang dilakukan Dominique manis sekali.

Overall, semuanya manis seperti vanila. Sampai-sampai entah Hugo atau Dominique yang dikasih tanda cinta, eh kok malah saya yang merasa ge-er😀

Ngomong-ngomong, cover-nya … errr … nyaman dilihat. Perpaduan kuning sama hijau. Terus kalau sampul jaketnya di buka, cover dalamnya juga keren. Itu tuh seperti cover yang saya pajang di atas. Gara-gara terhipnotis sama warna kuning dan hijaunya, saya jadi mendesain poster kawasan bebas rokok di kantor dengan warna yang sama. Hahhhah, jadi ga nyambung.

Ehm, kesimpulannya,  novel kedua yang saya baca dari seri Love Flavour ini juga berhasil membuat saya jatuh cinta. Semangat berburu novel Love Flavour berikutnya.

At last, 4 dari 5 bintang untuk The Vanilla Heart, I really liked it \^_^/

***

Judul: The Vanilla Heart | Pengarang:  Indah Hanaco | Edisi bahasa: Indonesia | Penerbit: Bentang Pustaka (Cetakan Pertama, Juni 2013) | 1st Published: 2013 | Jumlah halaman: 262 halaman | Status: Owned book | Harga: Rp44.000,- | Tempat beli: Toko Buku Salemba Banjarbaru | Tanggal beli: 17 November 2014 | My rating: 4 of 5 stars

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s