Posted in Non Review

Scene on Three #36 | Kupu-kupu Fort de Kock

“Apa yang kau ketahui tentang firasat?” tanya Limpapeh. Ia seperti bermain saja dengan pikirannya sendiri.

“Kau yang lebih tahu.”

“Apa yang kau ketahui tentangnya?”

Harimau Pasisie memandang Limpapeh agak lama.

“Pertanda, datang dari hati kecil, insting, atau apapun itu, aku tak bisa menjabarkannya. Hanya saja, ketika aku memikirkan sesuatu, pikiran dan hatiku akan berusaha sebisa mungkin untuk meraba sesuatu itu.”

“Pernahkah kau menutup firasatmu?”

“Aku?” Harimau Pasisie mengernyitkan keningnya, “aku bahkan tidak tahu apakah itu perlu.”

(hal 361-362)

Scene dari Kupu-kupu Fort de Kock by Maya Lestari GF lagi \^_^/

Setelah di SoT sebelumnya saya mengambil scene dari sinopsis di cover belakang buku, kali ini saya beneran mengambil scene yang dari dalam buku😀

Scene antara Limpapeh dan Harimau Pasisie, dua pendekar silat kita. Baik Limpapeh maupun Harimau Pasisie, dan juga pendekar silat yang lain yang ada di buku ini, sangat mengandalkan firasat mereka baik saat bertarung maupun dalam kehidupan sehari-hari. Harimau Pasisie bahkan tidak pernah terpikir untuk tidak mengikuti firasatnya.

Ketajaman firasat mereka memang sungguh luar biasa. Bahkan semilir angin pun bisa menjadi pertanda. Fyuhhh…kalau saya yang jadi pendekar silatnya saya pasti babak belur duluan😀

Dua buku berturut-turut saya membaca tentang pentingnya sebuah firasat. Sebelum Kupu-kupu Fort de Kock, saya membaca Hero by Rhonda Byrne. Disana juga disebutkan kalau intuisi itu penting dan kadang secara tidak sadar kita telah menutup atau mematikannya.

Nah, saya jadi bertanya-tanya apa kabarnya firasat saya? Masih hidup atau sudah tertutup? *ketok-ketok*. Rasanya selama ini saya sering mengabaikan firasat dan lebih sering mengikuti nalar dan logika.

Untungnya kedua buku ini memberikan arahan bagaimana caranya menghidupkan kembali si firasat. Dan setelah saya coba-coba …. errr ….  tampaknya saya rasa saya masih perlu banyak latihan😀

Ngomong-ngomong tentang pertanda, saat saya mulai membaca buku ini, secara kebetulan si kupu-kupu Fort de Kock aka Limpapeh aka rama-rama ini hinggap di baju saya dalam waktu yang cukup lama. Karena waktu itu saya belum sampai ke “chapter firasat”, saya biarkan saja itu rama-rama nangkring di sana. Tidak ada firasat apa-apa.

Tapi setelah untuk kedua kalinya membaca tentang firasat, saya jadi kepikiran jangan-jangan itu rama-rama hinggap ada maksudnya. Bisa saja itu beneran Limpapeh yang datang ….. untuk memotivasi saya belajar silat misalnya :p

Terus saya coba untuk membaca pertanda ala Hero by Rhonda Byrne. Diam sejenak, kosongkan pikiran, dan tanyakan pada Semesta, apa maksud kunjungan si rama-rama?

Diam dan tunggu jawaban dari Semesta….

Dan jawabannya adalah …. hening …. tidak ada jawaban dari Semesta.

Haduh … saya rasa saya memang harus banyak-banyak latihan dulu deh untuk membaca pertanda. Huehehehe😀

Scene on Three hosted by Bacaan Bzee

Oke, ini scenes pilihan saya hari ini.

Nah, apa scene pilihanmu?  Click the picture above to see more information about this meme yaa ^_^

Have a nice 3 for you  ♪(´ε` )

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

5 thoughts on “Scene on Three #36 | Kupu-kupu Fort de Kock

  1. Saya percaya pada pertanda dan firasat, dan biasanya jawabannya datang dengan cara yang tak disangka-sangka, atau kalau sudah menyangka, setidaknya kedatangan itu sempat mengejutkan sedikit *nggak ada yang nanya juga kali, Jun -_-“*

    Btw, saya baru tahu soal buku yang dibahas, heheh.

    Like

    1. Hahaha…sepertinya firasat memang seperti itu ya, selalu mengejutkan walaupun sudah disangka. Hebat Jun, kamu sudah bisa percaya sama firasatnya ^^

      Aku juga baru tahu buku ini gara2 tema buku silat😀

      Like

  2. Kata tante Agatha Christie, firasat atau intuisi itu hasil dari pengalaman yang terus menerus sehingga tanpa sadar kita membentuk logika dari alam bawah sadar kita (ini kalimatnya ribet bener, intinya gitu lah ya) (kutipannya ada di salah satu reviewku) (numpang promo) (kemudian ditendang)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s