Posted in Books, Navika Anggun, Review 2014, Romance, teen@noura

Love is … Review

IMG_20140913_0005

Title: Love is … | Author: Navika Anggun| Publisher: teen@noura | Edition language: Indonesian | Page: 220 pages | Edition: 1st Edition, Jakarta, Maret 2013 | Status: Pinjem di Perpustakaan Banjarbaru |  My rating: 3 of 5 stars

Sinopsis:

Satria menerima secarik kertas yang Yuki berikan.

“Ini apa?”

Yuki berusaha mengatur napas agar bisa menjelaskan kepadanya. Namun, suara perempuan, yang memberitahukan bahwa pesawat menuju Seol akan segera berangkat kembali terdengar. Setidaknya untuk beberapa menit saja Yuki ingin menjelaskan isi surat itu pada Satria.

Sayangnya itu tidak mugkin, sehingga Yuki hanya meminta Satria untuk membacanya saja. “Kakak harus janji baru baca ini kalau sampai di pesawat nanti! Jangan sekarang!” katanya masih terengah-engah.

Satria pun pergi! Tanpa kata-kata perpisahan yang sebenarnya ingin Yuki sampaikan panjang lebar. Hanya satu benda yang menjembatani perasaannya. Sebuah arti cinta yang tertulis di atas selembar kertas.

Baca romance lagi😀

Parah deh. Indonesian Romance Reading Challenge 2014 saya progressnya ngadat. Saya betul-betul harus keluar dari zona nyaman tahun ini. Plus ditambah bonus rasa galau tiap habis baca romance. Apalagi kalau romance-nya sedih. Aduh hai.

Love is … kisahnya sederhana. Tentang cinta antara dua orang sahabat di masa kecil. Segalanya kalau dilihat dari luar sih berjalan baik. Saya iri dengan tipe cinta seperti ini. Setidaknya mereka tidak perlu lagi gugup menghadapi keluarga masing-masing karena sudah akrab duluan.

Cuma masalahnya adalah kembali pada soal menyatakan perasaan. Kalau berkaitan dengan cinta mah, biar sudah sahabatan dari dulu juga tetap aja gugup yah :D . Seakan ktia tidak mengenal sahabat kita lagi karena perasaan itu sudah berubah jadi cinta. Tapi bisa juga karena kita merasa sahabat kita sudah sangat mengenal kita sehingga kita menganggap tanpa diberitahu tahu pun dia seharusnya sudah tahu, padahal tidak. Dan ini …. gawat.

Susah memang kalau berurusan dengan masalah cinta. Kadang kita terjebak dalam sebuah kesalahan. Sama seperti kata Yuki berikut:

Kesalahannya adalah tidak mudah membaca semua sikap Satria hingga terjebak dalam semua prasangka yang dibuatnya sendiri. 

Prasangka membuat semuanya jadi rumit. Padahal kalau diucapkan semuanya bakalan jelas kan. Tapi resiko yang ditanggung besar juga sih. Hahahhh….no comment lagi deh.

Makanya saya lebih senang membaca cerita dongeng yang mengganggap cinta itu mudah dan sederhana. Coba lihat Putri Salju, Cinderella, Ariel, Aurora. Mereka semua jatuh cinta pada pandangan pertama. Saya berharap bisa seperti para putri itu juga. Saling jatuh cinta pada pandangan pertama dan untuk selamanya #tsaaah.

At last, asik juga membaca kisah cinta dua orang sahabat yang sangat akrab tapi berubah jadi kikuk saat berhadapan dengan masalah cinta ini. Oh ya, dicerita ini, tokoh cowoknya, Satria, melanjutkan pendidikannya ke Korea loh. Tapi Korea nya tidak terlalu berasa menurut saya, hehehe.

And, 3 dari 5 bintang lah untuk The Love is … . Terutama untuk kata-kata “Jika cinta, kenapa ragu?” . Eaaaaa…kenapa ya?  Prasangka teman …. prasangka. 

Sekali lagi saya merasa seperti diingatkan untuk jujur saja pada perasaan daripada nanti menyesal. Yah, meskipun rasanya saya belum sanggup untuk menanggung resikonya. Ja…jadi nanti saja deh *selfkeplak*😀

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s