Posted in Books, de TEENS, Review 2014, Romance, Teenlit, Wulan Murti

Fireworks for Love Review

 

Baca Bareng Agustus Tema Buku Baru Indonesia yang Terbit Tahun 2014

 firework_for_love_by_wulan_murti_uploaded_by_ira_book_lover

Judul: Fireworks for Love | Pengarang:  Wulan Murti | Edisi bahasa: Indonesia | Penerbit: De TEENS (Cetakan I, Jogjakarta, Januari 2014) | Jumlah halaman: 334 halaman | Status: Owned book | Date purchased: August, 28th 2014 | Purchase location: Toko Buku Kharisma Banjarbaru | Price: Rp48.900,- | My rating: 3 of 5 stars

 

Telaaaaaaaaaaaat……

Telat buat posting bareng Agustus tema Buku Baru Indonesia Terbitan Tahun 2014. Beli bukunya aja baru sehari sebelum posbar, hehehe. Tapi untunglah linky tool nya masih dibuka. Jadi masih bisa eksis di kumpulan link posbar bulan Agustus😀

Untuk pertama kalinya perpustakaan kota Banjarbaru tidak punya tema posbar BBI. Buku paling baru yang ada di perpustakaan tahun terbitnya 2013. Rencananya sih saya mau beli bukunya di toko buku Gramedia di kota Banjarmasin. Tapi sampai sehari sebelum posbar saya tidak punya waktu luang untuk jalan-jalan ke kota Banjarmasin. Akhirnya mepet deh beli bukunya di toko buku di kota Banjarbaru saja.

Sempat bingung karena pilihan di toko buku itu terbatas. Untung buku Fireworks for Love ini cover-nya cantik dan ada yang sampul plastiknya sudah terbuka. Jadinya saya bisa langsung tahu kalau buku ini terbitan tahun 2014. Langsung deh disambar. Langsung dibaca hari itu juga dan ternyata tidak selesai dalam satu hari karena kecepatan saya kalau membaca buku romance itu sangat lambat.

Daan sebelumnya, ayo kita intip dulu sinopsis yang nongol di cover belakang buku:

Mungkin seharusnya tidak, tapi aku mencintaimu….

Darla…, maaf jika ini mengganggumu. Tapi aku punya sesuatu yang perlu kukatakan. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku menyukaimu. Aku tak ingin mengubah keputusanmu. Aku tahu tak akan bisa, Karena aku lelaki bodoh. Aku, hanyalah orang yang menyebalkan. Padahal aku menyukaimu. Aku menyayangimu. Kagum padamu. Bangga padamu. Semangatmu, senyum dan tawamu, motivasimu, perhatianmu pada semua orang, pengertianmu. Kau berbeda. Kau ingin kumiliki.

Sekali lagi aku yang bodoh. Saat kau sendiri, aku malah tak bergegas menemani. Aku membiarkanmu pergi. Aku melepasmu. Membuang kesempatanku.

Kau tak perlu menunggu kesempatan kedua untuk mengungkapkan cintamu.

Nah….setelah membaca sinopsisnya, semangat saya langsung turun. Lagi-lagi tentang cinta yang sudah terlambat. Berpotensi membuat saya nangis bombay lagi.

Tapi ya sudahlah. Saya teruskan membaca dan kejutaaaaaan….ini buku romance pertama yang sukses saya lahap tanpa perlu meneteskan air mata :D

Awalnya saya tidak mengerti dengan jalan ceritanya. Sempat mengira buku ini model omnibook.  Mungkin ceritanya memang terpisah-pisah tapi dikaitkan oleh satu tema Fireworks *keingat Blue Romance by Sheva Thalia*. Tapi setelah baca sinopsis-nya di Goodreads, saya baru ngeh kalau tokoh utama di buku ini ada dua orang, yaitu Darla dan Tara.

Darla adalah seorang designer interior dan Tara adalah seorang chef pastry. Dua-duanya sama-sama patah hati dan dua-duanya sama-sama “melarikan diri” ke Macau. Di Macau mereka berusaha melupakan masa lalu dan memulai hidup baru di bidang kesukaan mereka masing-masing. Pekerjaan mereka jua lah yang akhirnya mempertemukan dua gadis asal Indonesia ini.

Tara yang selama ini selalu sendiri karena pernah dikhianati temannya akhirnya memberikan kepercayaan kepada Darla untuk menjadi sahabatnya. Bisakah kedua gadis ini akhirnya melupakan masa lalu mereka masing-masing? Well…well…kita lihat saja bagaimana kisah Darla yang periang dan Tara yang pendiam untuk menemukan cinta mereka masing-masing😀

Gaya penceritaannya dibuku ini, IMO, aneh dan kadang tidak nyambung, tapi somehow, tidak terlalu mengganggu bagi saya. Saya masih bisa paham, walaupun tidak paham-paham amat, dengan apa yang terjadi pada masa lalu Darla dan Tara.

Saya suka dengan gaya Darla. Konyol seperti saya #eh.  Saya juga suka dengan Tara, kami mirip, punya impian untuk sekolah lebih tinggi tapi tidak mendapat dukungan dari orang tua. Saya harap saya akhirnya juga bisa seperti Tara, menemukan “peri penolong” yang bisa membantu mewujudkan impian saya.

At last, meskipun ceritanya sedikit berasa incomplete dan kadang berasa tidak nyambung, rating saya untuk novel ini adalah 3 dari 5 bintang. Meskipun saya tidak tahu Macau itu seperti apa, tapi saya suka dengan deskripsi suasana Macau di buku ini. Dan sekali lagi, saya suka dengan sifat Darla yang ceria sekaligus konyol. Juga dengan impian-impian Tara. Dan bagaimana kecintaan mereka terhadap design interior dan chef pastry .  Intinya ceritanya dapat menghibur saya dan saya menikmatinya *apacoba*. So, I liked it. ^^

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s