Posted in Books, Gramedia Pustaka Utama, Gus TF Sakai, Review 2014, Short Stories

KAKI YANG TERHORMAT REVIEW

Baca dan Posting Bareng BBI 2014

Baca Bareng BBI Mei Tema Khatulistiwa Literary Award 2013

 photo kakiyangterhormat_zpsd1e96194.jpg

Judul: Kaki yang Terhormat | Pengarang: Gus TF Sakai | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Jakarta, Juni 2012 |  Jumlah halaman: 113 halaman | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru | Rating saya: 3 dari 5 bintang

***

Bulan ini harap-harap cemas untuk bisa ikutan baca bareng tema ini. Sepertinya buku-buku baru sebaru buku-buku Khatulistiwa Awards kemungkinan tidak ada di perpustakaan. Sedangkan saya tidak ada rencana pergi ke toko buku besar di Banjarmasin.

Yah meskipun begitu, coba-coba dulu lah melototin rak perpustakaan kota, eh kejutan, ternyata ada kumpulan cerpen Kaki yang Terhormat nangkring di sana. Haduuuuh senangnya. Langsung deh saya pegang erat-erat, seerat  balonku yang tinggal empat *eaaaaa*

Dan…ternyata…cerpen-cerpen-nya cukup berat untuk saya yang masih polos ini *apacoba*. Ehm…okeh, langsung saja, ini dia keduabelas cerpen yang ada di kumcer Kaki yang Terhormat. Cekidot ^^

1. Kulah

Menceritakan tentang sebuah mata air. Mata air itu adalah bagian dari masa lalu Marni. Bagi Marni, mata air itu adalah sebuah keasyikan tersendiri. Mata air itu adalah “Mata Air Marni”. Tapi setelah Marni pergi, mata air itu berubah nama menjadi kulah.

Namun, kulah itu sekarang menjadi sangat berbeda. Kulah itu telah merenggut masa lalu Marni, dan juga seseorang yang sangat dia sayangi.

Hmmm…pikiran pertama saya setelah membaca cerpen ini adalah….semoga sungai di belakang rumah saya tidak menjadi seperti kulah. Ngeri deh mata air yang jernih bisa berubah sampai sebegitunya. *feeling irritated*

2. Upit

Cerita tentang Upit yang baru kelas 2 SMA. Tapi Upit disuruh menikah dengan Abang, majikan ayahnya yang berusia 40 tahun.

Upit takut. Tapi apa yang Upit takutkan tidak terjadi.

Sebab ada hal lain tentang Abang. Sebuah ketakutan lain. Yang ditutupi bukan hanya oleh Mak Ipah, tapi juga oleh seluruh warga komplek.

Ya seluruh warga komplek, kecuali laki-laki penghuni baru di rumah seberang jalan. Kata laki-laki itu, yang sekarang jadi teman Upit, Upit hanya butuh keberanian. Tapi ternyata keberanian saja tidak cukup.

Dan komentar saya setelah membaca cerpen ini adalah….kasihan Upit dan laki-laki itu. Ending yang suram. *feeling sad*

3. Melihat Ibu

Bercerita tentang Aku, yang memiliki kawan yang seorang penyair.

Kawan itu baik, tapi aneh. Kadang dia pergi lama, kadang berdiam saja seharian di kamar kos. Kalau dia pergi, dia bilang kepergiannya itu untuk melihat ibu.

Ya, selalu begitu. Untuk melihat ibu.

Sampai Aku bertemu ibunya yang sedang sekarat. Dan sang ibu berkata “Kalau kau bertemu anakku, tolong, suruhlah ia pulang. Telah lama ia tak mengunjungiku. Katakan padanya aku letih menunggu. Tidakkah ia merasa rindu.”

Huaaahhh…ini cerpen yang bikin sakit hati. Saya rasa saya paham apa yang dimaksud kawannya itu dengan “melihat ibu”. Salah satu cerpen yang cukup berkesan. *feeling sick*

4. Api

Errr…jujur saya tidak sepenuhnya mengerti tentang cerpen ini. Kecuali keinginan sang tokoh untuk membakar penggilingan padi milik adik angkatnya yang dia tuding menahan beras untuk masyarakat. *feeling confused*

5. Lebaran, Jangan, Jangan

Kisah Openg yang berharap bisa membelikan adiknya baju baru saat lebaran. Meskipun ibunya keberatan, Openg ngotot bekerja di sebuah tempat di tengah laut yang jaraknya 8 mil dari pantai. Openg berharap gaji yang dia dapatkan akan cukup untuk membahagiakan ibu dan adiknya.

Tapi semua itu hanya tipuan. Dan Openg menyesal telah mengabaikan larangan ibunya.

Sebab yang terjadi bukan hanya karena gaji Openg jauh lebih kecil dari perjanjian. Bukan pula hanya karena waktu istirahat yang diberikan cuma dua jam sehari. Tapi karena ada sesuatu yang jauh lebih buruk dari itu.

Menurut sinopsis di cover belakang buku ini, cerpen-cerpen yang ada di buku ini adalah cerpen-cerpen realis. Errr…cerpen realis itu cerpen yang menceritakan suatu keadaan dengan sesungguhnya kan yah? Berarti kasusnya Openg kemungkinan memang benar terjadi di dunia nyata dong? Huaaahhhh…nope nope nope. *feeling bad*

6. Bulan Setempayan

Menceritakan tentang seorang nenek yang sakit hati karena diperlakukan sebagai “nenek” oleh anak dan cucunya sendiri. Padahal si nenek ini masih merasa kuat karena sewaktu muda dia adalah seorang petani yang sudah terbiasa bekerja keras. Dan saking sakit hatinya, si nenek akhirnya memilih untuk pergi.

Nah, kalau ini saya memang pernah mengalaminya sendiri. Kalau ingin berbakti kepada nenek, lihat dulu neneknya pengen diperlakukan seperti apa. Salah-salah beliau bisa sewot.

Kalau nenek saya sih ingin diperlakukan sebagai nenek yang masih sehat dan kuat. Kalau jalan sama nenek malah saya yang sering ngos-ngosan duluan. Nenek juga sering ikut-ikutan baca majalah Bobo. Jadi kangen sama Nenek ^^

7. Kaki yang Terhormat

Menceritakan tentang hormatnya seorang nenek (dan penduduk sekampung) akan kaki. Kaki bisa membawa kita ke peruntungan kita. Begitu kata si nenek.

Tapi seorang paman yang kaya tidak lagi menghargai kaki nya. Kemana-mana dia pergi pakai helikopter. Dia bahkan menghancurkan bukit berbentuk kaki yang ada di desa. Dan karena tidak menghormati kaki, peruntungan sang paman pun berubah drastis.

No comment deh buat cerpen ini. Kadang-kadang ini memang bisa terjadi. Jadi ikutan sebal juga sama si paman. *feeling annoyed*

8. Kak Ros

Menceritakan tentang Aku yang sering terpana melihat Kak Ros dan kecintaannya terhadap tanaman. Kak Ros sering terlihat membelai daun-daun dan bahkan berbicara dengan mereka.

Saat si Aku dan Kak Ros bertatap mata, Aku selalu dihinggapi rasa yang tak bisa dijelaskan. Mata itu. Mata Kak Ros. Seperti mengatakan sesuatu.

Sampai suatu hari si Aku melihat sebuah pemandangan yang akhirnya mengungkap apa makna dibalik tatapan mata Kak Ros.

Ini cerpen yang paling berkesan bagi saya. Intinya membuat saya *feeling scared* dan langsung ambil langkah seribu kalau ketemu Kak Ros #kaburrrrrrrrrrr.

9. Orang Bunian

Menceritakan tentang  sebuah dunia lain dibalik kabut yang dihuni oleh orang-orang Bunian. Sebuah dunia dimana semua daun adalah bunga dan semua bunga adalah cahaya. Tapi hati-hati, berkata sedikit saja maka siapa pun akan tertawan selamanya di sana.

Dan seorang ayah, selalu ditanya oleh anaknya, apakah orang-orang Bunian itu masih ada. Dan sang ayah selalu menjawab tidak, meskipun setelahnya selalu berkata lirih, “masih”, terutama saat melihat mata sang anak yang seolah ditutupi oleh kabut.

Aaahhh…iya. Di kampung saya yang dulu katanya bekas kerajaan juga masih ada cerita tentang dunia lain ini. Cerita-cerita tentang kalau kita tidak berhati-hati, kita bisa di bawa ke dunia mereka. Kalau di cerpen ini namanya “Orang Bunian”, maka di tempat saya disebut dengan “Orang Candi”.

Pokoknya hati-hatilah kalau berada di daerah sekitar Candi. Karena banyak orang-orang yang….errrr….punya kemampuan khusus dan juga anak-anak TK di sekitar situ yang sering melihat Orang Candi ikut berbaur bersama kami.

Sebetulnya saya penasaran benar atau tidaknya. Tapi karena saya rada penakut, mending ga usah tahu aja deh  *galau antara feeling curious dengan feeling scared*

10. Pakiah dari Pariangan

Pakiah adalah versi remaja untuk pendekar atau pendeka yang mempunyai kemampuan silat tinggi. Pakiah sering berkeliling untuk meminta sedekah dengan penampilan standar: memakai sarung, atau celana dasar, dengan baju koko, berpeci, dengan buntie (buntal) atau kantung beras di tangannya. Mereka meminta-minta untuk melatih kerendahatian dan kesabaran.

Pakiah ini sudah menjadi masa lalu. Tapi, Nek Minah masih mengingat mereka dengan baik.

Sudah lama para Pakiah ini tidak terlihat. Namun sekarang mereka muncul kembali. Jumlahnya banyak sekali. Dan Nek Minah sangat gembira melihat mereka tanpa menyadari kalau para Pakiah ini sudah sangat berbeda dengan Pakiah yang dulu.

Wah…wah…wah…kasian Nek Minah dan para Pakiah yang asli. Pembunuhan karakter ini namanya. *feeling sad*

11. Liang Harimau

Singkatnya, cerita ini menceritakan tentang Sadim yang sangat fanatik terhadap adat istiadat nenek moyang nya. Sayangnya, Sadim bekerja kepada laki-laki yang tidak peduli dengan kepercayaan semacam itu. Saat ada upacara penting — yang kalau tidak dihadiri, akan membuat Sadim diincar oleh “musuh” — Sadim tidak mendapatkan ijin oleh majikannya.

Sadim pun dihantui oleh kegelisahan. Selalu waspada kalau-kalau “musuh” yang dimaksud akan mengincar nyawanya.

Dan akhirnya kegelisahan Sadim terbukti. Sang “musuh” datang dalam bentuk harimau. Sadim terpaksa harus membunuh “musuh” tersebut demi keselamatan nyawanya sendiri.

Pelajaran penting dari cerpen ini adalah jangan melarang orang untuk mengikuti upacara sakral nenek moyangnya. Salah-salah kita bisa  kena kualatnya juga loh. *feeling bad*

12. Lak-uk Kam

Kurang lebih seperti Api, saya juga kurang mengerti sama cerita Lak-uk Kam. Lak-uk Kam sendiri adalah nama sebuah badai yang kadang-kadang menghantam pulau kecil tempat tokoh “ia” berada. Namun, ia baru beberapa waktu tinggal di sana dan belum pernah merasakan ganasnya Lak-uk Kam

Anehnya, ia ini merasa mempunyai hubungan khusus dengan penjaga mercusuar. Padahal setiap bertemu mereka hanya bertegur sapa seadanya.

Sampai si Lak-uk Kam akhirnya datang dan ia pun mulai menyadari mengapa dia merasa begitu terikat dengan si penjaga mercusuar.

Hmmmm…kalau saya tidak salah mengerti, maka kasus si ia ini sama kayak si Openg. *feeling sick*

***

Yah itulah kedua belas cerpen yang ada di buku ini. Semuanya memberikan efek yang sama di akhir. Membuat saya merasa ngeri sendiri. Dan meskipun cerpen Api dan Lak-uk Kam kurang saya mengerti, tapi kedua cerpen ini berhasil memberikan perasaan suram yang sama.

Kesimpulannya, membaca cerpen realis macam ini sepertinya memang seperti itu ya. Bagus tapi suram dan saya suka ^^. So, 3 dari 5 bintang deh. I liked it🙂

Author:

Love book and wanna study abroad to Holland

8 thoughts on “KAKI YANG TERHORMAT REVIEW

    1. Iyaaa…sy juga kaget ada buku KLA 2013 di perpus😀
      Sekilas buku2 perpus it biasa aj, tapi kalau dipelototin bener2 ada banyak buku istimewa di dalamnya *pelukperpusbanjabaru*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s