Posted in Anomali Buku Unik, Books, Fauzan Muttaqien, Humor, Motivation, Review 2014, Self Help

AL QANDAS AL KAMIIL REVIEW

Baca dan Posting Bareng BBI 2014

Baca Bareng BBI Mei Tema Humor

 photo kegagalan_yang_sempurna_zpsfb8a0cc8.jpg

Judul: Al-Qandas Al-Kamiil – Kegagalan yang Sempurna | Seri: Trias Motivatica #1 | Pengarang: Fauzan Muttaqien (Akin) | Penerbit: Anomali Buku Unik | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Juli 2010 |  Jumlah halaman: 108 halaman | Status: Owned Book | Rating saya: 5 dari 5 bintang

***

“Masukkan bahan utama kegagalan, 

Tambahkan semangkuk syukur,

Masukkan perlahan rempah-rempah sabar, 

Campur bersama bumbu bahagia,

Aduk hingga rata,

Nyalakan bahan bakar semangat,

Dan tunggu hingga mendidih”

—Akin—

Hmmm…seperti resep dari buku resep ajaib keluarga Bliss ya. Tapi bukaaaan, buku ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan seri The Bliss Bakery-nya Kathryn Littlewood.

Ini sebenarnya buku motivasi karya anak Banjarmasin. Eh…kok buku motivasi? Bukannya tema baca bareng bulan ini adalah humor?

Hehehe iya sih, tapi percaya deh, membaca buku ini berasa membaca buku humor. Bikin ngakak dari halaman pertama sampai akhir😀

Bukti pertama, dihalaman pertama, pembaca sudah diperingatkan kalau buku motivasi ini ditulis dengan ngawur:

Ketika buku motivasi ditulis dengan cara ngawur…

Ya beginilah jadinya… Ancurr!

Juli ’10

—hal 1—- 

Bukti kedua, bahkan dibagian identitas buku pun, penulis masih sempat-sempatnya nyelipin humor:

Judul asli: Kegagalan yang sempurna

Judul diterbitkan: Al-Qandas al-Kamiil

Emang nyambung? : nggak..

Jadi kenapa dipakai? : diancam penerbit, kalau nggak katanya nggak bakal diterbitkan

Siapa sih penerbitnya? : tau tuh… Anomali -buku unik-!

Wajar, yang sabar ya.. : he eh…terima kasih atas dukungan semangatnya…

—-hal 2—

Bukti ketiga, penulis biasanya mempersembahkan bukunya untuk seseorang yang spesial toh. Nah, kalau yang ini lucu banget:

Buat mahasiswa fakulti sastra University Kebangsaan Malaysia angkatan 2004

‘Semoge kite selalu dalam barokah-Nye’

“Eh, alumni dari sana?”

Nggak.

“Atau ada kenalan orang-orang sana?”

Nggak juga.

“Jadi…?”

Iseng aja, apa salahnya saya ngirim-ngirim salam ke mereka?

Kan ada ayatnya, setiap muslim itu bersaudara.

Kali aja buku ini sampai ke Malaysia dan dibaca mereka.

—hal3—

Okeh, sudah cukup bukti-buktinya. Ntar spoiler lagi, atau jangan-jangan sudah spoiler ya *dikeplakbareng*.

So, sudah kebayang belum gimana lucunya buku ini. Belum nyampe isinya aja sudah lucu. Seandainya saja semua buku motivasi ditulis seperti ini, selain termotivasi, kita juga bisa terhibur.

Seperti judulnya, buku ini memaparkan bagaimana sebaiknya sikap kita dalam menghadapi kegagalan. Bahwa sebaiknya kegagalan jangan ditakuti, atau dengan kata lain, berani mencoba. Bagaimana sebaiknya sikap kita dalam menghadapi kegagalan sehingga kegagalan tersebut merupakan sebuah kegagalan yang sempurna. Yang dapat menjadi tangga yang mengantarkan kita akhirnya kepada kesuksesan.

Oh ya, buku motivasi ini adalah buku motivasi Islami. Jadi, meskipun membacanya membuat saya ngakak-ngakak ga jelas, tapi ada satu chapter berjudul “Percayalah, Dia Bersama Anda” yang sukses membuat saya menitikkan air mata *halahdasarcengeng*.

Dibagian itu, penulis menceritakan sebuah kisah tentang suami istri yang saling mencintai. Suatu hari, si istri mengalami kebutaan. Si istri ini ngotot melakukan semuanya sendiri tanpa dibantu. Bahkan pergi kerja pun sendiri. Padahal dia harus naik bus untuk pergi ke tempat kerjanya.

Saking mandirinya, si istri ujung-ujungnya merasa suaminya sudah  tidak peduli lagi dengannya. Sampai suatu hari si istri akhirnya mengetahui ternyata selama ini suaminya selalu bersamanya kemanapun dia pergi. Menjaganya dengan penuh cinta dalam diam. Dan si istri tidak melihatnya.

Cerita ini dianalogikan dengan hubungan manusia dengan Tuhannya. Saat manusia mengalami kegagalan dan merasa ditinggalkan, sebenarnya Tuhan selalu bersama dan menjaga kita. Bahkan lebih dekat dan lebih hebat daripada perhatian si suami kepada istrinya dari cerita di atas. Huaaaaah…pokoknya chapter ini ditulis dengan indah deh. Membuat saya terharu tingkat dewa.

Dan lagi, meskipun ini buku motivasi Islami, tapi saking lucunya, membacanya sama sekali tidak merasa seperti digurui. Buku ini ditulis berdasarkan adegan-adegan random sekehendak hati penulis. Ada adegan dimana penulis bertemu Chow Yun Fat, penulis di Gotham City, penulis bertemu Son Guko Dragon Ball dan adegan-adegan ngawur lainnya.

Mengutip dari kata pengantar yang ditulis oleh Abay (Penulis Buku  Revolusi dari Rumah Kami):

Membaca Akin, adalah membaca sebuah kekonyolan. Menyaksikan Akin, adalah menonton sebuah kegilaan. Namun hebatnya, kekonyolan dan kegilaan itu bukan sekedar lawakan tanpa makna. Meskipun di dua forum yang mempertemukan saya dengannya itu hanya berisi tertawa dan tertawa, namun, tanyakan saja pada peserta, mereka pasti mendapatkan sebuah pemahaman dan inspirasi dari Akin. Begitupun di tulisan-tulisannya. Meskipun setiap menit anda terpaksa menarik ujung bibir ke kiri dan kanan dua senti, tetapi anda tidak bisa membohongi diri bahwa anda sangat termotivasi olehnya. Itulah hebatnya.

Yah, betul sekali. Persis seperti itu. Saya bersyukur dulu saya menghadiri seminar motivasi (+promosi) buku ini di kampus. Tumben-tumbennya saya tidak pulang kampung padahal saat itu sedang weekend. Sempat dongkol juga sebentar karena saya datang kepagian.

Syukurlah ternyata bukunya sangat bagus dan saya bertemu langsung dengan penulisnya. Ngomong-ngomong karena sebelumnya saya tidak pernah bertemu dengan si penulis. Saya dengan enjoy-nya masuk ruangan tempat acara tanpa sadar kalau yang mondar-mandir di sekitar meja registrasi adalah si penulis. Whooooaaaa…tau gitu saya minta tanda tangannya langsung. Dan rasanya kejadian itu baru berlangsung kemarin, padahal menurut catatan saya acara itu berlangsung di awal tahun 2011. Huaah….sudah lama sekali.

Oh ya, saya juga punya buku kedua dari seri ini. Judulnya Winnito La Mimpito yang artinya kemenangan mimpi *tuhngawurlagikan*. Review-nya ntar menyusul deh setelah saya re-read😀

Pasca lulus dari kampus, saya sudah tidak update lagi dengan informasi tentang event-event yang diadakan oleh penulis ini. Saya tidak tahu apakah buku ketiga dari seri Trias Motivatica ini sudah terbit atau belum. Terakhir saya dengar kalau salah satu buku karangannya sendiri dijadikan souvenir di acara resepsi pernikahan si penulis. Sayang saya saat itu sedang jauh berada di kampung halaman, padahal saya dapat undangannya dari grup WhatsApp kampus. Hedeh, gagal deh saya dapat buku gratis #eh

Dan siapa sih sebenarnya penulis buku ini? Pernah baca buku Betty Ta Iye terbitan Gema Insani? Nah, pengarangnya sama dengan pengarang Kegagalan yang Sempurna. Kalau belum kenal juga, silakan main-main ke blog nya di http://www.doktermudaliar.wordpress.com atau email di akin_alfaruq@yahoo.com.

At last, meskipun ngawur dan ancur-nya terasa sekali untuk sebuah buku motivasi, tapi saya suka sekali dengan buku ini. Sangat memotivasi dan lucu luar biasa *lebay*.

So, 5 dari 5 bintang dong. It was amazing 😀

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

2 thoughts on “AL QANDAS AL KAMIIL REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s