Posted in Books, Gramedia Pustaka Utama, Non Fiction, Publisher, Review 2014, Rhonda Bryrne, Self Help

Hero Review

hero_by_rhonda_byrne_uploaded_by_irabooklover

Title: Hero | Author: Rhonda Byrne | Edition language: Indonesian | Publisher: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2014 | Page: 253 pages |  Purchase location: gramediaonline.com | Date purchased: September, 20th 2014 | Price: Rp103.600 + ongkir Rp30.000 | My rating: 5 of 5 stars

And baby

It’s amazing I’m in this maze with you

I just can’t crack your code

One day you screaming you love me loud 

The next day you’re so cold

Yeap itu potongan lagu Holy Grail by Jay – Z feat  Justin Timberlake. Terus apa hubungannya sama buku Hero by Rhonda Byrne? Tidak ada sih, hehehe, *dikeplak*.

Potongan lagu itu jadi notification tone untuk email masuk saya. Email masuk dari gramediaonline.com yang memberitahu saya kalau Hero edisi bahasa Indonesia sudah terbit.

Horeeee….Hero sudah terbit😀 . Rasanya sudah lama sekali sejak saya dapat info dari Goodreads kalau Rhonda Byrne merilis buku Hero. Langsung dimasukkan ke wishlist hari itu juga dan yakin kalau Gramedia pasti bakalan menerjemahkan buku ini. Dan ini diaaaa….akhirnya penantian panjang saya terjawab ^^

Sama seperti buku ini yang langsung saya masukkan ke daftar wishlist setelah dapat info dari Goodreads, saya juga langsung memesan buku ini setelah dapat info dari gramediaonline.com. Meskipun ada sedikit drama dalam prosesnya, akhirnya saya berhasil memesan buku ini dengan baik dan benar, *apa coba*.

Sebelumnya, yuk disimak dulu sinopsis Hero yang saya contek dari cover belakang buku:

Sinopsis:

Ini adalah kisah tentang mengapa Anda ada di planet Bumi

Ada yang istimewa dari diri Anda. Anda dilahirkan dengan maksud tertentu yang tidak dimiliki oleh tujuh miliar manusia lainnya. Ada kehidupan yang dimaksudkan untuk Anda hidupi; ada perjalanan yang dimaksudkan untuk Anda jalani. Buku ini adalah tentang perjalanan itu.

Dua belas orang paling sukses yang hidup di dunia sekarang ini berbagi perjalanan mereka yang terasa mustahil, dan mengungkapkan bahwa masing-masing dari kita terlahir dengan segala sesuatu yang kita perlukan untuk menjalani impian terbesar kita — dan dengan melakukannya kita akan memenuhi misi kita, serta secara harafiah mengubah dunia.

Alkisah, ada seorang pahlawan.

Hmmm….

The Secret is the law of attraction

The Power is love

The Magic is thanks

and now…

Hero is you

Yap, pahlawan itu adalah Anda atau ….errrr….diri kita sendiri. Tergantung dari sudut pandang siapa kita menyebutkannya :D

Menurut saya ada yang berbeda dari buku Hero ini dibandingkan dengan buku-buku Rhonda Byrne sebelumnya. Seingat saya, The Secret, The Power, dan The Magic, semuanya menyebutkan kalau Semesta ini adalah Semesta yang tidak mengenal kata-kata negatif. Seakan-akan tidak ada hal negatif di dunia ini. Hal-hal  negatif itu tidak akan ada kalau kita cukup sadar untuk terus berpikir positif. Bahkan dalam berkata-kata pun, kita menghindari hal negatif.

Bagi yang sudah pernah membaca The Secret mungkin masih ingat, misalnya, kalau kita tidak ingin terlambat, kita tidak bisa mengatakan “kita tidak ingin terlambat” karena Semesta tidak mendengar kata tidak dan yang ada malah kita akan tetap terlambat. Lebih baik mengatakan “saya ingin tepat waktu”. Pokoknya selalu katakan hal-hal positif, tidak ada yang negatif.

Nah, di buku Hero ini, saya lega sekali, akhirnya, The Secret cs menerima kalau hal negatif itu memang ada. Hero bilang kalau dunia ini adalah dunia yang dualitas. Kalau ada hal positif, maka pasti ada hal negatif. Seberapa kuat pun kita berusaha, hal negatif selalu akan menemukan celah untuk mengganggu kita. Dan tergantung kita apakah akan membiarkan si negatif ini bercokol terlalu lama atau langsung menggantikan tempatnya dengan hal yang positif.

Hero mengajarkan kita bagaimana menghadapi si hal-hal negatif ini dengan gaya pahlawan. Ingat kalau dalam cerita-cerita pahlawan, selalu ada para penjahat. Ingat dalam cerita-cerita pahlawan selalu ada saat-saat dimana sang pahlawan hampir kalah. Dan sang pahlawan pada akhirnya pasti bisa memenangkan pertarungan.

Hero mengajarkan kita bagaimana membangunkan pahlawan yang ada di dalam diri kita. Bagaimana menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan pada akhirnya menjadi pahlawan untuk orang-orang disekitar kita.

Satu yang paling saya suka dari Hero adalah pelajaran tentang pentingnya intuisi bagi seorang pahlawan dan bagaimana cara melatih intuisi tersebut. Intuisi pahlawan dalam diri kita akan selalu memanggil-manggil selama kita hidup. Sampai kita bisa menjawab pertanyaan di atas. Pertanyaan tentang alasan mengapa kita ada di planet bumi.

Uniknya, keesokan harinya setelah saya selesai membaca Hero, saya menemukan bukti langsung tentang bagaimana hebatnya seorang pahlawan.

Kisah berawal dari rumah saya jauh berada di dalam sebuah kompleks, *halah*. Capek sekali kalau harus berjalan kaki ke pintu gerbang kompleks. Selama ini saya adem-adem saja karena saya memiliki kendaraan untuk keluar dari kompleks. Selama itu pula saya sering bertemu adik-adik mahasiswi yang berjalan kaki untuk pergi keluar kompleks. Intuisi saya mengatakan kalau saya seharusnya menawarkan tumpangan untuk adik tersebut. Toh tujuan kami sama-sama keluar kompleks. Tapi pikiran saya mengatakan kalau saya malu memberikan tumpangan. Bagaimana kalau adiknya menolak, merasa tersinggung atau berpikiran yang macam-macam terhadap saya, *lebay mode on*.

Hari itu, hari saya diawali dengan buruk. Ada sebuah ketidaksengajaan yang mengakibatkan saya harus berjalan kaki keluar kompleks. Karena baru saja membaca Hero, saya masih punya ingat untuk mengganti pikiran dongkol dengan pikiran penuh syukur. Akhirnya, belum jauh saya berjalan, ada kakak cewek yang menawarkan tumpangan.

Waktu itu rasanya saya seperti ingin langsung berteriak kegirangan. Kakak itu baik sekali mau menawarkan saya tumpangan. Satu diantara banyak orang yang lewat di sekitar saya. Satu yang menjadi pahlawan bagi saya.

Meskipun dalam kejadian ini bukan saya yang jadi Hero, tapi saya bisa merasakan bagaimana senangnya orang-orang di sekitar kita kalau kita menjadi Hero untuk mereka. Sejak itu saya berjanji untuk tidak akan mengabaikan intuisi saya untuk menjadi Hero.

Hero, sangat menginspirasi saya untuk segera bergerak mengikuti panggilan pahlawan. Meskipun saya rasa panggilannya masih kalah kuat dibandingkan panggilan The Secret. Namun, seperti semua buku Rhonda Byrne sebelumnya, Hero juga berhasil membuat saya lebih …. errr …. bahagia😀

Dan sepanjang hari itu, meskipun diawali dengan buruk, saya bisa merasa bahagia. Hari itu, saya tiba-tiba bisa melihat para pahlawan di sekitar saya. Aksi-aksi heroik mereka memang memberikan kebahagian bukan hanya kepada orang-orang yang mereka tolong tapi juga untuk orang-orang disekitar mereka. Bahkan hanya sekedar melihat saja sudah senang.

Ada banyak kalimat menarik dan menginspirasi dari buku ini. Saking banyaknya, saya bingung mau menuliskan yang mana. Kalau dituliskan semua sepertinya akan menghabiskan seluruh buku juga kayaknya😀

Akhirnya saya pilih secara acak dan saya memutuskan untuk memajang yang ini:

Saya mengetahui potensi yang Anda miliki dalam diri Anda. Saya mengetahui keutamaan-keutamaan dan daya-daya heroik yang Anda miliki dalam diri Anda. Inilah kisah Anda, tapi hanya Anda yang bisa menghidupinya. Ini perjalanan Sang Pahlawan Anda, tapi hanya Anda yang bisa melakukannya. Sekarang Anda sudah memilki peta serta kompas, dan Anda memiliki kami semua bersama Anda, di setiap langkah perjalanan.

(hal 234)

Berbeda dengan saudara-saudaranya, Hero dicetak dengan edisi hardcover. Haduh, jujur saya kurang suka dengan buku-buku hardcover. Tapi ini bukan masalah besar sih, hehehe. Untungnya, ilustrasi Hero menurut saya keren. Model peta perang tempo dulu gitu. Sedikit mengingatkan saya dengan peta dari buku The Lord of The Ring by J.R.R Tolkien. Saya sempat membayangkan melihat tulisan Middle Earth😀

At last, selamat belajar menjadi pahlawan dengan Hero. Buku keempat dari seri The Secret ini juga berhasil meraih rating 5 dari 5 bintang dari saya.  It was amazing to me.

Dan sebagai penutup mari kita dengarkan lagu Hero-nya Mariah Carey. Cocok sekali dengan buku ini. At last, you’ll finally see the truth.
That a hero lies in you ;)

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s