Posted in Aditia Yudis, Books, Gagas Media, Review 2014, Romance

Biru pada Januari Review

biru_pada_januari_by_aditia_yudis_uploaded_by_irabooklover

Title: Biru pada Januari | Author: Aditia Yudis | Publisher: Gagas Media | Edition language: Indonesian | Page: 360 pages | Edition: 1st Edition, Jakarta, 2012 | Status: Pinjem di Perpustakaan Banjarbaru |  My rating: 3 of 5 stars

Sinopsis:

Akan kuberitahu kau satu hal

yang paling kuinginkan saat ini….

Waktu berhenti sehingga aku dan kau

terbingkai dalam keabadian.

Aku tak ingin semua berlalu,

seringkas embun meninggalkan pagi.

Simpan saja kata-kata bersalut madumu.

Aku tak butuh rayu,

aku hanya ingin bersamamu.

Selalu.

Aku hanya ingin bersamamu. Selalu. Haduh, kalimat ini, sepertinya akan selalu terngiang-ngiang di kepala saya. Soalnya kalimat pendek ini, IMO, merangkum semua kesan saya setelah membaca cerita cinta Samudra dan Mayra. Aku hanya ingin bersamamu. Titik.

Samudra dan Mayra sudah berpacaran selama tujuh tahun. Mayra sudah dianggap anak sendiri oleh orang tua Samudra. Sebentar lagi mereka berdua akan menikah.

Tapi ada sebuah perdebatan kecil yang mengganggu hubungan mereka. Samudra ingin mengajak Mayra pindah ke Balikpapan, sedangkan Mayra enggan meninggalkan Jakarta. Hal ini membuat pernikahan mereka selalu tertunda.

Tapi bukan itu masalah utamanya. Masalahnya adalah saat ini, cinta pertama mereka masing-masing hadir kembali. Camelia untuk Samudra dan Adam untuk Mayra. Entah kenapa, dulu, saat mereka masih sendiri, jalan mereka tidak pernah bersinggungan. Satu sama lain hanya bisa mengagumi dari jauh. Tanpa ada kata cinta yang terucap.

Namun sekarang, saat Samudra dan Mayra hampir menikah, Camelia dan Adam akhirnya menyatakan perasaan mereka. Mengatakan kalau sejak dulu Camelia sudah mencintai Samudra dan Adam ternyata juga mencintai Mayra.

Bagi Samudra, Camelia dan Mayra mirip, mereka sama-sama suka biru. Sedangkan bagi Mayra, Adam adalah langit dan Samudra adalah samudra, sama-sama biru.

Nah, apa yang harus Samudra dan Mayra pilih? Akankah mereka memilih hubungan mereka yang sudah berlangsung selama tujuh tahun atau memilih impian mereka yang sekarang sudah menjadi kenyataan?

Kalau saya, bingung deh pastinya. Galau tingkat akut. Saya paham bagaimana perasaan Samudra dan Mayra (atau Mayra saja lebih tepatnya karena kita sama-sama cewek :D) ketika kita menyukai seseorang tapi seseorang itu tidak memberikan tanda apakah dia menyukai kita balik atau tidak.

Membuat kita bingung apakah sebaiknya menunjukkan perasaan kita atau tidak. Dan kita selalu gugup kalau berada didekat orang yang kita suka sehingga komunikasi jarang terjalin dengan baik. Dan ujung-ujungnya daripada galau, akhirnya kita memutuskan untuk menyukai orang lain yang jelas-jelas menunjukkan perasaannya sukanya pada kita. Tanpa mengetahui kalau orang yang kita taksir ternyata juga naksir kita. Haaah, seandainya saja kita tahu. *halah malah curcol*.

So, no comment lagi deh buat masalah Samudra sama Mayra. Kalau dari segi ceritanya sendiri, meskipun rada kurang jelas dan alurnya maju mundur, tapi somehow saya bisa menangkap apa yang dikisahkan oleh si pengarang. Saya berhasil larut dalam birunya Januari bersama Mayra dan Samudra. Saya nangis membaca surat Mayra diakhir kisah walaupun, IMO,  ending-nya juga rada kurang jelas #eh.

Ngomong-ngomong buku ini saya pinjam dari perpustakaan. Tertarik karena cover-nya cantik. Cerita awalnya yang bernuansa perselingkuhan membuat saya malas melanjutkan membacanya. Soalnya saya suka tipe cerita cinta yang you’re the only one.

Tapi setelah akhirnya punya waktu weekend yang panjang, saya tetap meneruskan membaca dan ternyata bisa selesai sekali duduk. Tahu begini dari dulu-dulu saya teruskan baca. Sekarang sudah terlanjur tiga minggu saya meminjam buku ini dari perpustakaan. Maafkan saya kakak-kakak pustakawan. Saya akan kembalikan buku ini segera. Jangan dimarahin ya *gugup*.

Sebenarnya ada beberapa quote keren dari buku ini. Tapi quote-nya bikin sakit hati. Jadi gak usah ditulis saja ya. Saat ini saya ingin bahagia bukan galau😀

At last, selamat merasakan kegalauan Samudra dan Mayra dalam kisah cinta mereka yang rumit. Berdoa saja semoga kisah cinta mereka hanya ada dalam cerita😥

And, 3 dari 5 bintang untuk Biru pada Januari. Terutama untuk kata-kata indah Mayra tentang birunya langit dan samudra. I liked it.

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s