Posted in Books, Bukune, Maradilla Syachridar, Review 2014, Romance

Ruang Temu Review

ruang_temu_by_maradilla_syachridar

Title: Ruang Temu: Antara Denting dan Rahasia | Author: Maradilla Syachridar| Publisher: bukune | Edition language: Indonesian | Page: 224 pages | Edition: 1st Edition, Jakarta, Mei 2012 | Status: Pinjem di Perpustakaan Banjarbaru |  My rating: 3 of 5 stars

Sinopsis:

~ sebuah kisah paralel dari Turiya ~

Mungkin di antara ragu dan bahagia, justru dialah yang jatuh hati kepada kesedihan….

Bagaimana bila seorang lelaki menyatakan ia jatuh hati kepadamu? Buat dia ini justru meresahkan. Waktu yang berdetak seperti derak roda kereta di atas jalanan berdebu yang memerihkan mata. Seperti mata lelaki itu yang selalu memancarkan kesedihan hingga dia ragu mampu menciptakan bahagia di sana.

Mungkin, di antara cinta yang menunggu, justru waktulah yang datang tak tepat….

Bagaimana bila dia yang jatuh hati kepada seseorang yang lain? Buat dia, ini terasa seperti menemukan pada waktu yang tak pas meskipun mereka saling mengutuhkan. Harapan yang dipendam menjelma menjadi mimpi. Tinggal itu satu-satunya ruang temu untuk dia berbagi rindu dengan cintanya yang telat tiba.

Mungkin, di antara cinta yang terlihat dan yang terlambat, selalu ada ruang temu rahasia….

Dan dia cukup memejamkan mata untuk sampai di sana.

Romance…oh…romance….

Kenapa ya saya dengan romance kok tidak pernah akur? Ini romance terlama yang saya baca. Persis satu bulan sejak saya meminjam buku ini dari perpustakaan kota Banjarbaru. Jadi gugup lagi ketemu kakak pustakawan. Maaf kakak, telat lagi mengembalikannya😥

Jujur, buku ini terlalu berat bagi saya yang bukan penggemar romance. Terutama di bagian ending-nya. Saya tidak ngeh sama sekali bagaimana ending-nya.

Tapi ceritanya unik. Tentang kisah cinta rahasia antara Rajasa, Deanna dan Mielka. Siapa nih yang main rahasia-rahasian? Silakan dibaca sendiri bukunya, huehehehe😀

Nah, yang terlibat cinta rahasia ini mempunyai ruang temu mereka sendiri. Salah satu dari tokoh cowok kita ini adalah pelukis. Setiap mereka bertemu di ruang temu, pertemuan itu dia abadikan dalam lukisannya. Romantis sekali. Seperti apa sih bentuk ruang temu mereka? Saya rasa dari sinopsisnya juga bisa ditebak ya.

Jadi ngiri deh. Enak ya mereka bisa bertemu di ruang temu mereka sendiri. Firasat mereka oke banget. Bisa tahu perasaan masing-masing tanpa harus kikuk menyatakan perasaan. Halangan mereka cuma satu, si tokoh cewek sudah punya kekasih yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja.

At last, saya tidak bisa menulis banyak. Seperti saya bilang sebelumnya, buku ini terlalu berat untuk saya. Saya tidak mengerti ending-nya. Dan butuh waktu lama sekali untuk menamatkan buku ini. Ga srek deh pokoknya. Tapi mungkin saja sih ini karena akhir-akhir ini saya lagi drop karena kabut asap yang melanda kota selama berminggu-minggu. *ga ada hubungannya kali Ra*.😀

And, 3 dari 5 bintang deh untuk Ruang Temu, terutama untuk konsep ceritanya. Oh ya, buku ini juga seolah-olah menegur saya untuk jangan lelah menunggu cinta sejati. Bersabar mungkin lebih baik, karena cinta yang sanggup membuat debar di hati itu akhirnya akan datang. Tidak perlu terburu-buru mencari cinta sehingga tidak menyadari kalau debar itu tidak ada.  So, I liked it.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s