Posted in Bambang Joko Susilo, Books, Family, Republika, Review 2014

Anak-anak Merapi 2 Review

Baca Bareng Agustus Tema Lokal/Nusantara

 anak-anak merapi by bambang js uploaded by ira book lover

Judul: Anak-anak Merapi 2 | Pengarang:  Bambang Joko Susilo | Edisi bahasa: Indonesia | Penerbit: Republika (Cetakan I, Jakarta, Juli 2011) | Jumlah halaman: 227 halaman | Status: Pinjam di Perpustakan Daerah Kota Banjarbaru | My rating: 3 of 5 stars

 

Tidak terasa waktunya posting bareng bulan Agustus lagi. Perasaan baru kemarin deh bikin postingan untuk tema bulan Juli ^_^

Bulan ini sempat bingung mau membaca buku apa untuk tema lokal/nusantara. Akhirnya setelah mondar-mandir di disekitar rak fiksi Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, akhirnya saya memutuskan untuk membaca buku Anak-anak Merapi 2. Kata sinopsis di belakang bukunya sih gak apa-apa kalau langsung baca buku 2😀

Nih dia sinopsisnya:

Kehilangan orang terkasih merupakan hal yang menyedihkan bagi siapapun. Apalagi kehilangan seorang ayah –sosok panutan dan pelindung–bagi anak-anak seperti Yudhistira, Bimo, dan Juno. Mereka harus terpisah dari ayahnya saat bencana wedhus gembel Merapi melanda desa.

Simpati dan empati untuk para korban bencana di pengungsian terus berdatangan. Mulai dari Presiden, Sultan, sukarelawan, donatur, sampai siswa-siswi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Namun, semua itu hanya mampu mengobati kesedihan sesaat. Yudhistira, Bimo, dan Juno tetap saja memikirkan keberadaan dan keselamatan ayah mereka.

Upaya para sukarelawan untuk menemukan Pak Widodo tak jua menunjukkan hasil. Kekhawatiran dan kerinduan yang mendalam mengantarkan Yudhistira dan Bimo pada petualangan mencari keberadaan ayah mereka, melewati desa dan daerah berbahaya, menyusuri hutan, sampai menghadapi ancaman serangan harimau. Lalu, apakah upaya Yudhistira dan Bimo berhasil?

Cerita lengkapnya dikisahkan oleh penulis Bambang Joko Susilo berdasarkan wawancara langsung dengan para korban dan pengungsi di Yogyakarta. Anak-anak Merapi 2 merupakan kelanjutan dari Anak-anak Merapi 1 yang dapat dibaca secara terpisah. Serial ini cocok dibaca oleh anak-anak, remaja, dan dewasa. Semoga memberi inspirasi dan manfaat.

Hmmm….setelah membaca sinopsis di atas, saya sempat ragu apakah buku ini masuk tema atau tidak. Tapi setelah dipikir-pikir sepertinya masuk saja ya, soalnya Merapi kan cuma ada di Indonesia *ngotot*😀

Dan setelah membaca beberapa halaman awal, pikiran pertama saya tentang buku ini adalah sederhana.  Membacanya berasa seperti membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia terbitan Tiga Serangkai ketika saya masih SMP dulu. Ilustrasi dan gaya pembukaan bab-nya juga mirip.

Betul ceritanya tentang pengungsi korban letusan Merapi yang diwakili oleh keluarga Pak Widodo. Pak Widodo ini mempunyai 3 orang anak yang bernama Yudhistira, Bimo dan Juno. Waktu terjadi letusan Merapi, Pak Widodo bukannya pergi mengungsi bersama istri dan anak-anaknya, melainkan mendekati gunung Merapi untuk menyelamatkan orang tuanya. Apa yang dilakukan Pak Widodo jelas berbahaya dan akibatnya Pak Widodo pun dinyatakan hilang.

Di tempat pengungsian, Yudhistira beserta ibu dan adiknya selalu berdoa untuk keselamatan ayah mereka. Namun, tim sukarelawan tidak kunjung menemukan Pak Widodo. Berbekal petunjuk yang didapatnya dari mimpi, akhirnya Yudhistira mengajak Bimo untuk melakukan rencana penyelamatan mereka sendiri.

Selain petualangan Yudhistira dalam menemukan ayahnya, buku ini juga menceritakan kehidupan para pengungsi letusan Merapi. Disini diceritakan bahwa kehidupan para pengungsi tidak seburuk yang saya bayangkan sebelumnya. Mungkin karena ceritanya dari sudut pandang anak-anak. Mereka senang-senang saja bermain-main selama berada di pengungsian meskipun ada beberapa yang tampaknya masih syok.

Ada banyak kegiatan yang sengaja dilakukan oleh para sukarelawan untuk menghibur anak-anak ini. Salah satunya adalah pertunjukan wayang dari Mbah Surip. Cerita wayang-nya lumayan seru. Tentang manusia-manusia pertama yang hidup di Pulau Jawa akibat bersandingnya Matahari dengan Rembulan.

Oh ya, waktu membaca buku ini, saya sempat tidak ngeh kalau nama semua anak-anak Pak Widodo ini diambil dari nama Pandawa. Kalau Yudhistira sih oke. Cuma saya tidak sadar kalau Bimo itu Bima dan Juno itu Arjuna. Padahal dari awal-awal sudah disinggung-singgung kalau Juno ini adalah anak yang tampan. Pas ada adegan Bimo menendang harimau sampai terpental dan Yudhistira sampai  syok karena adiknya ternyata kuat sekali, baru deh saya nyadar kalau Bimo itu kuat seperti Bima. Ya iyalah, nama Bimo memang sama dengan Bima kan ya, hahhahh  *maklum bukan orang Jawa*😀

At last, rating saya untuk novel ini adalah 3 dari 5 bintang. Ceritanya lumayan seru. Mengingatkan saya dengan cerita-cerita pendek yang ada di buku pelajaran sekolah. Pesan-pesan yang disampaikannya juga bagus dan ending-nya sedikit mengagetkan. So, I liked it ^^

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

4 thoughts on “Anak-anak Merapi 2 Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s