Posted in Books, Bukune, Maurice LeBlanc, Mystery, Review 2014

The Extraordinary Adventures of Arsѐne Lupin Review

the_extraordinary_adventures_of_arsene_lupin

Title: The Extraordinary Adventures of Arsѐne Lupin | Author: Maurice LeBlanc | Publisher: Bukune | Edition language: Indonesian | Page: 248 pages | Edition: 1st Edition, Juli, 2012 | Status: Pinjam di Perpustakaan Banjarbaru |  My rating: 3 of 5 stars

Sinopsis:

Arsѐne Lupin ditangkap! Sosok pencuri itu berhasil dikenali oleh Ganimard — sang detektif terkenal yang selalu memburunya. Tersangka pelaku pencurian kalung itu akhirnya masuk sel penjara. Namun, bukan si cerdik Arsѐne Lupin jika ia tak mampu melarikan diri. Siasat pintarnya bahkan mampu mengelabui penjaga penjara, Lalu bagaimana cara Lupin bebas dari penjagaan ketat?

***

Kali ini Sherlock Holmes datang telat memenuhi undangan dari tuan rumah Monsieur Devanne. Arsѐne Lupin telah berhasil melancarkan aksi pencurian di rumah mewah tersebut. Tak ada jejak yang ditinggalkan oleh sang pencuri. Apakah Holmes berhasil mengejar Lupin?

***

The Extraordinary Adventures of Arsѐne Lupin menceritakan aksi-aksi hebat dari si pencuri cerdik asal Prancis. Kelihaian mencuri yang dilakukan Arsѐne Lupin membuatnya dijuluki Gentleman Buglar. Tanpa meninggalkan jejak dalam tiap aksinya, Arsѐne Lupin selalu lolos dari buruan polisi dan detektif.

Sinopsis di atas, saya contek dari sampul belakang buku. Selain cover depannya yang keren, sinopsis inilah yang mendorong saya untuk meminjam buku ini dari Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Terutama diparagraf yang menginformasikan kalau Holmes bakalan berhadapan dengan si pencuri.

Holmes??? Sherlock Holmes si detektif terkenal itu kan? Holmes yang itu menghadapi Arsѐne Lupin?

Whoaaaaaa……….

Eh, tapi ngomong-ngomong, Arsѐne Lupin itu siapa sih? *ditimpukpakaisandal*

Ehm, dengan semangat 45 saya langsung membaca buku ini. Tapi di chapter pertama, dengan judul Tertangkapnya Arsѐne Lupin, tidak ada Holmes-nya.

Oke lah tidak apa-apa, lanjut ke chapter kedua — Arsѐne Lupin di Dalam Penjara. Masih tidak ada juga.

Lanjut ke chapter ketiga —- Pelarian Arsѐne Lupin. Tidak ada.

Lanjut ke bab keempat —- Pelancong Misterius. FYI, disini saya baru ngeh kalau cerita disetiap chapter ternyata berdiri sendiri-sendiri alias masing-masing chapter ternyata cerita pendek. Saya kira bersambung. Soalnya chapter 1 – 3 terkesan berurutan.

Btw,  masih tidak ada Holmes-nya.

Chapter 5 — Kalung Sang Ratu, 6 — Kartu Tujuh Hati, 7 —- Lemari Penyimpanan Madame Imbert. Tidak…ada.😦

Lanjut sampai ke chapter delapan, Mutiara Hitam. Chapter terakhir. Daaaan …. masih tidak ada juga. ;(

Jujur kawan, ini membuat saya betul-betul khawatir. Setelah sebelumnya saya membaca buku Midnight for Charlie Bone, saya melewatkan sebuah informasi penting yang baru saya sadari setelah membaca kalimat terakhir dari buku tersebut. Tapi untuk buku ini, bukan hanya informasi yang saya lewatkan, tapi sebuah chapter. Chapter yang ada Holmes-nya. Bagaimana bisaaaaaa……. *panik*

Tapi setelah saya “geledah” lagi bukunya. Chapter itu memang tidak ada. Masih belum puas dan sedikit khawatir, saya googling para blogger buku yang pernah membaca buku edisi ini. Dan ketemu blognya Olive @ Hijau Balonku. Disana Olive bilang kalau chapter Holmes memang tidak ada. Fiuhhhh….saya akhirnya bisa bernapas lega. Ternyata saya masih normal dan belum pikun😀

Dari blog-nya Olive @ Hijau Balonku juga saya baru tahu kalau ternyata tokoh Arsѐne Lupin ini merupakan tokoh yang menginspirasi terciptanya tokoh Kaito Kid. Iyaaaah Kaito Kid yang itu. Kid yang ada di komiknya Detektif Conaaaan.

Wow….serius saya baru tahu. Rupanya selama ini saya cuma penggemar abal-abal-nya Kid *tutup muka pakai bantal*. Pantas tingkah laku Arsѐne Lupin ini terasa familiar. Cerdik dan selalu berhasil lolos secara ajaib tanpa meninggalkan jejak. Pandai menyamar. Entah bagaimana bisa tahu kalau benda berharga tertentu itu asli atau tidak. Kadang juga bertindak ganda sebagai detektif pembela kebenaran walaupun ujung-ujungnya mencuri juga. Pokoknya keren deh😀

Dari kedelapan chapter yang ada dibuku ini. Saya paling suka dengan Kalung Sang Ratu dan Lemari Penyimpanan Madame Imbert. Ceritanya beda dari chapter lain. Di Kalung Sang Ratu, dikisahkan masa lalu Arsѐne Lupin. Sedangkan di Lemari Penyimpanan Madame Imbet, Arsѐne Lupin kena batunya😉

Meskipun sempat terkecoh dengan kejadian chapter dan terkecoh juga dengan gaya penceritaan yang orang pertama-nya yang beda-beda (kadang dari si penulis cerita, kadang dari Arsѐne Lupin sendiri). Tapi saya cukup suka dengan kisah Arsѐne Lupin. Padahal saya belum tahu kalau dia “adalah” Kaito Kid.

Bisa-bisanya ya para pengarang itu membuat tokoh antagonis seperti Arsѐne Lupin dan Kaito Kid menjadi idola. Para detektifnya jadi terkesan….errr…maaf….b*doh. Yaaahhh… kecuali Shinichi Kudo lah yang kalau di mata saya, bagaimanapun, akan tetap selalu pintar dan keren😀

Ngomong-ngomong, inilah yang membuat saya penasaran dengan bagaimana kisah pertemuan antara Arsѐne Lupin dengan Holmes. Mungkin tidak ya sama seperti yang terjadi antara Conan dan Kid? Haduh di buku yang mana sih yang ada kisahnya???

Oh ya, tadi saya bilang cuma “cukup suka” ya? Bukan “suka pake banget” *apacoba*. Karena, saya merasa gaya Arsѐne Lupin ini mirip Holmes. Kalau Holmes merupakan tokoh protagonis yang tidak terkalahkan maka Arsѐne Lupin adalah kebalikannya. Seakan-akan Arsѐne Lupin ini mencuri “identitas” Holmes. Supaya tidak sama, Arsѐne Lupin sengaja diciptakan sebagai tokoh antagonis. Tapi dengan kecerdikan yang serupa. Dan somehow, saya merasa tidak rela kalau posisi Holmes di hati saya mulai terbagi dengan Arsѐne Lupin *eh*

Ehm, at last, 3 dari 5 bintang deh untuk buku yang memperkenalkan saya dengan Arsѐne Lupin. Buku ini berhasil membuat saya ingin membaca lebih banyak tentang petualangan si Gentleman Burglar, terutama mencari cerita yang ada Holmes-nya😀

Siiip lah. I liked it.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s